Franco Morbidelli: Saya Berdarah Brasil, Saya Tahu Cara Menghadapi Situasi Sulit

Monster Energy Yamaha MotoGP RiderTua.com – Franco Morbidelli tertinggal jauh di belakang rekan setimnya Fabio Quartararo di klasemen MotoGP musim ini. Rider asal Italia itu hanya menempati peringkat 19 dengan 25 poin, sementara El Diablo menjadi pemuncak klasemen dengan 172 poin. Sungguh jarak yang sangat jauh. Saat Morbido ditanya, apa perbedaan antara Franco Morbidelli hari ini dengan tahun 2020? “Saya percaya bahwa hari ini Franco Morbidelli masih seorang pembalap. Saya berada dalam periode, di mana saya sangat fokus pada apa yang saya lakukan. Latihan, segala sesuatu tentang motor saya, tim saya, dan performa saya. Itu tidak berarti bahwa saya lebih cepat di trek ketimbang hasil yang ditunjukkan,” jawab pembalap berusia 27 tahun itu.

Franco Morbidelli: Saya Berdarah Brasil, Saya Tahu Cara Menghadapi Situasi Sulit

Apakah situasi ini tidak membuat Franky khawatir? “Tidak, saya pikir sebagai orang berdarah Brasil, saya tahu bagaimana menghadapi situasi sulit. Saya tahu bagaimana tetap berpikir positif ketika ada badai. Saya tahu betul bahwa ini adalah situasi yang sulit karena jika kita seorang pembalap dan kita tidak cukup cepat, maka pasti ada yang tidak beres. Apalagi jika kita punya ekspektasi tertentu berdasarkan pengalaman. Situasinya sulit, sangat sulit,” tegas rider berusia 27 tahun itu.

Apakah Franky merasa frustasi karena performanya jauh dari harapan? “Jadi, kita harus melihat ke arah mana kita akan pergi. Tentu saja saya tidak suka sudut pandang itu, tetapi kami harus bekerja untuk itu, menganalisis segalanya untuk menemukan jalan keluar dari situasi ini,” jawab rider asal Italia blasteran Brasil itu.

Dalam 11 balapan di paruh pertama musim, Franky mencatatkan waktu:

  • Qatar: +16.712 detik dari pemenang
  • Indonesia: +21.115
  • Argentina: Gagal finis
  • AS: +29.319
  • Portugal: +33.354
  • Spanyol: +27.358
  • Prancis: +29.433
  • Italia: +20.296
  • Catalunya: +33.168
  • Jerman; +29.104
  • Belanda: Gagal finis

Jika menilik dari data diatas, apakah Franco mendapatkan suatu kemajuan? “Setelah 11 balapan tidak ada tanda-tanda peningkatan. Itu benar, sayangnya masalahnya tidak berkurang. Termasuk dalam daftar ini adalah balapan di mana segalanya berjalan lebih baik, tetapi mereka selalu dipengaruhi oleh posisi start yang buruk. Itu membuatku mundur jauh. Ada balapan di mana saya bisa bertarung untuk kembali, tetapi ada juga banyak di mana saya kehilangan banyak waktu di lap pertama. Ini bisa menjadi jawaban,” jawab murid Valentino Rossi itu.

Franky melanjutkan, “Ada peningkatan, seperti pada hari Jumat di Barcelona, ​​atau di FP4 di Jerman. Saya yakin bahwa saya tiba-tiba dalam posisi yang jauh lebih baik. Tapi hanya untuk saat itu, tidak di balapan.”

Pada tahun 2020 Morbido berada di level yang sama dengan Quartararo. Rider asal Prancis itu memenangkan 3 balapan, begitu juga Franco. El Diablo menyelesaikan musim di peringkat 8 di klasemen, sementara Franky menjadi runner-up hanya kalah 13 poin di belakang Juara Dunia Joan Mir. Hari ini Quartararo berada di puncak sementara dia di bawah. Sejak kapan gap yang begitu jauh muncul?

“Itu terjadi pada tahun 2021 dimana pembalap dengan motor baru telah meningkat. Saya sibuk mengevaluasi perbedaan antara mesin kami ketimbang mencoba mengeluarkan semua potensi dari motor. Alih-alih menempatkan fokus pada diri sendiri untuk memperbaiki diri. Tetapi saya mendapatkan materi yang sudah berumur 2 tahun dan hanya ada sedikit waktu untuk perbaikan. Tapi saya bisa bekerja lebih baik jika saya mendekati situasi secara berbeda. Juga, saya bisa lebih siap ketika kesempatan datang dengan motor baru,” pungkas Morbidelli.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page