Stoner Beri Wejangan Pecco Bagnaia: Anda Tidak Selalu Harus Menang

Casey Stoner RiderTua.com – Casey Stoner berbicara tentang MotoGP dan paruh pertama musim MotoGP 2022: absennya Valentino Rossi, masalah Ducati dan kesalahan Bagnaia. Juara dunia MotoGP dua kali Casey Stoner singgah di Roma untuk berpartisipasi dalam Fair Play Menarini International Award edisi ke-26. Sebuah acara yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran di kalangan anak muda yang mulai berlatih olahraga di tingkat profesional, yang juga dihadiri oleh Federica Pellegrini, Ian Thorpe, Marcelo Bielsa. Pembalap asal Australia itu membahas masalah tiket penonton dan setengah kegagalan Portimao dan Mugello, dengan jumlah penonton yang jauh di bawah ekspektasi. Dia adalah rival bersejarah Valentino Rossi.

Dia menyoroti saat Pecco dule dengan Bastianini dan jatuh, karena saat itu motor Bestia lagi sedang bagus-bagusnya dan motor Pecco masih belum stabil dari awal musim, ” Pecco cepat, mungkin dia hanya harus menerima bahwa dia tidak bisa memenangkan semua balapan dan bahwa pada akhir pekan tertentu dia hanya harus mencetak poin,” kata Stoner, apakah ini artinya main aman saja, sekali waktu?.

Absennya sang legenda dari Tavullia tentu mempengaruhi penjualan tiket pada balapan akhir pekan. Hal ini ditunjukkan oleh fakta bahwa di setiap balapan di tribun warna kuning dan nomor 46 terus mendominasi, seperti yang terlihat di Sachsenring yang indah. “Valentino Rossi pensiun pada akhir tahun lalu, tapi sayangnya dalam beberapa musim terakhir dia tidak cepat, dia keluar dari permainan untuk gelar. Jadi kondisi persaingan tidak banyak berubah tanpa dia..  Pastinya MotoGP telah kehilangan banyak fans yang datang ke balapan untuk melihat Valentino, jadi kita lihat saja apa yang terjadi tahun depan,” kata Casey Stoner dalam pertemuan dengan media di Roma..

Motor Ducati cepat Tapi Tidak Memimpin Kejuaraan

Pada musim MotoGP lalu, juara dunia dua kali itu mengunjungi paddock, khususnya dia menghabiskan waktu di garasi Ducati untuk memberikan nasihat yang berguna kepada Pecco Bagnaia dan Jack Miller. Banyak yang mengharapkan komitmennya sebagai pelatih, namun kondisi kesehatan dan jarak dari keluarga membuat proyek ini tidak mungkin terwujud. Dia membalap dengan ‘Tim Merah’ pada periode 2007-2010, memenangkan gelar juara dunia, kemudian kembali sebagai tes rider, dia tahu lingkungan Ducati dengan baik.

Dari sudut pandang teknis, ini mungkin prototipe terbaik saat ini di grid, tetapi kepemimpinan ada di tangan Fabio Quartararo dan Yamaha. “Mereka (Ducati) memulai dengan banyak kesulitan dan dengan beberapa kesalahan yang dibuat oleh Pecco dan sayangnya mereka kehilangan banyak posisi di kejuaraan.. Menurut pendapat saya para insinyur terlalu fokus pada motornya, bukan pada apa yang diinginkan pembalap… Mereka mencari sesuatu yang spesial yang mungkin bahkan tidak ada… tapi tetap tidak ada motor yang menang tanpa pembalapnya,” katanya kepada Radio Sportiva.

Kesalahan Pecco Bagnaia

Bukan hanya masalah teknis di awal musim, Pecco Bagnaia telah melakukan beberapa kesalahan pribadi yang sangat mempengaruhi klasemen pembalap MotoGP. Satu di atas segalanya di GP Le Mans, saat dia disalip oleh Enea Bastianini. Ketika semuanya berjalan dengan baik (Bagi Bastianini), menjadi sulit bagi siapa pun untuk mengikuti kecepatannya dalam balapan..”

“Pecco adalah pria yang baik, dia memiliki mekanik lama saya (Cristian Gabarrini) dan saya tahu betapa kerasnya dia bekerja. Dia membuat terlalu banyak kesalahan tahun ini, tetapi memang mudah untuk menilai sesuatu dari luar,” katanya merendah…

Casey Stoner melanjutkan, “Saya lebih suka tidak berkomentar lebih jauh. Tapi jelas kecepatan dia ada di sana. Mungkin dia hanya harus menerima bahwa dia tidak bisa memenangkan semua balapan dan bahwa pada akhir pekan tertentu dia hanya harus mencetak poin. Tapi saya tegaskan lagi, dari luar mudah saja mengomentari kesalahan orang lain,” katanya tidak mau terlihat menggurui…

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page