Aleix Espargaro: Pole Position Seperti Kemenangan

RiderTua.com – Setelah membukukan waktu terbaik di kualifikasi MotoGP Catalunya, ​​​​Aleix Espargaro menggendong putrinya Mia yang berusia 4 tahun ke Parc Ferme. Sekedar informasi, putrinya itu lahir saat berlangsungnya balapan di Barcelona pada 2018 dengan kelainan jantung. Sehingga pembalap berusia 32 tahun itu mendedikasikan desain helm khusus untuknya. “Saya tidak menikmati sesi kualifikasi terbaik ini karena sangat licin, roda depan saya tergelincir dua kali. Saya beberapa kali berada dalam bahaya, saya benar-benar membalap hingga limit. Tapi saya sangat cepat di dua tikungan terakhir.

Saya sangat senang ketika saya melihat bahwa kami meraih pole position di balapan kandang saya. Saat meluncur melewati garis finis, saya menarik napas dalam-dalam dan berpikir, ‘Kamu tidak jatuh, kamu berhasil!’ Kemudian saya melihat ada di P1, itu seperti meraih kemenangan. Sejauh ini balapan akhir pekan ini sangat bagus,” kata pembalap suami Laura Montero itu. “Saat race kami harus pintar menemukan perpaduan ideal antara kecepatan dan keausan ban,” kata Aleix..

Aleix Espargaro: Meraih Pole Position seperti Merengkuh Kemenangan

Sebuah mimpi masa kecil Aleix Espargaro menjadi kenyataan hari ini. Dia dan adiknya Pol dibesarkan di Granollers, mereka pergi ke sekolah yang berjarak hanya 3 km dari lintasan balap. Setiap hari mereka mendengar suara deru mesin selama 6 hari dan oleh karena itu mereka tidak punya mimpi lain selain menjadi pembalap motor.

Untuk alasan pajak, Aleix dan adiknya Pol tinggal di negara bagian kecil Andorra (2 jam perjalanan). GP Catalunya akan menjadi seperti reuni keluarga seperti setiap tahun. Karena semua keluarga, teman dan kenalan pasti akan hadir disana.

Aleix mencetak waktu terbaik 1:38.742 menit di kualifikasi dengan Aprilia RS-GP, sehingga mengalahkan rekor catatan waktu terbaik yang dibukukan Fabio Quartararo sebelumnya dari tahun 2021 yakni 1:38.853 menit, untuk kedua kalinya setelah FP3.

Aleix mengatakan, “Itu adalah kualifikasi yang sangat sangat sulit. Bahkan saya bisa mengatakan, itu adalah kualifikasi tersulit musim ini karena treknya sangat licin dan sangat panas. Saya tidak yakin saya bisa melakukan catatan waktu yang lebih baik seperti yang saya lakukan di FP3 di pagi hari. Karena waktu di FP3 relatif mudah bagi saya, saya hanya membutuhkan ban belakang soft untuk itu.”

Pembalap Aprilia ini tidak hanya cepat dalam satu lap, lawan mungkin juga tercengang melihat kecepatan balapannya.

Rekan setim Maverick Vinales itu menjelaskan, “Dalam 90 persen balapan MotoGP, pembalap tercepat yang pasti menang. Tapi di Barcelona, belum tentu demikian. Di sini tidak begitu penting bahwa kita yang tercepat. Dalam balapan, yang paling utama kita harus menjaga ban belakang dalam kondisi baik selama menempuh jarak balapan. Itu sedikit bikin frustrasi. Karena kita harus melindungi ban belakang. Selain itu kita tidak bisa begitu saja menarik gas dan mengambil risiko roda slip. Kontrol traksi sangat membantu. Di FP4 saya mencoba set-up elektronik yang berbeda untuk mengetahui berapa lama saya terkendala masalah ban. Kami cukup senang dengan hasil tes ini.”

“Saat race kami harus pintar menemukan perpaduan ideal antara kecepatan dan keausan ban,” pungkas Aleix yang berada di peringkat 2 dalam klasemen dan hanya terpaut 8 poin di belakang pemimpin klasemen Fabio Quartararo. Melihat penampilan Aleix selama 2 hari di GP Catalunya, ada kemungkinan dia bisa mengambil alih tahta klasemen dari rider Yamaha itu.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page