RiderTua.com – Bro sekalian.. Meski Diggia (Pertamina Enduro VR46) saat ini jadi pembalap Ducati dengan posisi terbaik, VR46 memilih tetap bersikap hati-hati dalam menyikapi peluang perebutan gelar dunia MotoGP. Manajer tim Pablo Nieto menegaskan bahwa fokus utama tim saat ini bukan menghitung peluang juara, melainkan menjaga konsistensi dan terus berkembang dari satu balapan ke balapan berikutnya.
Berbicara kepada media di sela-sela GP Hungaria, Nieto mengaku puas dengan grafik peningkatan performa tim dan pembalapnya. Ia menegaskan bahwa hasil positif saat ini tidak diraih secara instan, melainkan buah dari proses konsisten yang dibangun bersama dalam beberapa musim ke belakang.
“Kami sangat senang karena kami terus bekerja. Ini adalah tahun ketiga kami bersama. Awalnya yang terpenting adalah memahami apa yang dia butuhkan agar bisa tampil cepat, dan kami terus bekerja pada semua aspek itu. Hal tersebut sangat penting,” kata Nieto.
▶Daftar Isi
Meski ‘Diggia’ Bersinar, VR46 Tak Mau Terburu-buru Memikirkan Perebutan Gelar Dunia

Pablo Nieto menilai kunci sukses melonjaknya performa musim ini tak lepas dari matangnya persiapan tim. Ia mengenang bagaimana musim lalu Fabio Di Giannantonio sempat terpuruk akibat cedera patah tulang selangka di Malaysia, yang memaksanya absen di tes musim dingin. Kondisi ini berbalik total di musim 2026. Menurut Nieto, skuad dan pembalapnya kini bisa melahap seluruh program persiapan dengan mulus, termasuk di seri-seri pembuka. Kerja keras sepanjang jeda musim dingin inilah yang melahirkan perbedaan besar. Selain itu, Nieto juga menyoroti chemistry yang kian kuat antara pembalap dan kru. Seiring berjalannya waktu, kedua pihak makin sehati dan paham kebutuhan masing-masing..sebuah pemahaman timbal balik yang berdampak instan pada moncernya performa mereka di lintasan saat ini.
Dibandingkan musim lalu, peningkatan terbesar yang dirasakan VR46 adalah konsistensi hasil. Pada 2025 performa Di Giannantonio masih naik turun, tetapi masalah tersebut kini dianggap telah banyak berkurang.
“Tahun lalu kami tak konsisten. Satu balapan naik podium, balapan berikutnya kesulitan masuk 10 besar. Kami mencoba memahami penyebabnya dan sampai pada kesimpulan bahwa persiapan musim dingin adalah faktor penentunya. Pada dasarnya itulah satu-satunya hal yang benar-benar kami ubah,” katanya.

Diggia Kini Lebih Matang..
Di luar faktor teknis, Pablo Nieto melihat lonjakan performa Fabio Di Giannantonio tak lepas dari kedewasaan personal sang pembalap. Di matanya, Diggia kini tampil jauh lebih berpengalaman dan percaya diri. Bagi Nieto, aspek mentalitas seperti ini sangat krusial di dunia balap. Menariknya, grafik peningkatan ini tidak berjalan sendiri; Nieto menyebut skuadnya juga ikut tumbuh bersama sang pembalap di jalur yang positif. Meski saat ini Diggia menjelma sebagai salah satu pembalap paling moncer di kubu Ducati, Nieto menegaskan status tersebut sama sekali tak mengubah komitmen dan dukungan penuh yang dikucurkan pabrikan Borgo Panigale untuk VR46.
“Tidak, tidak seperti itu. Sebagai tim pabrikan, kami selalu mendapatkan dukungan yang sama persis. Tahun lalu pun demikian,” tegasnya.

Sebuah Kesalahan Jika…
Pablo Nieto menegaskan bahwa meski dari luar terlihat ada perubahan, komitmen dan dukungan teknis dari Ducati untuk VR46 sebenarnya tetap sama persis, walaupun pabrikan kini lebih mendengarkan masukan Fabio Di Giannantonio terkait motornya. Meski performa tim sedang menanjak, Nieto enggan sesumbar memikirkan perebutan gelar juara dunia di kompetisi MotoGP yang sangat ketat ini, terlebih dengan adanya ancaman dari Aprilia serta para pembalap Ducati lainnya.
Baginya, fokus pada klasemen saat ini justru menjadi kesalahan besar, sehingga tim memilih fokus melahap balapan demi balapan demi meraih hasil maksimal di setiap akhir pekan. Kendati demikian, ia tak menutup peluang untuk mengevaluasi ulang target juara setelah jeda musim panas atau saat memasuki rangkaian tur luar Eropa nanti, ketika peta persaingan sudah terlihat lebih jelas.

Jadi tersirat jelas bahwa ‘VR46’ menegaskan akan tetap berpegang pada filosofi tim untuk fokus mengamankan poin maksimal di setiap seri. Mereka menilai mengubah arah strategi hanya karena memikirkan kejuaraan adalah sebuah kesalahan, padahal fokus utama seharusnya adalah menyapu bersih 37 poin yang diperebutkan setiap akhir pekan.
Manajemen tim melihat meroketnya performa Di Giannantonio musim ini ditopang oleh tiga faktor utama: persiapan musim yang lebih matang, kuatnya komunikasi dua arah antara pembalap dan tim, serta evolusi positif dari sang pembalap sendiri. Kendati performa mereka sedang menanjak dan Diggia menempati posisi terbaik di antara pembalap Ducati lainnya, VR46 memilih bersikap realistis dengan membidik konsistensi poin demi poin tanpa mau terbebani oleh perebutan gelar juara untuk saat ini.
VR46 Belum Bicara Gelar Meski ‘Diggia’ Jadi Pembalap Terbaik Ducati







