Inilah Cerita 6 Insinyur Elektronik Ducati yang Membelot ke Suzuki, Honda, KTM dan Yamaha!

RiderTua.com – ECU adalah otak dari motor MotoGP. Magneti Marelli adalah pabrikan ECU yang menyuplai sistem elektronik tunggal di MotoGP mulai 2016. Ducati sudah bekerja sama dengan Magneti Marelli sejak tahun 2003. Bisa dilihat siapa yang lebih jago dibidang elektronik?. Filippo Tosi, José Manuel Cazeaux, Claudio Raina, Andrea Agostini, Michele Gada, Marco Frigierio. Adalah deretan nama-nama insinyur elektronik yang dalam beberapa tahun terakhir meninggalkan Ducati untuk bekerja di berbagai tim MotoGP: Honda, Suzuki, KTM dan Yamaha. Marco Frigerio, adalah transfer terbaru, akan bergabung dengan skuad pabrik Yamaha pada akhir musim 2019 ini. Dan inilah cerita 6 insinyur elektronik Ducati yang membelot ke Suzuki, Honda, KTM dan Yamaha!

Teknologi ECU buatan Magneti Marelli sejatinya tidak secanggih buatan Honda, Ducati dan Yamaha. Karena hal itulah, awalnya Honda menentang keras rencana penerapan ECU yang diseragamkan ini. Marquez dan Rossi sebut pemakaian ECU Magneti Marelli adalah sebuah langkah mundur.

Juan Manuel Cazeaux

Manuel Cazeaux dan Claudio Raina (Suzuki)

Di musim 2015 ECU bikinan Magneti Marelli sudah dipakai di motor Suzuki dan motor lain yang masuk kelas ‘Open’. Tim Suzuki era baru yang dinahkodai oleh Davide Brivio, tahu benar apa yang sangat dibutuhkan tim nya. Manuel Cazeaux, salah satu pelopor elektronik dari Reparto Corse, bergabung dengan tim saat awal berdirinya. Dalam garasi Suzuki ada juga Claudio Raina, mantan insinyur Ducati lainnya.

Filippo Tosi (Honda)

Filippo Tosi adalah orang yang sangat penting bagi Honda dalam meracik komponen mesin RC213V.. Dia bergabung dengan Tim Honda Racing Corporation (HRC) sekitar tiga tahun lalu dan memainkan peran kunci dalam membantu tim untuk menafsirkan unit ECU tunggal Magneti Marelli. Dia sebelumnya pernah bekerja di Magneti Marelli dengan Ducati.

Honda mengalami beberapa kesulitan ketika terbentur pada masalah perangkat lunak atau ECU Magneti Marelli yang wajib bagi semua tim mulai tahun 2016. Insinyur Jepang berusaha keras dan pusing dibuatnya. Namun kedatangan Filippo Tosi memberi cahaya terang dan titik balik buat tim Honda dalam memaksimalkan kinerja RC213V sehubungan dengan ECU Italia itu. Filippo Tosi adalah orang yang berada di balik kemenangan Marquez dan Honda. Filippo Tosi adalah orang yang sedikit bicara alias tidak banyak omong, tapi karyanya lebih besar dan penting bagi Honda.

Honda tahu betul apa artinya memiliki mantan insinyur elektronik dari Ducati. Dalam kasus mereka, ‘sihir’ datang dari tangan Filippo Tosi. Setelah merapat ke Honda, keluhan sektor elektronik tidak lagi terdengar dari pembalapnya, yang kini memimpin kejuaraan ( Marquez).

Andrea Agostini ( KTM)

Andrea telah bekerja di industri otomotif sejak 2005 dengan banyak pengalaman dalam sistem Embedded untuk aplikasi balap, memiliki gelar spesialis dari universitas dalam algoritma kontrol. Fokusnya adalah tentang manajemen sistem Embedded, perangkat lunak Embedded dan proses pengembangan / kontrol algoritma diagnostik, verifikasi dan validasi dan implementasi.

Di Magneti Marelli Powertrain dia memahami proses pengembangan untuk mencapai perangkat lunak tingkat tinggi dan dia memiliki kontak pertama dengan sistem embedded otomotif dan kontrol aktuator mesin.

Di Ducati dia bekerja dengan Mathworks untuk menciptakan proses dan mengembangkan serta menguji perangkat lunak yang disematkan.
Pekerjaan Andrea adalah menciptakan algoritma diagnostik dan recovery algorithms untuk mendeteksi dan mengelola gangguan sensor yang menggabungkan keahlian perangkat lunak tertanamnya, mengontrol pengetahuan algoritma, dan memahami perangkat keras.
Dia memiliki beberapa kolaborasi dengan Universitas Pisa untuk mengidentifikasi dan mengendalikan aktuator dan torsi mesin.
Setelah akuisisi Ducati oleh Audi, Andrea memiliki kesempatan untuk bertukar ide dan pengalaman dengan Audi Motorsport, produksi massal Audi, dan Lamborghini untuk meningkatkan teknologi Ducati.

Kemudian Andrea bergabung dengan proyek McLaren-Honda F1 untuk mengembangkan manajemen elektronik untuk aplikasi F1 yang sangat canggih. Dia sempat bekerja di Honda motor tahun 2016 di Honda R&D Europe (UK) Ltd. – HRD Milton Keynes – Motor Sports Division.

Setelah 4,5 tahun, Andrea kembali ke dunia balap motor memimpin departemen elektronik di KTM Motorport Road Racing pada November 2018..

Michele Gada

Michele Gada dan Marco Frigierio (Yamaha)

Valentino Rossi berpendapat kemunduran Yamaha dalam beberapa tahun karena kalah dari sisi elektronik dari Honda dan Ducati. Yamaha memang punya ahli mantan Ducati- Italia juga. Mereka mendatangkan Michele Gadda dari proyek WorldSBK Yamaha untuk menjadi Kepala Grup Kontrol Elektronik baru yang berbasis di Eropa. Namun Rossi merasa keberadaan masih kurang dalam menyelesaikan kelemahan utama M1.

“(Michele) Gadda orang yang sangat baik. Bagiku, kami banyak berkembang dengannya. Masalahnya adalah kita membutuhkan lima orang Michele Gadda, tetapi kita hanya punya satu!” kata Rossi.

Marco Frigierio

Akhir tahun ini di Yamaha mendatangkan ahli ECU Ducati yang lebih jago lagi, Marco Frigierio dia akan bergabung dengan mantan Ducati lainnya, Michele Gada. Di sana, misinya adalah membuat perubahan dalam manajemen elektronik M1 yang diminta oleh Rossi dan Vinales, untuk kembali ke tingkat daya saing tertinggi. Yamaha adalah yang terakhir dari pabrikan Jepang yang hadir di MotoGP dengan memasukkan insinyur elektronik Italia di garasinya. Tahun lalu Gada pindah ke sana dan telah bekerja dengan Rossi musim ini. Namun karena dirasa kurang Yamaha merekrut ahli ECU yang lebih jempolan lagi..

Frigerio, yang saat ini berada di tim Jack Miller Pramac Racing dengan GP19, mungkin akan menyengat lebih dari dinamika pasar tenaga kerja yang biasa. Karena Marco Frigierio adalah salah satu pakar elektronik pabrikan terkemuka. Apakah dia akan menjadi orang yang mampu membangkitkan daya saing Yamaha.. Kita baru tahu hasilnya musim depan…

Tanggapan Ducati: Insinyur-nya Banyak yang Membelot ke Tim Lawan

“Tentu saja ini adalah sesuatu yang kami inginkan untuk tidak terjadi, tetapi kami memahami itu bukan apa-apa selain dinamika pasar tenaga kerja yang biasa. Orang-orang bebas untuk berganti pekerjaan.” Kata seorang juru bicara Ducati ketika menjawab pertanyaan media tentang insinyur yang dilatih oleh pabrikan Italia yang menyeberang ke tim lawan.

Trending Artikel Minggu Ini ( Top7):

  1. Putaran Mesin M1 Quartararo Ditambah 500 RPM, Ini Kesan yang Dirasakan Saat Balapan!
  2. Ketika Bos Yamaha-Suzuki-Ducati Berceloteh Bagaimana Cara Mengalahkan Marquez !
  3. Takeo Yokoyama: Honda Ciptakan Mesin Monster dan Hanya Marquez yang Mampu Menjinakkan!
  4. Ducati: Pilih Kontrak Marquez atau Membuat Motor yang Kuat? Ini Jawaban Bos Tim Merah!
  5. Kejadian Lucu: Mesin Mati Saat Start, Jack Miller Salah Tekan Tombol OFF !
  6. Kekalahan Menyakitkan Quartararo, Marquez Pelajari Kekuatan El Diablo dan Mengunci di Last Lap!
  7. 5 Rekor Pembalap Termuda Dalam Sejarah Dirobek Marc Marquez, Apa Saja Itu?

Be the first to comment

Leave a Reply