RiderTua.com – Penjualan mobil di China kelihatan benar-benar mengkhawatirkan, karena sejumlah merek dibuat KO gara-gara kondisi tersebut. Tidak hanya Neta, merek premium yang satu ini juga ikut kena imbasnya meski hanya berjualan mobil mewah saja.
▶Daftar Isi
Pendapatan Dari Penjualan Mobilnya di Bawah Ekspetasi?
Sampai sekarang XPeng masih menjadi salah satu produsen mobil mewah ternama di Indonesia, sekaligus salah satu merek asal China yang datang ke sini. Baru ada dua model yang dijualnya, yaitu G6 dan X9, tapi keduanya sudah disambut baik di segmennya masing-masing. Meski nggak selaris X9, G6 masih tetap diandalkannya dan terjual ratusan unit sejak setahun lalu dirilis.

Sejauh ini mereka terlihat berjualan mobil seperti biasa, tapi tidak dengan kondisinya di China, dimana mereka memperkirakan pendapatan yang didapatnya di Q2 2026 bakal menurun. Artinya jelas kalau pendapatannya bakal menurun dari yang diperkirakan, dan ini merupakan dampak dari melambatnya permintaan mobil listrik di kampung halamannya. Ini sudah tidak bisa dihindari lagi oleh sebagian besar merek di sana, terlebih dengan penurunan penjualan yang terjadi.
Keadaan tersebut muncul setelah insentif mobil listrik sudah tidak lagi diberlakukan sejak awal tahun ini. Otomatis banyak konsumen harus berpikir dua kali sebelum membeli mobil jenis ini, dan ada yang beralih ke mobil hybrid atau PHEV yang dibanderol lebih murah. Memang konsumen sudah nggak punya pilihan lain selain harus membeli mobil lebih terjangkau tapi masih tetap ramah lingkungan.

Hanya Menjual 60 Ribu Unit Mobil
Untuk penjualannya, XPeng hanya menjual 62.682 unit mobil dari bulan Januari hingga Maret 2026, dan hasil ini menurun 33,3 persen dari tahun lalu di periode yang sama dengan 94.008 unit. Selisihnya yang sangat jauh ini menjadi tanda kalau mereka sudah berada di kondisi tidak begitu bagus. Ini sudah menjadi sesuatu yang harus diperhatikan, mengingat penjualannya bakal tidak bisa ditingkatkan lebih lanjut, sementara mobil HEV dan PHEV semakin laris.
Meski begitu, mereka masih memasang target penjualan hingga 100 ribu unit untuk kuartal kedua tahun ini, seakan mereka benar-benar pede bisa bertahan. Kalau dilihat, kondisi merek yang satu ini tidak separah merek lainnya seperti Neta, yang harus melakukan restrukturisasi. Ini membuat penjualan mobil di pasar global terganggu, dan ini terlihat jelas dari bagaimana Neta sudah absen merilis mobil baru di Indonesia.

Banyak Peminat
Sementara di Indonesia, XPeng masih berjualan seperti biasa meski hanya menawarkan dua model saja. G6 tetap menjadi andalannya di pasar SUV mewah dengan catatan penjualan hingga ratusan unit, sementara X9 lebih laris lagi dari G6 meski hasilnya tidak diumumkan. Tetap saja, ini tidak membuat mereka enggan meluncurkan mobil baru lainnya disini, dan mereka sudah menyiapkan model untuk dijual nanti.
P7 menjadi model yang cukup menarik untuk dijual disini, mengingat mobil seperti ini menjadi incaran konsumen karena desainnya yang unik. Tapi karena bukan berupa mobil SUV, belum jelas apakah P7 bisa menjadi model yang cocok dijual di Indonesia atau tidak. Mereka masih menunggu waktu yang tepat untuk menjualnya, jadi untuk sekarang mereka hanya mengandalkan dua model saja.

Kalau dilihat, kompetitornya sudah tidak bisa diragukan lagi, karena mereka harus berhadapan dengan banyak merek ternama di pasarnya. Dari Lexus, BMW, Mercedes-Benz, sampai Denza dan Maxus menjadi lawan yang harus dihadapi, tapi mereka sejauh ini masih bisa berjualan tanpa hambatan apapun. Setidaknya dengan pasarnya yang masih menerima produknya.
Sebenarnya XPeng masih bisa bertahan lebih lama di Indonesia, sih, asalkan mereka punya produk yang menyaingi kompetitornya. Terlebih kondisi pasar di China dengan global jauh berbeda, walau negara ini yang menjadi penyumbang penjualan mobil global tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Kalau penjualannya menurun, penjualan di seluruh dunia juga ikut kena getahnya.






