Alasan Ducati Mencopot Spoiler ‘Sendok’ Ban Belakang

RiderTua.com – Alasan Ducati mencopot spoiler atau sendok pada ban belakang… Gigi Dall’Igna memegang jabatan sebagai General Manager di Ducati Corse sejak Oktober 2013. Insinyur asal Italia itu berulang kali meneliti ‘area abu-abu’ dari regulasi teknis dan menggunakannya untuk membuat Kejuaraan Dunia MotoGP heboh dengan inovasi teknis yang diciptakannya. Dalam beberapa kasus, tim lawan tidak punya pilihan selain meniru inovasi Ducati. Misalnya winglet, starting devices (perangkat holeshot) dan rear ride height adjuster.

Namun pada awal 2019 tepatnya di GP Qatar, kemenangan Andrea Dovizioso dan finis ke-6 yang diraih Danilo Petrucci diprotes keras Honda, Suzuki, KTM dan Aprilia karena pabrikan asal Borgo Panigale itu menggunakan rear wheel wing (sendok) yang kontroversial. Dan menurut banyak ahli, ‘spoon’ tersebut dianggap ilegal. Namun perangkat ini tidak dilarang, bahkan kemudian para rival menconteknya. Sekarang Ducati melepas ‘sendok’ itu bahkan di kondisi hujan (sebagai deflektor air) atau panas, yang katanya buat pendingin ban (tyre cooler). Apa alasannya?

Alasan Ducati Mencopot Spoiler ‘Sendok’ Ban Belakang

Ducati mengklaim perangkat itu untuk mendinginkan ban belakang. Tetapi setiap insinyur MotoGP yang setengah paham dapat mengatakan bahwa, perangkat ini sebenarnya menciptakan downforce di roda belakang. Ini dapat diukur dan dibuktikan kapan saja di wind tunnel.

Karena perangkat tersebut tidak boleh digunakan dengan sengaja untuk menghasilkan downforce pada roda belakang sesuai dengan pedoman aerodinamis, pabrikan yang cerdik hanya mengatakan bahwa bagian itu berfungsi untuk mengencangkan lengan ayun, untuk mendinginkan ban belakang atau sebagai pelindung dari air saat hujan.

Saat itu Sebastian Risse menegaskan, “Dengan KTM itu bukan ‘spoiler’, itu benar-benar hanya deflektor (pelindung ban dari cipratan air), seperti yang digunakan Yamaha di GP Valencia 2018. Ini berfungsi untuk mengalirkan air sesedikit mungkin ke ban roda belakang. Untuk menghindari aquaplaning dengan ban slick dan dalam kondisi kering dengan ban slick untuk menghindari pendinginan karena masuknya air.”

Pada Maret 2019, General Manager Ducati Corse, Gigi Dall’Igna meyakinkan Direktur Teknis MotoGP Danny Aldridge bahwa downforce 3 hingga 5 Newton adalah efek samping yang tidak diinginkan dari sayap. “Tapi kita bisa menggunakannya untuk menurunkan suhu ban rata-rata sekitar 7 derajat. Itulah hasil tes kami di Qatar dan itu penting dalam hal performa dan catatan waktu motor kami,” kata Gigi.

Sendok Versi Lama

Pada 2019, seorang teknisi MotoGP mengatakan, “Gigi adalah seekor rubah. Berat part itu mungkin 200 gram saja dan dengan demikian menghasilkan lebih banyak wheel load tanpa aerodinamis. Sayangnya, selama Gigi tidak menyebutkan kecepatan downforce ini tercapai, pernyataannya tidak ada artinya. Pada 0 km/jam, semua aerodinamika tidak memiliki efek. Efeknya meningkat secara kuadrat dengan kecepatan. Saya tidak bisa mengatakan apa efek perangkat seperti itu pada Ducati, tetapi 2 hingga 3 Newton (sekitar 200 hingga 300 gr) pada top speed tampaknya terlalu kecil bagi saya.”

Sebagai perbandingan, 50 hingga 150 Newton (sekitar 5-15 kg) pada top speed adalah perkiraan kasar untuk sayap depan. Yang lebih penting adalah nilai di tikungan keluar, karena di lintasan lurus kita tidak perlu downforce baik di depan atau di belakang. Berapa banyak downforce hadir saat ini tergantung pada tikungan yang sesuai.

Pada musim 2019, setelah protes tersebut gagal, semua pabrikan ‘mencontek’  spoiler roda belakang yang mirip dengan Ducati. Tapi Yamaha hanya melakukannya saat hujan, saat ‘sendok’ itu benar-benar berfungsi sebagai penahan air untuk ban belakang.

Tetapi pada 2019 pembalap pabrikan seperti Johann Zarco dan Marc Marquez sama-sama setuju, “Saat membalap, kita hampir tidak melihat perbedaan.”

Posisi 1 dan 2 di Las Termas 2019 (Marquez finis di depan Rossi) dan di Texas 2019 (Alex Rin finis di depan Rossi) hasil ini dicapai tanpa menggunakan spoiler roda belakang. Dan Marc Marquez memenangkan gelar Kejuaraan Dunia 2019 secara mutlak tanpa rear wheel spoiler/spoiler roda belakang.

Sejak itu tak ada lagi yang menentang perangkat ini. Temuan terbaru Ducati Front Ride Height Device (FRHD) yang digunakan saat tes pramusim 2022 di Sepang dan Mandalika, dikritik habis oleh 5 rivalnya.

Itu sebabnya, hampir tidak ada yang memperhatikan bahwa sekarang Ducati melakukannya tanpa spoiler roda belakang pada Desmosedici GP22, bahkan pada balapan 1 minggu yang lalu di Mandalika, di mana suhu aspal mencapai hingga 64 derajat.

Sejauh musim ini bergulir, spoiler roda belakang hanya terlihat pada Suzuki, KTM dan Aprilia. Tetapi setiap tim dapat melakukan homologasi dua Aero Bodys per musim, jadi kembali ke Ducati bukanlah hal yang mustahil.

“Situasinya agak berubah karena Ride Height Device dan peraturan Aero Check yang baru. Tidak lagi mudah untuk mengakomodasi sayap ‘ sendok’ seperti itu di lengan ayun,” pungkas Sebastian Risse selaku Koordinator Teknis di KTM di kelas MotoGP. 👉 Jadi ternyata sendok itu ‘bertabrakan’ dengan penemuan lain sehingga ditinggalkan..

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives