Rossi: Papa Graziano Orangnya Gokil!

RiderTua.com – Setelah 26 tahun berkecimpung di dunia balap motor, Valentino Rossi memutuskan untuk mengakhiri karir aktifnya di MotoGP. Sebenarnya papanya, Graziano Rossi yang memaksa Rossi terus balapan dan sangat ingin melihat putranya itu masih aktif membalap hingga usia 46 tahun. “Papa, saya 42 tahun sekarang dan telah balapan selama 25 tahun,” kata Rossi saat itu. Lalu seberapa penting peran sang ayah untuk karir juara dunia 9 kali dan pemenang GP 115 kali itu? Seperti diketahui, Graziano adalah pemenang GP 3 kali dan peringkat 3 di Kejuaraan Dunia 1979 di kelas 250cc. “Ayahku adalah pria yang unik… Hal lain yang saya pelajari darinya dan satu yang sangat penting bagi saya adalah, tidak menganggap semuanya terlalu serius. Ini adalah cara yang selalu dia lakukan. Saya belajar itu dari papa,” kata Valentino. 

Rossi: Papa Graziano Orangnya Gokil!

Ketika Rossi ditanya, apakah Papa Graziano adalah ikon baginya? Pembalap berjuluk The Doctor itu menjawab, “Ya, dia sangat penting. Dia adalah tipe orang yang ikonik dalam hidupku. Saya mengendarai motor karena dia adalah seorang pembalap. Dia tidak mendorong saya, tetapi pengaruhnya terhadap saya sangat besar. Saya memperhatikannya dan selalu ingin mengendarai sendiri.”Graziano Rossi - Valentino Rossi

“Ayahku adalah pria yang aneh. Dia orang yang tidak biasa dalam kehidupan nyata,” imbuhnya sambil tertawa.

“Semua komunikasi kami kebanyakan tentang sepeda motor. Dia bukan ayah yang baik, maksudku. Saat aku bersamanya, baginya bermain selalu mengendarai sepeda motor. Dia tidak pernah mengajak saya pergi ke taman dan juga tidak pernah bermain sepak bola dengan saya. Ketika kami menghabiskan waktu bersama, dia akan melihat saya dan berkata, ‘Apa yang kita lakukan sekarang? Ah, saya membuat sepeda motor kecil. Ini dia!” lanjut Vale sambil terus tertawa.

“Ketika saya masih kecil, hal pertama yang saya ingat adalah mengendarai motor di sekelilingnya dan dia berkata, ‘Tidak, tidak seperti itu, kamu harus melakukannya dengan cara itu’.”

Graziano juga pernah mengatakan bahwa Rossi akan terus membalap sampai anaknya itu berusia 46 tahun. “Ya, dia memberikan banyak tekanan ke arah itu. Tapi saya berkata kepadanya, ‘Papa, saya 42 tahun sekarang dan telah balapan selama 25 tahun. Dan papa menjawab, ‘Tidak, kamu tidak boleh berhenti! Apa yang ingin kamu lakukan ketika kamu pensiun?'” kata Vale.

“Hal lain yang saya pelajari darinya dan satu yang sangat penting bagi saya adalah, tidak menganggap semuanya terlalu serius. Ini adalah cara yang selalu dia lakukan. Saya belajar itu dari papa.”

Rossi bilang ayahnya ‘tidak normal’, jadi Mama Stefania mungkin adalah ‘orang normal’ di keluarganya. Graziano bukan ayah Luca Marini. Jadi siapa yang memberi dia bakat turunan? “Di atas kertas akan lebih mudah untuk mengatakan bahwa, bakat saya berasal dari papa. Tapi Luca telah menunjukkan bahwa bakat itu berasal dari mamaku. Jadi mamaku juga tidak terlalu normal. Karena dia pernah menjadi bagian dari hidup papa, jadi mama jelas tidak normal!,” kata Rossi sambil ngakak.

“Ketika Luca mulai mengendarai motor dan menunjukkan bakat dan kecepatan yang baik, saya berkata kepada papa, ‘Jadi, bakat itu berasal dari mama Stefania, bukan dari papa!’ Papa menjawab, ‘Tidak, tidak’. Tapi kita selalu bisa menertawakannya,” pungkas Rossi tak berhenti tertawa.

Related Articles

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives