Miguel Oliveira: ‘Dikhianati’ KTM? Ditolak Ducati, Inilah Kenyataannya!

Red Bull KTM Factory Racing RiderTua.com – Di paruh pertama MotoGP musim 2022, Miguel Oliveira yang dokter gigi (bukan gigi dall’igna) menempati peringkat 10 dalam klasemen. Pembalap asal Portugal itu harus legowo meninggalkan kursinya di tim pabrikan Red Bull KTM, karena untuk musim 2023, pabrikan asal Austria itu telah memilih Jack Miller sebagai rekan setim Brad Binder. Awalnya beredar rumor jika Oliveira akan bergabung dengan Ducati (Gresini), namun akhirnya ada kemungkinan akan mengisi slot di tim WithU RNF yang kini pisah dari Yamaha dan bergabung dengan Aprilia.

Kenapa dia dan KTM tidak semoncer tahun lalu (podium 3 kali termasuk menang sekali)? apakah jika dia tampil bagus tahun ini akan tetap didepak dari KTM?.. Faktanya Oliveira menang sekali musim ini di Indonesia, sementara kontrak Binder sudah disegel hingga 2024, sepertinya terlihat KTM lebih mendengarkan Aki Ajo (Manager Jack Miller). Dan Oliveira menjadi korban hubungan baik itu? karena jelas saat ini Oliveira lebih mengenal KTM RC16 dibandingkan Miller.. Namun apa sebenarnya penyebab penurunan performa KTM? Inilah kenyataanya..

Miguel Oliveira: Inilah Kenyataannya

Sejauh ini, prestasi terbaik Oliveira adalah kemenangan di Mandalika dalam wet race dan finis di tempat ke-5 di balapan kandang di Portimao. Tapi sejak saat itu dia belum pernah melewati posisi ke-9. Dia bahkan selalu finis di urutan ke-9 dalam empat balapan berturut-turut.

“Ada performa tinggi di awal musim. Pertama crash, lalu menang dan mencetak 25 poin dan sekali lagi tidak ada poin di Texas setelah kami mengalami masalah dengan ban belakang. Saya crash di Le Mans, tetapi setelah itu saya secara konsisten mampu finis di 10 besar. Kami ingin mencapai lebih banyak, tetapi ketika kita membalap di limit, selalu berusaha untuk menjadi secepat mungkin dan tidak membuat kesalahan, itu sangat sulit. Tidak ada waktu untuk istirahat,” jelas pemenang GP Mandalika itu.

Oliveira menambahkan, “Saat ini tidak mudah untuk mendapatkan hasil yang baik di seri ini. Semuanya sangat tergantung pada posisi start. Dalam balapan, sangat sulit menyalip dan ketika kita berada di belakang seseorang, ban depan terlalu panas dan tekanan udara meningkat. Faktor-faktor ini menyebabkan balapan yang sangat sulit. Itulah kenyataannya.”

“Saya datang ke balapan untuk memenangkannya. Saya tahu itu biasanya tidak mungkin, tetapi kita harus belajar menghadapi ekspektasi ini. Kami harus melihat di mana posisi kami akhir pekan ini, setelah sesi latihan pertama,” tegas pembalap Red Bull KTM itu.

“Terlepas dari hasilnya, kami tidak menyerah, kami terus memacu. Bahkan jika kami hanya berada di posisi ke-15 atau ke-16 di babak kualifikasi. Tentu saja kami ingin melakukannya dengan baik di balapan. Sulit untuk menerima situasi ini karena saya tahu bahwa saya sebenarnya bisa bertarung untuk posisi yang lebih baik.”

Ban standar adalah topik besar di MotoGP. Beberapa pabrikan bekerja dengan baik dengan ban, yang lain memiliki masalah serius. “Dalam hal cengkeraman, stabilitas dan jarak, ban Michelin saat ini berada pada level yang luar biasa. Tapi terkadang sangat sulit untuk masuk ke area di mana ban bekerja dengan sempurna, terutama dalam hal suhu dan tekanan ban,” lanjut rider asal Portugal itu.

“Terserah pabrikan dan pembalap untuk beradaptasi dengan situasi. Karena kami semua dibekali ban yang sama. Pada banyak balapan akhir pekan, para pembalap mengeluh tentang ban dan kurangnya cengkeraman. Itu karena dalam keadaan tertentu, kita tidak bisa mendapatkan ban ini di area performa yang tepat,” pungkas Oliveira.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page