Pecco Bagnaia: Tidak Perlu Panik, Bos!

RiderTua.com – Pecco Bagnaia tidak atau belum perlu panik dengan dua seri yang telah dilaluinya. Setelah meraih 4 kemenangan MotoGP dari 6 balapan terakhir musim 2021, Francesco ‘Pecco’ Bagnaia memulai tahun ini sebagai salah satu penantang gelar utama di MotoGP. Kini, setelah finis ke-15 di GP Indonesia, pembalap pabrikan Ducati itu hanya mencetak 1 poin dari dua balapan. Rider berusia 25 tahun itu bahkan tidak berusaha menyembunyikan kekecewaannya. Hanya satu aspek positif yang muncul setelah GP Mandalika. Namun Pecco tidak terlalu khawatir dan panik karena fakta: Tak ada pembalap MotoGP yang mampu mencetak poin penuh dalam dua balapan pertama musim ini. Bastianini tidak dominan, Fabio Quartararo hanya finis di posisi ke-9 di Qatar. Selain itu musim lebih panjang tahun ini dengan 21 seri, dibanding tahun lalu yang hanya 18 seri..

Sepertinya motor GP21 sudah sempurna, sementara pengembangan GP22 masih ‘dalam perjalanan’ ( karena GP21 juga baru sempurna di paruh kedua musim 2021).. Mungkin lompatan teknis motor tahun ini terlalu besar sehingga ada dua kemungkinan: GP22 lebih bagus atau lebih buruk dari GP21.

Pecco Bagnaia Belum Saatnya Panik…

Tidak diragukan lagi, ini merupakan awal musim yang sulit bagi rider murid Valentino Rossi itu. Bagaimana reaksi sang Juara Dunia Moto2 2018 terhadap hal ini? “Pada saat itu kita harus menganalisis banyak hal dan mencoba untuk selalu melihat sisi positifnya. Yang jelas itu tidak mudah,” ujar pembalap asal Italia itu.

“Saya cukup manusiawi dalam hal itu. Ini tentu sesuatu yang memberi saya bahan untuk berpikir sepanjang minggu. Saya tahu diriku sendiri, tetapi saya juga tahu bahwa balapan akhir pekan berikutnya, mulai hari Rabu, saya hanya akan memikirkan bagaimana cara melaju secepat mungkin untuk berada di depan. Saya beruntung dikelilingi oleh orang-orang yang baik di rumah, yang membantu saya baik pelatih saya dan pacar saya,” tegas murid VR46 Academy itu yang tinggal di Pesaro dengan pacarnya Domizia.

Juga pada tahun 2021, kemudian runner-up MotoGP tahun lalu itu membutuhkan beberapa saat hingga mantranya terpatahkan. Meski berhasil 3 kali masuk 3 besar dalam 4 balapan pertama, kemudian Pecco gagal naik podium di paruh pertama musim. Dia bahkan harus menunggu hingga GP Aragon pada September untuk meraih kemenangan perdananya di MotoGP.

Pecco tidak ingin membandingkan situasi musim ini dengan musim lalu. “Tahun lalu saya memulai dengan perasaan yang baik, tetapi saya tidak dapat menjelaskannya secara konkret. Situasinya berbeda, sebelum itu saya mengalami tahun 2020 yang sulit. Tahun ini tujuan kami sepenuhnya berbeda. Saya menjadi runner-up pada tahun 2021 dan kami memasuki musim dengan tujuan untuk memperebutkan gelar, berdasarkan dari hasil tahun lalu. Sayangnya, sekarang hasilnya masih kosong karena fakta mengatakan sebaliknya. Ini adalah awal yang sama sekali berbeda untuk Kejuaraan Dunia dari tahun lalu,” ujar Pecco Bagnaia.

“Satu-satunya aspek positif dari balapan Mandalika adalah perasaan saya sangat baik. Kami sangat cepat dalam pemanasan pada Minggu pagi. Kami sudah siap untuk bertarung. Namun, memang benar bahwa hasil mengatakan sebaliknya. Jadi saya tidak ingin banyak bicara, karena saya tahu ada cukup banyak orang yang siap mengganggu kita dengan komentar negatif mereka. Itu tidak baik,” ungkap Bagnaia merujuk pada kritikan pedas yang terkadang diterima pembalap berusia 25 tahun itu, terutama dari rekan senegaranya di akun media sosial.

Tak Perlu Khawatir

Fakta bahwa tidak ada pembalap MotoGP yang mampu mencetak poin penuh dalam dua balapan pertama musim ini (Bastianini memimpin Kejuaraan Dunia dengan 30 dari kemungkinan 50 poin). Dan bahwa juara bertahan Fabio Quartararo hanya finis di posisi ke-9 di Qatar, sedikit melegakan bagi Bagnaia.

“Fabio finis di urutan ke-9 pada balapan pertama dan sekarang finis di urutan ke-2. Di sisi lain, saya finis di posisi ke-15 di Mandalika setelah gagal finis di GP Qatar. Itu jelas bukan aspek positif. Sangat positif, pada balapan akhir pekan lalu kami banyak bekerja pada diri sendiri dan feeling tahun sebelumnya kembali. Tapi kemudian kami tidak bisa benar-benar mengimplementasikannya, jadi sekarang hal itu hanya omong kosong. Tapi itu satu-satunya aspek yang sedikit positif,” pungkas Pecco.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives