Tes Qatar: Top Speed Valentino Rossi Lebih Lambat 10 Km / Jam, Upayakan Slipstream

Slipstream adalah memanfaatkan keuntungan hambatan angin kecil di belakang lawan,cara termudah untuk menyalip pengendara dengan menggunakan racing line-nya dan menggunakan kekosongan hambatan yang dihasilkan oleh pengendara depan..

RiderTua.com – Valentino Rossi bisa merasa lega setelah berada di posisi ke 7 pada tes pertama MotoGP Qatar. Namun untuk mengukur kekuatan murni Yamaha M1 2020-nya hanya bisa diketahui saat balapan. “Tapi seberapa kuat Yamaha sebenarnya, aku hanya bisa mengatakan dengan jelas pada malam 8 Maret,” ujar Valentino.. Tes Qatar: Top Speed Valentino Rossi lebih lambat 10 Km / Jam, upayakan slipstream

Tes Qatar: Top Speed Valentino Rossi Lebih Lambat 10 Km / Jam, Upayakan Slipstream

Valentino Rossi menyelesaikan tes Sepang dua minggu lalu dengan peringkat kelima terkuat. Kini pembalap Italia berusia 41 tahun itu memulai malam pertama dalam tes resmi (IRTA) di Sirkuit Losail di Qatar dengan waktu terbaik ketujuh.

“Tes itu adalah hari yang positif karena kami mengkonfirmasi apa yang sudah terjadi di Malaysia. Pada akhirnya saya berada di posisi ke-7 hari ini, saya cukup konstan sepanjang hari. Kami senang karena tampaknya motor telah membaik dibandingkan 2019 dan tes pertama pada bulan November”. Rossi dan timnya melakukan pekerjaan dengan baik di dalam garasi Yamaha-nya.

Mereka berhasil meningkatkan setingan motor, dan jika ingin menang catatan waktunya perlu ditingkatkan sedikit lagi. Butuh sekitar 0,2 hingga 0,3 detik per lap dan juga dalam kecepatan balapan ( race pace). Rosi juga melihat Maverick lebih cepat, Franco juga, jadi mereka masih punya pekerjaan yang harus dilakukan. Rossi tetap santai dan tidak mengeluhkan pekerjaanya. Karena mereka sudah lebih cepat dari tahun lalu, dan memiliki perasaan positif dengan motor M1 2020. Ada beberapa sektor yang membuat lambat dan akan diselesaikan pada hari Minggu.

Top Speed Lebih Lambat 10 Km / Jam

Meskipun kecepatan tertinggi meningkat, Rossi kehilangan 10 km / jam dari Jack Miller di tes Qatar pada hari Sabtu. Bisakah kekurangan ini dikompensasi? Rossi: “Ya, kami telah membaik, tetapi jaraknya masih cukup besar. Kita harus mencari tahu apakah kita bisa menutupinya dengan slipstream. Kami tidak berhasil tahun lalu. Jadi sulit untuk memperjuangkan podium. Jika perbedaan kecepatan kurang dan kami bisa terus dalam slipstream, maka kita dapat menyerang dalam perlombaan, kita dapat merencanakan balapan, semuanya akan lebih mudah” kata Rossi.

Slipstream

Slipstream adalah memanfaatkan keuntungan hambatan angin kecil di belakang lawan, cara termudah untuk menyalip pengendara dengan menggunakan racing line-nya dan menggunakan kekosongan hambatan yang dihasilkan oleh pengendara depan. Apakah strategi ini berhasil karena untuk mengikuti motor tercepat juga paling harus bisa mendekat. Menurut penelitian, pengendara di depan menggunakan sekitar sepertiga lebih banyak energi daripada yang ada di belakang, dengan kata lain pengendara di belakang menyimpan power 3 kali lipatnya. Syaratnya pembalap dibelakang harus dekat, semakin dekat semakin baik.

 Referensi: yamahamotogp.com (22/02/20)

Trending Artikel Minggu Ini ( TOP 10):

  1. Dengan Motor Honda Valentino Rossi Menang Mudah
  2. Ibarat Ada Pelangi Setelah Hujan, Namun Pelangi Lorenzo dan Pedrosa Berbeda Haluan!
  3. Manuver Yamaha Mengejutkan Valentino Rossi dan Pembalap MotoGP
  4. Wah, Ternyata Kepala Mekanik Quartararo Seorang Pakar Elektronik dan Bos Perusahaan ECU!
  5. Jika Valentino Rossi di Satelit Petronas Gajinya Bagaimana?
  6. Ducati dan Honda Menangis, Ban Michelin Menguntungkan Yamaha dan Suzuki Tahun Ini
  7. Bau Aneh Mesin Suzuki GSX-RR 2020 di Sepang, Engine Berlapis Keramik?
  8. MV Agusta Sambut MotoGP 2020 dengan 3 Fairing dan Suspensi Baru
  9. Petronas Tertarik dengan Valentino Rossi dan Tim VR46, Menjadi Sponsor MotoGP-Moto2-Moto3
  10. Siapa Sebenarnya yang Tercepat di Sepang? Ternyata Bukan Quartararo!

1 Comment

Leave a Reply