Francesco Bagnaia: Sirkuit dan Set-up Argentina Mirip dengan Indonesia

RiderTua.com – Francesco Bagnaia: Tata letak atau bentuk sirkuit dan set-up motor Argentina mirip dengan Indonesia… Di Argentina, beberapa tim MotoGP khususnya Ducati dipengaruhi oleh keterlambatan pengiriman barang. Pada hari Kamis, garasi tim Gresini dan VR46 masih kosong. Ada masalah dengan dua jumbo kargo dalam perjalanan dari Indonesia ke Amerika Selatan. Oleh karena itu, semua harus dijadwal ulang mencakup sesi latihan bebas (dua untuk kelas kecil, tiga untuk MotoGP, timesheet gabungan FP1 dan FP2) dan sesi kualifikasi pada hari Sabtu. “Pertama, kami harus menunggu dan melihat apakah kami benar-benar bisa membalap pada hari Sabtu. Belum dapat dipastikan bahwa pesawat kargo akan tiba pada hari Jumat. Itu masih tanda tanya,” kata Francesco ‘Pecco’ Bagnaia.

Francesco Bagnaia: Lay-out dan Set-up Argentina Mirip dengan Indonesia

“Rencana kami adalah menyesuaikan motor dengan trek. Namun saat ini aspalnya berwarna coklat, jadi sangat kotor,” imbuh pembalap pabrikan Ducati itu menunjukkan aspek lain yang tidak boleh diabaikan.

Murid Valentino Rossi itu menambahkan, “Dalam situasi ini selalu lebih baik untuk tidak menguji apa pun, biarkan motor tidak tersentuh dan lakukan putaran untuk menghapus trek dan memahami semuanya dengan lebih baik. Saya yakin ini bukan akhir pekan yang mudah bagi siapa pun. Kami harus beradaptasi secepat mungkin, karena kami memiliki waktu lebih sedikit untuk melakukan itu.”

Setelah dialokasikan karkas ban khusus untuk mengatasi suhu tinggi di Indonesia, di Argentina para pembalap MotoGP setidaknya akan menemukan kembali konstruksi Michelin yang biasa. “Saya senang kami memiliki karkas yang sama seperti tahun lalu. Di trek ini kami perlu memahaminya terlebih dahulu, tetapi saya lebih suka yang baru jadi saya yakin kami akan lebih kompetitif. Tapi pertama kita harus memahami apakah kita bisa membalap disini,” tegas pembalap asal Italia murid VR46 itu.

Strategi Pecco di Argentina

Apa strategi runner-up MotoGP 2021 itu setelah menuai hasil yang mengecewakan dari dua seri pertama (crash di Qatar, finis ke-15 di Mandalika)? Pecco menjawab, “Saya dalam situasi di mana saya harus memulai dari awal untuk menjadi lebih baik dan bergerak maju dari titik itu. Saya sangat berharap kami bisa balapan di sini, karena jika ada satu seri yang dilewatkan, perbedaannya akan lebih besar. Karena itu saya berharap kami tetap balapan disini. Tapi itu yang paling tidak diketahui saat ini. Bisa juga balapan akan dijadwal ulang di kemudian hari. Pada hari Jumat mereka akan mengkonfirmasi apa yang akan terjadi.”

“Sangat penting, segera bekerja dengan baik karena programnya lebih fokus. Untungnya itu tidak terjadi di Austin, di mana kita harus bekerja lebih banyak. Trek ini relatif mirip dalam tata letak dan set-up dengan trek di Indonesia. Jadi saya yakin kami berada di jalur yang benar dengan pekerjaan itu. kita sudah selesai di sana,” pungkas rider berusia 25 tahun itu.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: