Jika Valentino Rossi di Satelit Petronas Gajinya Bagaimana?

Cal Crutchlow adalah salah satu contoh pembalap tim satelit yang dikontrak langsung oleh HRC, itu artinya gaji dibayar oleh Honda sama seperti Marquez

RiderTua.com – Tahun ini adalah musim terakhir Valentino Rossi di tim resmi Monster Yamaha. Mengenai masa depannya The Doctor masih melihat performanya di paruh pertama musim MotoGP 2020. Ada opsi jika masih membalap dia akan berada di tim satelit Petronas Yamaha.. Jika Valentino Rossi di satelit Petronas gajinya bagaimana?.. Ada beberapa kemungkinan..

Jika Valentino Rossi di Satelit Petronas Gajinya Bagaimana?

Cal Crutchlow Digaji Honda

Cal Crutchlow adalah salah satu contoh pembalap tim satelit yang dikontrak langsung oleh HRC, itu artinya gaji dibayar oleh Honda sama seperti Marquez.. Motor Crutchlow sama dengan RC213V yang dipakai Marquez. Cal juga mendapat teknisi langsung dari pabrikan Honda (dari HRC).

Crutchlow juga menguji suku cadang (part) baru untuk RC213V dengan tim pabrikan seperti yang dilakukan Marc Marquez. Bahkan kadang dia mencoba untuk pertama kali sebelum dipakai Marquez seperti sasis. Terlihat Honda mendukung Cal secara maksimal.

“Secara teknis, dia menerima perlakuan yang sangat mirip dengan Marc Marquez, meskipun sudah jelas merupakan bagian dari tim pabrikan dan memiliki kontrak langsung dengan kami” kata bos tim Honda.

Takaaki Nakagami Juga digaji Honda

Seperti halnya Crutchlow, kontrak Nakagami juga langsung dengan HRC, bukan dengan tim satelit LCR (Lucio Cecchinello). Gaji atau upah Nakagami akan datang langsung dari kantong Honda, tetapi untuk motornya sebagian besar akan didanai oleh uang dari Idemitsu, perusahaan minyak Jepang yang sudah mendukung Nakagami di kelas Moto2.

Bagaimana dengan Gaji Rossi?

Gaji Cal Crutchlow US$2,5 juta (Rp35,4 miliar) sedangkan untuk Takaaki Nakagami $750.000 (Rp 10,2 miliar), sedangkan Valentino Rossi adalah US$10 juta (Rp141 miliar).. Kendala yang dialami tim satelit Petronas adalah gaji Rossi. Namun dengan melihat kasus Cal Crutchlow dan Takaaki Nakagami di Honda maka:

  • Motor Rossi adalah Yamaha M1 terbaru, perlakuan sama dengan tim resmi seperti Cal Crutchlow di Honda (untuk satu musim harga motor MotoGP adalah 2 juta Euro atau hampir Rp 30 miliar).
  • Valentino mendapat teknisi dari pabrikan Yamaha, sama seperti Crutchlow juga..
  • Melihat tingginya nilai Rossi, untuk gaji bisa jadi gabungan Petronas dan Yamaha…

Trending Artikel Minggu Ini ( TOP 10):

  1. Berikut Daftar Top Speed MotoGP Tes Sepang Day-1, Kecepatan Siapa Tertinggi?
  2. Daftar Top Speed Tes Sepang Day-2: Ducati Masih Tertinggi, Yamaha?
  3. Honda Menghentikan Alex Marquez di Tes MotoGP Sepang-1 untuk Alasan Keamanan
  4. Yamaha Serius, Kerahkan 3 Motor Sekaligus buat Rossi di Sepang!
  5. Sepang Tes: Yamaha-Suzuki Unggul di Catatan Waktu Lap, Honda Jago Top Speed
  6. Hari Ini Yamaha Uji Coba Part Baru Pendongkrak Top Speed Yamaha M1 2020!
  7. Impresi Awal Mesin Anyar Aprilia V4-90, Bikin Pasukan Noale Ini Tersenyum, Karakter Mirip Yamaha!
  8. Valentino Rossi Lebih Pilih ke Tim Satelit Petronas dengan Morbidelli daripada Lorenzo
  9. Blitzkrieg: Hati-hati dengan Yamaha-Vinales, Sekarang Dalam Mode Pertempuran Cepat!
  10. Jorge Lorenzo Bandingkan Honda-Yamaha-Ducati: Yamaha M1 Motor yang Jinak!

4 Comments

  1. intinya petronas ogah menerima bangkotan (dgn gaji trsbt di atas) . mereka lebih ‘mementingkan’ mencari darah muda (dgn gaji murah) dgn skil yg mumpuni. jadi kalo bangkotan masuk ke petronas , tinggal yamama, berani ngsih gaji bangkotan apa kagak di petronas.

    • rego gendong rupo.. harga menentukan kualitas.. Valentino kualitas di penjualan masih belum kalah dgn pembalap top saat ini, masih laku..
      Banyak jenis usaha Petronas, salah satunya Jual minyak, kalau mau bersaing di kelas atas harus berani modal… jualan minyak gk mau modal besar.. jual minyak keliling ke kampung2 aja.. 😀

  2. Tuh kaya komen ku tempo hari kan.
    Kunci nya ada di yamaha.
    Kalo pabrik mau bayarin gaji nya, tim Petronas pasti siap nampung mbah tino.
    Tapi kalo di suruh nanggung sendiri / patungan, pasti ogah.
    Lha wong udah ga produktif kok minta mahal.
    Mending cari rookie bergaji murah, siapa tau bisa dapat kaya fabio, untung modal, untung nama.
    Kalo masalah iklan, Petronas kan udah punya hamilton, juara dunia f1 yg masih produktif.

Leave a Reply