Pecco Bagnaia: GP Thailand, Ducati Kuat di Sektor-1 Tapi Kalah di Sektor-3

RiderTua.com – Setelah melakukan blunder di GP Jepang, Pecco Bagnaia punya motivasi penuh untuk menjalani empat balapan terakhir MotoGP musim 2022. Dalam beberapa hari terakhir, pembalap pabrikan Ducati itu masih kepikiran tentang balapan terakhir dan apa yang terjadi di sekitarnya. Menjelang GP Thailand, Pecco masih sibuk menganalisa masalah Motegi. “Saya masih memikirkannya dan kami menganalisa semuanya hari ini. Kami perlu memahami mengapa saya memiliki begitu banyak masalah dalam akselerasi, mengapa saya kehilangan begitu banyak waktu dibandingkan dengan motor lain. Saya begitu lama terjebak di belakang Pol Espargaro, tidak mungkin untuk menyalipnya. Saya harap kami telah menemukan sesuatu yang akan membantu kami. Motegi adalah akhir pekan yang aneh secara keseluruhan,” ujar pembalap asal Turin-Italia itu.

Pecco Bagnaia: GP Thailand, Ducati Unggul di Sektor 1 Tapi lemah di Sektor 3

Pembalap berusia 25 tahun itu melanjutkan, “Saya tidak bisa nge-push seperti yang saya inginkan karena saya selalu berada di belakang seseorang yang lebih lambat. Ketika saya berpikir tentang jatuh, saya harus mengatakan bahwa saya mencoba untuk berada di depan Fabio (Quartararo). Itu nambah sekitar 1 poin, tetapi akan sangat penting untuk kejuaraan. Sayangnya saya terlalu ambisius pada saat itu, karena saya mencoba menyalipnya dari jauh di belakang. Ketika saya melihat bahwa saya tidak bisa menyalipnya, saya berusaha untuk tidak terbawa suasana. Itu satu-satunya hal positif.”

Mengapa hujan menyebabkan begitu banyak masalah bagi Bagnaia di Jepang pada hari Sabtu? “Hal yang sulit adalah kami hampir tidak melakoni sesi di musim hujan tahun ini. Ketika saya datang ke Jepang, saya tidak nyaman dengan pilihan ban. Dalam situasi ini saya mengalami kesulitan besar. Tapi saya pikir kami punya beberapa ide bagus untuk mendapatkan feeling itu. Jadi itu harus menjadi lebih baik,” imbuh rider murid legenda MotoGP Valentino Rossi itu.

Pecco Bagnaia menuju ke seri MotoGP ke-17 musim ini di Thailand, tertinggal 18 poin dari pemimpin klasemen Fabio Quartararo (Yamaha). Akhir pekan MotoGP di Buriram seharusnya didominasi hujan. Bisakah Michelin bahkan membantu dengan ban hujan?

Rekan setim Jack Miller itu menjawab, “Michelin telah meningkatkan performa ban hujan, yang tentu saja membantu kami. Banyak trek memiliki tingkat cengkeraman yang lebih baik. Saat ban kami spin di lintasan lurus, biasanya karena terlalu panas. Sangat sulit untuk dikendalikan di lintasan basah. Ban soft sangat lunak, dengan medium kita punya cengkeraman yang lebih sedikit yang membuat pemilihan ban menjadi sangat rumit.”

“Pada 2019, di FP3 kami semua menggunakan ban medium di lintasan basah. Dan hasilnya bagus (penampilan terakhir Pecco di Sirkuit Internasional Chang). Tapi saya tidak tahu apakah level grip tetap sama di sini. Tentu saja dalam balapan, jauh lebih sulit ketika kita berada di belakang seseorang ketimbang saat latihan. Seharusnya genangan air di trek ini juga lebih sedikit ketimbang di Jepang,” kata murid VR46 academy itu.

Bagaimana Pecco Bagnaia melihat peluang di Buriram secara umum? “Sektor 1 sempurna untuk Ducati karena hanya ada satu tikungan. Tapi di sisi lain, sektor 3 adalah kelemahan kami. Karena pada 2019 kami kehilangan banyak waktu dari Fabio. Fabio jelas yang tercepat di sana. Tahun ini, paket tersebut akan sedikit membantu kami di bagian ini.”

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: