RiderTua.com – Cal Crutchlow dipanggil Honda untuk menggantikan Johann Zarco yang cedera pada seri ke-7 dan ke-8 di Mugello dan Hungaria. Rider asal Inggris itu menghabiskan sebagian besar karier MotoGP-nya bersama Honda. Dia berkompetisi di kelas utama selama 10 tahun dengan rincian 3 tahun pertama bersama Yamaha, 1 tahun dengan Ducati dan 6 tahun di tim LCR Honda. Pada 2020 dia memutuskan untuk gantung helm, lalu menerima job sebagai tes rider Yamaha pada 2021 hingga akhir 2025.
Meski lama tak balapan ditambah juga baru saja pulih dari cedera, Crutchlow tidak ragu untuk menerima tawaran Honda tersebut. Penampilan terakhirnya di MotoGP adalah pada 2023 saat menjadi pembalap wildcard untuk Yamaha di GP Mugello.
Cal Crutchlow: Banyak yang Berubah di MotoGP, Motornya Semakin Berat Jadi Lebih Sulit Dikendarai
Saat Cal Crutchlow ditanya, bagaimana rasanya kembali mengendarai motor MotoGP setelah lebih dari 2 tahun? “Saya hanya bisa berbicara soal Honda, karena saya mengendarai Honda. Motornya luar biasa. Jauh lebih baik dari yang saya perkirakan. Tetapi jika kita berbicara dengan pembalap Honda lainnya, mereka ingin ada peningkatan. Tentu saja, saya juga memberikan pendapat saya untuk membantu mereka,” jelas rider berusia 40 tahun itu.

Lebih lanjut Crutchlow menjelaskan, “Motornya berat, sangat berat, dengan beban aerodinamika mulai dari winglet dan lainnya. Tapi menurutku sebagian besar motor saat ini mungkin rasanya sama seperti itu. Dan jelas, motor ini terasa lebih berat bagi saya karena saya sudah lama tidak mengendarainya.”
“Motor-motor ini luar biasa, tapi bukan berarti mudah dikendarai bahkan menurut saya sekarang jauh lebih sulit dikendalikan daripada sebelumnya. Jika membandingkannya dengan motor 2022, 2023, dan 2024 atau ketika saya masih menjadi tes rider Yamaha, jujur motor-motor ini mirip.”
“Tetapi jika membandingkannya dengan motor 2019 dan 2020, motor-motor ini jauh lebih sulit dikendarai. Dulu hanya ada beberapa winglet depan. Sekarang ada winglet depan, samping, belakang, dan jok, semuanya untuk menghasilkan lebih banyak grip tapi motor juga jadi lebih berat saat handling,” imbuh Papa Willow itu.

Crutchlow juga menyoroti perubahan MotoGP di luar lintasan. “MotoGP secara keseluruhan terus berkembang berkat media, media sosial, dan semua yang berhubungan dengan itu. Saya sudah berusia 40 tahun, jadi saya berada di ‘era’ yang berbeda. Menurutku ini sangat sulit bagi para pembalap karena mereka tidak hanya fokus pada balapan. Kini mereka mendapat begitu banyak sorotan, harus hadir di jumpa pers, dan menghadiri berbagai acara PR (public relation). Sebagian pembalap atau sekitar 50 persen dari mereka hanya ingin balapan. Dan 50 persen lainnya, senang melakukan hal semacam ini karena mereka suka menjadi pusat perhatian,” ungkap Crutchlow.
Cal Crutchlow menilai bahwa MotoGP sekarang jauh lebih modern dan berkembang sangat pesat. Selain itu MotoGP sekarang menjadi semakin populer dan ditonton banyak orang, dari berbagai kalangan dan gender. Tapi di sisi lain, sangat menuntut untuk seorang pembalap.
Uji Coba Krusial di Misano, Cal Crutchlow Comeback di MotoGP Gantikan Zarco!

“Jadi menurutku, MotoGP berada di jalur yang benar. Tapi untuk para pembalap, saya tidak tahu. Menurut saya, apa yang mereka lakukan sekarang sekaligus mencoba untuk fokus pada balapan adalah komitmen yang sangat besar. Itu hanya pendapat saya, tetapi saya yakin sebagian besar dari mereka merasakan hal yang sama. Tapi, ya begitulah,” pungkasnya.
BTW, Crutchlow tidak menyelesaikan race utama di Mugello karena di lap ke-10 tiba-tiba dia merasa ada yang tidak beres dengan bahunya. Akhir pekan ini, dia akan kembali ke trek balap di sirkuit yang baru untuknya yakni Balaton Park Hungaria.






