RiderTua.com – Performa kuat Ai Ogura pada race utama hari Minggu di Mugello layak mendapat pujian. Start dari posisi ke-13 yang diatas kertas sangat tidak menguntungkan, namun rider tim Trackhouse Aprilia itu mampu start dengan sangat baik. Dia tampil agresif dan langsung naik beberapa posisi.
“Kali ini saya sangat senang dengan start saya. Cara saya melibas tikungan-tikungan pertama juga bagus. Kecepatan saya lebih baik daripada para pembalap di sekitar saya, terutama di bagian akhir balapan,” ujar rider berusia 25 tahun itu.
Ai Ogura Soal Duel Melawan Marc Marquez: Itu Bukan Duel yang Benar-benar Bersih

Setelah menyalip Fermin Aldeguer (Gresini Ducati), Ai Ogura bertarung melawan sang juara bertahan Marc Marquez (Ducati Lenovo) dan Pedro Acosta (Red Bull KTM) di lap-lap terakhir. Dan puncaknya adalah saat dia duel sengit melawan Pecco Bagnaia untuk memperebutkan posisi ke-3 di last lap. Pecco yang bannya sebenarnya sudah aus tak mau menyerah begitu saja. Juara dunia MotoGP 2 kali itu berhasil melakukan serangan balasan di tikungan terakhir.
“Manuver di lap terakhir patut dicoba. Tetapi sebenarnya saya tahu bahwa kemungkinan besar saya tidak akan naik podium,” ungkap rider asal Jepang itu. Pada akhirnya, Ogura harus puas finis di posisi ke-4 hanya kalah tipis 0,034 detik dari Pecco yang akhirnya berhasil meraih podium di balapan kandangnya di Mugello.
Saat kembali ke pit, Ogura disambut tepuk tangan meriah bahkan manajer tim pabrikan Aprilia Paolo Bonora memuji performanya, “Anda memberikan yang terbaik, fantastis! Balapan yang luar biasa.”

Soal jalannya balapan 23 lap Ogura menjelaskan, “Tiga pembalap teratas benar-benar sangat cepat. Saya rasa saya tidak akan mampu mengimbangi mereka, bahkan jika sejak awal saya berada tepat di belakang mereka di posisi ke-4. Tetapi untuk Marc dan Fermin, saya masih bisa mengikuti kecepatan mereka. Saya bisa menghemat ban saat berada di belakang mereka. Kemudian saya melancarkan serangan pada Fermin ketika saya melihat dia kesulitan.”
“Pembalap seperti Jorge Martin, mungkin akan menghabiskan ban di awal untuk menciptakan gap dengan pembalap di belakangnya. Tapi saya tidak melakukan strategi itu. Semuanya selalu bergantung pada masing-masing pembalap, dan itu adalah strategi mereka. Rencana saya adalah menghemat ban dan menyimpannya untuk menyerang di akhir,” imbuhnya.

Mengenai duel melawan Marc Marquez, Ogura mengatakan, “Itu bukan duel yang benar-benar bersih. Ketika dia melihat saya, dia melepaskan rem. Saya rasa Tikungan 10 di Mugello adalah salah satu titik paling kritis untuk ban depan. Saat itu sudah terlambat bagi saya untuk mengubah keputusan. Saya tidak bisa mengerem lebih keras karena saya bisa terjatuh. Begitu saya melepaskan rem, kami berdua sedikit melebar.”
Usai GP Italia, Ogura kembali ke peringkat 5 dalam klasemen dengan perolehan 92 poin atau hanya tertinggal 11 poin di belakang Pedro Acosta. Sementara itu rekan setimnya Raul Fernandez yang finis ke-8 dalam race utama berada di peringkat 6 dengan mengumpulkan 87 poin.






