Dovi Akui Perlu Sedikit ‘Kegilaan’ untuk Kalahkan Marquez !

RiderTua.com – Andrea Dovizioso bukanlah orang yang suka pamer, meskipun masuk dalam jajaran pembalap elit di MotoGP. Salah satu pembalap dengan kontrak mewah di kelas MotoGP, runner-up MotoGP belum mengoleksi gelar dunia di kelas premier. Satu-satunya gelar dunia adalah tahun 2004 di kelas 125cc. Namun selama tiga tahun terakhir ini dia adalah satu-satunya pembalap yang mampu mengimbangi performa Marc Marquez, paling tidak peringkat pembalap. Dovi Akui Perlu Sedikit ‘Kegilaan’ untuk Kalahkan Marquez !

Dovi Akui Perlu Sedikit ‘Kegilaan’ untuk Kalahkan Marquez !

Pembalap yang bijaksana dan sangat tertutup, sangat menyukai motorcross. Andrea Dovizioso adalah sosok pembalap dengan wajah seorang pria yang ramah, tetapi mampu meledak ketika keluhan yang diinginkan tidak kunjung datang jawaban dari markas Ducati.

Danilo-Petrucci-Andrea-Dovizioso-MotoGP-Misano-2017

Dovizioso punya semboyan atau motto: ‘Head down and pedal’ yang bermakna mulai terus bekerja dengan cara yang ditentukan dengan tenang .. Itulah semangat yang dilakukan pembalap asal Forli dalam mengejar gelar MotoGP selama bertahun-tahun. Tetapi dengan Marc Marquez, mimpi itu tetap berisiko gagal. “Tentu saja saya bekerja sangat keras untuk menjadi juara dunia,” katanya dilansir motogp.com.

Dovi merasa cukup beruntung bisa menjalani mimpi itu, dia sangat bahagia dengan hidupnya. Dovi melakukan sesuatu yang istimewa di atas motor, tetapi dia merasa melakukannya dengan benar-benar secara ‘normal’. Di rumah dia tinggal dengan teman yang sama seperti ketika dia masih muda, dia suka motorcross, Dovi seorang ayah, dan orang yang “normal”.

Dovi Rasional, Perlu ‘Kegilaan’ Melawan Marc

Mungkin rasa persahabatan yang tinggi dan “Cinta Persaudaraan” yang dimiliki Dovi tampaknya membuat perbedaan antara Andrea Dovizioso dan banyak lawannya. “Sisi mental sangat penting untuk menjadi pembalap yang cepat dan memenangkan perlombaan. Cara Anda mendekati pelatihan, bagaimana Anda mendekati balapan dan bagaimana Anda berurusan dengan orang-orang yang membuat perbedaan. Saya banyak bekerja pada aspek ini”. Begitu banyak rasionalitas..

Dovi akui dia sedikit melakukan “kegilaan” saat balapan.. Mungkin ini satu-satunya kelemahan dalam tantangan melawan Marquez: “Mungkin aku masih terlalu rasional”. tutup Dovi..

Trending Artikel Minggu Ini ( TOP5):

  1. Bocor, Rumor Honda dan Repsol Pecah Kongsi: Di MotoGP, Repsol Honda Menjadi Shell Honda?
  2. Stefan Pierer: Walau Mampu KTM Tak Mau Rekrut Marquez, Dia Tak Mau Motornya Disalahkan!
  3. Agostini: Untuk Kalahkan 15 Rekornya Marquez Harus Tetap di Honda dan Jangan Sembrono!
  4. Bos Ducati-KTM: Motor yang Mudah Tak Lagi Cukup untuk Menangkan Kejuaraan, Sindir Yamaha?
  5. Pernah Start Posisi-35 dan Finis ke-1, Brad Binder Sebut MotoGP ‘Lebih Mudah’?

2 Comments

  1. Mampu mengimbangi apaan, masa kejuaraan ditutup marc dalam 4 race tersisa. Udah gitu jarak poin nya jauh bgt meski di tempat ke 2. Betul, dovi terlalu rasional, kurang gila di sirkuit.

    • imbangi dalam arti… dibanding pembalap lain secara poin kan paling dekat.. kecuali dovi peringkat ke-3..

Leave a Reply