Pembalap Ducati Kok Memuji Motor Aprilia?

Ducati Lenovo Team RiderTua.com – Membahas masalah race dan strateginya, dan sependapat dengan rekan setimnya Pecco Bagnaia, Jack Miller menjelaskan secara rinci mengapa dia harus menyesuaikan gaya balapnya beberapa kali dalam balapan. Sebelumnya rider asal Italia itu mengatakan bahwa dia 3 sampai 4 kali mengubah gaya balapnya selama balapan, menyesuaikannya dengan kondisi terutama tingkat cengkeraman ban. Pecco lebih fokus dan mengandalkan ban belakang di awal balapan dan kemudian fokus pada ban depan saat bahan bakar hampir habis. Bicara masalah ban, Jack Miller kagum dengan kemajuan yang dibuat Aprilia di musim 2022 dibandingkan tahun lalu. RS-GP-22 berhasil kompetitif di semua trek tahun ini, dan Aleix Espargaro hanya terpaut 21 poin di belakang pemimpin klasemen Fabio Quartararo.

Jack Miller: Gaya Balap Berubah dalam Balapan

Apakah setiap pembalap MotoGP melakukan hal itu? “Kita pasti melakukannya, setidaknya sampai batas tertentu. Di balapan MotoGP, cengkeramannya tidak bagus di lap pertama, lalu treknya cukup ‘hijau’, seperti yang kami katakan. Kemudian permukaan hampir sama seperti saat baru dipoles. Tapi begitu tangki menjadi kosong dan lebih ringan dan cengkeramannya menjadi lebih baik, kita bisa memacu lebih kencang. Tapi tentu saja kita tidak ingin terlalu membebani ban belakang. Itulah mengapa kita harus menyesuaikan gaya balap kita dalam balapan, karena keseimbangan motor berubah selama balapan,” jawab JackAss.

Seperti semua rival dan para pengamat MotoGP, Jack Miller kagum dengan kemajuan yang dibuat Aprilia di musim 2022 dibandingkan tahun lalu. RS-GP-22 berhasil kompetitif di semua trek tahun ini, dan Aleix Espargaro hanya terpaut 21 poin di belakang pemimpin klasemen Fabio Quartararo.

Pembalap berjuluk Thriller Miller itu menambahkan, “Aprilia sepertinya selalu bekerja paling baik saat tidak ada grip. Ban mereka tampaknya juga mengalami sedikit keausan. Mereka dapat memutar roda belakang tanpa banyak menderita ban belakang. Itu kesan saya sebagai pengamat luar. Kadang-kadang kita dapat melihat di layar TV betapa bagusnya akselerasi Aprilia dan seberapa baik pembalap menemukan cengkeraman.”

Setelah 7,5 tahun di MotoGP, peringkat 7 dalam klasemen itu tahu persis betapa pentingnya keausan ban di kelas utama. “Itulah mengapa FP4 selalu sangat penting, karena itu adalah tempat terbaik bagi kita untuk menguji kecepatan balapan kita selama 30 menit dengan ban balap bekas,” tegas rider asal Australia itu.

“Tetapi semua sesi latihan bebas lainnya juga penting, kita harus menggunakan ban bekas di sana sebanyak mungkin. Kita harus melahap lap sebanyak mungkin dengan ban bekas sampai kita memahami di mana dan bagaimana kita dapat melindungi ban dengan baik, dengan gaya balap seperti apa, sehingga kita tidak perlu terlalu melambat di paruh kedua balapan. Kita harus berusaha untuk mengurangi ‘keausan’ ban. Paling tidak, kita harus nge-push kembali selama mungkin,” pungkas Miller.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page