Home Otomotif BYD M6 DM Bisa Melawan Toyota Veloz HEV?

    BYD M6 DM Bisa Melawan Toyota Veloz HEV?

    Mobil PHEV BYD M6 DM
    BYD M6 DM

    RiderTua.com – Setelah diumumkan harganya, mobil baru BYD ini siap menjadi daya tarik di pasar MPV setelah pertama kali diperkenalkan. Tapi karena dijual sebagai MPV ramah lingkungan entry level, M6 DM harus melawan Toyota Veloz HEV, meski keduanya mengusung mesin yang jauh berbeda.

    Daftar Isi

    Mobil Anyar BYD Melawan MPV Hybrid Toyota

    Melihat dari desain BYD M6 DM, jelas model seperti ini bisa dijadikan sebagai mobil ramah lingkungan yang dibanderol terjangkau. Apalagi setelah melihat performa penjualan model BEV-nya yang dirilis tahun lalu, jelas mereka tidak ingin melewatkan kesempatan ini untuk menghadirkan versi PHEV untuk mobil MPV-nya ini. Tentu saja dengan harga yang lumayan terjangkau dari versi BEV, yaitu mulai dari Rp 298 juta.

    BYD M6 DM Moladin
    BYD M6 DM Moladin

    Harganya yang murah ini malah membuatnya harus berhadapan langsung dengan Toyota Veloz HEV, dengan selisih harga termurahnya yang mencapai Rp 5 juta saja. Memang keduanya sama-sama dijual sebagai MPV entry level, hanya saja M6 dan Veloz mengusung teknologi hybrid yang jauh berbeda. Kalau M6 memakai teknologi Dual Mode (DM) yang tergolong sebagai plug-in hybrid, Veloz mengandalkan teknologi full hybrid biasa.

    Mesin bensin yang dipakai BYD M6 DM berkapasitas 1.500 cc, dan ditambah dengan motor listrik mobil bisa menghasilkan tenaga 120 kW dan torsi 210 Nm. Sementara Veloz HEV memakai mesin bensin berkapasitas serupa, hanya saja tenaganya mencapai 111 ps, dan dari mesin bensinnya saja tenaga dan torsinya tembus 91 ps dan 121 Nm. Untuk motor listriknya tembus 80 ps dan 141 Nm, dan torsi yang dimilikinya ini lebih tinggi ketimbang mesin bensin.

    Mobil LMPV Toyota Veloz HEV Hybrid OtoDriver
    Toyota Veloz HEV OtoDriver

    Mobil Murah

    Karena berupa varian termurah, baik Veloz HEV maupun M6 DM dibekali fitur lebih sedikit kalau dibandingkan dengan varian lebih tinggi lagi. Tetap saja, BYD membekali M6 DM dengan cruise control dan kamera belakang, tapi Veloz HEV varian termurahnya hanya mendapat kamera mundur saja. Selebihnya seperti airbag sudah menjadi fitur standarnya, dan ini cukup untuk memberikan mobil yang aman di jalan raya, walau Veloz kekurangan fitur penting yang bisa saja membuatnya setara dengan M6 DM.

    Melihat dari desainnya, keduanya terlihat tidak jauh berbeda dengan versi yang sudah ada, kecuali M6 DM yang punya grille berukuran besar, sementara versi listriknya tidak punya grille. Secara dimensi, BYD M6 DM lebih gede ketimbang Veloz HEV, dan ini bisa memberikannya keunggulan pada kelegaan kabinnya. Apalagi mobil seperti ini biasanya digunakan sebagai mobil keluarga karena bisa memuat banyak orang maupun barang bawaan.

    Mobil PHEV BYD M6 DM kabaroto
    BYD M6 DM kabaroto

    Andalan BYD dan Toyota

    Veloz HEV kini menjadi andalan baru Toyota di pasar mobil hybrid, karena modelnya bisa menjadi alternatif dari Kijang Innova Zenix HEV yang dibanderol lebih mahal. Sementara BYD bisa mengandalkan M6 DM di pasar mobil PHEV yang rata-rata dijual dengan harga lebih dari Rp 400 jutaan atau lebih. Sekaligus sebagai andalan barunya di pasar tersebut mengingat selama ini mereka hanya menjual mobil listrik saja.

    Meski sama-sama model low MPV (LMPV), karena memakai teknologi yang beda jauh jelas keduanya nggak bisa saling melawan satu sama lain. Apalagi Veloz HEV sudah dirakit lokal tapi tidak dengan M6 DM, setidaknya untuk sekarang, karena persiapan produksinya masih terus dilakukan. Dengan begitu, mereka tidak perlu repot-repot mendatangkannya langsung dari luar negeri setelah produksinya dimulai.

    Mobil PHEV BYD M6 DM
    BYD M6 DM

    Karena persiapan inilah, penjualan mobil BYD di Indonesia anjlok dari 4 ribu unit di bulan April menjadi 600 unit di bulan Mei. Jelas mereka sudah tidak bisa menghindarinya, tapi ini yang harus ditanggungnya selama proses persiapannya berlangsung. Mereka bisa memulihkan penjualannya setelah produksinya dimulai, namun belum jelas kapan mereka bisa memulainya, apalagi sebelumnya pabriknya kena kebakaran akibat kelalaian.

    Menyiapkan mobil PHEV pertama disini mungkin nggak begitu mudah bagi merek seperti BYD. Belum lagi mereka harus siap dikeroyok oleh model PHEV lainnya dari merek senegaranya, seperti Chery.

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini