Otomotif

Ada Aturan LCEV Terbaru, LCGC Tak Dapat Keistimewaan Lagi?

×

Ada Aturan LCEV Terbaru, LCGC Tak Dapat Keistimewaan Lagi?

Share this article
(Moladin)

RiderTua.com – Baru saja pemerintah Indonesia mengeluarkan aturan LCEV (low carbon emission vehicle) terbaru. Aturan ini memberikan pemberian pajak untuk model mobil yang dijual di Indonesia. Sayangnya LCGC tak lagi mendapat keringanan berupa insentif PPnBM seperti dulu. Sehingga produsen otomotif harus mencari solusi lain untuk mencari cara lainnya.

Baca juga: Harga Mobil Wuling Ternyata Sudah Diturunkan!

LCGC Tak Lagi Mendapat Insentif Seperti Dulu

Mobil LCGC pertama kali dihadirkan pada tahun 2013 silam untuk menghadirkan mobil murah bagi masyarakat Tanah Air. Selain itu, dari namanya saja sudah jelas kalau model ini berupa mobil yang rendah emisi, walau masih memakai mesin bensin. Tapi dengan ini, penjualan mobil di Indonesia selama 8 tahun terakhir sudah meningkat lebih jauh.

Namun mulai tahun ini, LCGC akan dipandang sebagai mobil biasa, bukan mobil murah lagi. Dalam aturan LCEV terbaru pada Peraturan Menteri Perindustrian No 36 Tahun 2021, LCGC kini mendapat 15 persen tarif PPnBM dengan dasar pengenaan pajak 20 persen dari harga jual. Otomatis, harga mobil LCGC nantinya akan naik drastis setelah aturan ini disahkan.

Strategi Nissan di Indonesia
(The Car Connection)

Tingkatkan Penjualan EV

Memang ini akan memberatkan produsen roda empat di Indonesia, sebab LCGC sudah lama membantu meningkatkan penjualannya. Tapi apa boleh buat, pemerintah melakukan ini demi meningkatkan penjualan mobil ramah lingkungan. Dengan begitu, tingkat emisi yang dihasilkan bisa berkurang secara bertahap.

Sejauh ini belum banyak model hibrida maupun listrik murni yang dijual di Tanah Air. Tapi dari waktu ke waktu makin banyak produsen yang menghadirkan model ramah lingkungan. Dari mobil hybrid Toyota Corolla Cross, mobil PHEV Mitsubishi Outlander PHEV, sampai mobil listrik murni Lexus UX 300e sudah dihadirkan disini.

Jika LCGC sudah tak bisa diandalkan, maka produsen akan berusaha mencari cara alternatif lainnya. Yaitu menghadirkan mobil ramah lingkungan dengan harga terjangkau, entah itu hibrida atau EV. Tapi setidaknya model jenis tersebut dapat membantu mengurangi emisi yang dihasilkan, sehingga bisa mengarah ke e-Mobility yang ditargetkan oleh pemerintah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page