Home Otomotif Ini Mobil Listrik Rp 300 Jutaan yang Dijual di Indonesia, Dari BYD...

    Ini Mobil Listrik Rp 300 Jutaan yang Dijual di Indonesia, Dari BYD Sampai Wuling!

    Penjualan Mobil listrik BYD M6
    BYD M6

    RiderTua.com – Biasanya mobil BEV yang dijual di Indonesia dibanderol lebih dari Rp 500 jutaan, dan ini masih lumayan mahal, sih. Tapi sebenarnya ada banyak model dengan harga Rp 300 jutaan, itupun pilihannya cukup beragam, dari mobil SUV, MPV, sampai city car.

    Daftar Isi

    Banderol Mobil BEV Kini Semakin Murah

    Mungkin ada yang menganggap mobil listrik dijual cukup mahal karena modelnya yang masih diimpor langsung dari luar negeri atau memang karena berupa mobil berkualitas premium. Awal elektrifikasi mobil di Indonesia memang nggak begitu mudah, karena banyak produsen yang kesulitan menjual mobil jenis ini. Sebelum merek mobil luar Jepang seperti Hyundai dan Wuling mulai meramaikan pasar BEV dengan produk unggulannya.

    Mobil listrik GAC Aion UT
    GAC Aion UT

    Kini makin banyak merek yang berani jualan mobil listrik murah disini, dan sebagian besar berupa merek asal China. Seperti GAC Aion yang menjual UT dengan harga Rp 345 juta sampai Rp 395 juta, dan banderolnya ini lumayan terjangkau untuk mobil hatchback seperti UT. Tidak heran kalau UT masih menjadi salah satu hatchback listrik paling dicari di segmennya sampai sekarang.

    Jelas BYD jangan dilupakan kalau membahas soal mobil listrik murah, karena mereka punya Atto 1 yang dibanderol kurang dari Rp 250 jutaan. Ada juga Dolphin trim Dynamic seharga Rp 369 juta dan M6 EV Standard Rp 383 juta, dan memang hanya M6 varian termurah saja yang dibanderol kurang dari Rp 400 juta. Tapi setidaknya M6 masih menjadi andalannya di pasar BEV sampai sekarang dengan penjualan Atto 1 yang terjun bebas.

    Mobil listrik BYD Dolphin
    BYD Dolphin

    Jualan Mobil Murah

    Dari grup Chery ada Omoda E5 Pure seharga Rp 379,9 juta dan Jaecoo J5 EV Premium Rp 309,9 juta, tidak heran mengapa J5 EV laris manis di pasarnya sampai sekarang. Hatchback listrik lainnya yang dijual Rp 300 jutaan yaitu GWM Ora 03 dengan banderol Rp 369 juta, dan kebetulan modelnya menjadi mobil listrik pertama yang dijualnya di Indonesia. Walau J5 EV yang paling populer di pasarnya sampai sekarang dengan total penjualan yang cukup tinggi, setidaknya Ora 03 bisa meramaikan pasarnya setelah sekian lama.

    Merek lainnya sebagian besar hanya menjual satu model BEV murah saja di Indonesia. Seperti Citroen dengan e-C3 yang dibanderol Rp 369 juta, MG S5 EV Rp 333,9 juta-Rp 355,9 juta, dan Polytron G3 Rp 329,5 juta-Rp 373,5 juta. Sementara VinFast punya dua model dengan harga murah, yaitu e34 seharga Rp 320,85 juta dan VF 6 Rp 308 juta-Rp 364 juta (dengan sistem sewa baterai) atau Rp 334,9 juta-Rp 397 juta.

    Wuling Eksion EV Moladin
    Wuling Eksion EV Moladin

    Banyak Pilihan

    Wuling malah punya empat model BEV yang dijual Rp 300 jutaan, terdiri dari Air EV sebesar Rp 307 juta, Binguo EV Rp 318 juta-Rp 363 juta, Darion EV Rp 399 juta, dan Eksion EV Rp 389 juta. Jelas harga yang ditawarkan Darion dan Eksion EV ini merupakan harga varian terendahnya, tapi masih cukup terjangkau untuk model ini. Sementara Air EV punya varian dengan harga lebih murah lagi, dan yang satu ini berupa harga paling mahalnya.

    Mobil listrik Wuling kebanyakan dibanderol cukup terjangkau, tapi kini BYD dan grup Chery sudah merambah pasarnya dengan lini produk unggulannya. Sebagai merek yang mempopulerkan pasar BEV, Wuling sudah tahu bagaimana menyaingi kompetitor senegaranya tersebut. Terlebih mereka sudah lama berjualan mobil di Indonesia, dan mereka tahu bagaimana permintaan konsumen di pasar tersebut.

    Merek Mobil listrik Jaecoo J5 EV
    Jaecoo J5 EV

    Jaecoo benar-benar menguasai pasar mobil listrik hanya dengan satu model saja, tepat ketika mereka dikeroyok oleh kompetitor yang menjual banyak mobil listrik. Meskipun begitu, merek asal China ini masih bisa menahan gempuran kompetitornya, terutama dari BYD yang menjadi lawan beratnya karena memegang pangsa pasar paling besar.

    Sementara BYD belakangan ini kesulitan menjual lebih dari 1.000 unit mobil bulan lalu, dan ternyata ini karena mereka melakukan transisi ke produksi lokal. Jelas mereka nggak bisa menghindarinya, dan mereka harus mempertahankan pangsa tertingginya dari rival di pasarnya.

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini