Diggia: Bestia Bagus Karena Motor?

Gresini Racing MotoGP RiderTua.com – Tidak seperti Darryn Binder (Yamaha), Remy Gardner dan Raúl Fernández (KTM), yang harus beradaptasi dengan mesin yang lebih berubah-ubah seperti M1 dan RC-16, Fabio ‘Diggia’ Giannantonio sadar telah terbantu dalam mempelajarisaat menjadi rookie MotoGP, seperti halnya Bezzecchi (saat ini meroket dengan 55 poin, dan kandidat rookie of the year), berkat performa apik GP21 yang sudah memenangkan sejumlah balapan tahun lalu dan tiga tahun ini. “Saya pikir saya tiba dengan motor yang tepat (Ducati GP21),” ujar Fabio Di Giannantonio..

“Ini (Ducati GP21) adalah paket motor yang bisa memenangkan balapan, seperti yang ditunjukkan tahun ini… gaya balap dan ada juga bagian pertama musim di mana kita harus menemukan pengaturan sendiri pada motor dan membangun semua itu. Ini lebih sulit dibandingkan dengan motor lain yang lebih lembut tapi secara keseluruhan saya pikir saya beruntung dibandingkan dengan Enea yang saat menjadi rookie memakai model 2020 (GP20), karena motor Ducati GP21 adalah motor yang bagus, mungkin lebih mudah daripada GP20. ”

Keunggulan Ducati juga sedikit bergantung pada kemampuan rookie karena Bezzecchi meroket di klasemen dengan 55 poin, sedangkan Di Giannantonio memiliki 18 poin. Kemudian kita bisa bandingkan dengan Darryn Binder dengan sepuluh poin kemudian Gardner dan Fernández dengan masing-masing sembilan dan lima poin. Dengan momen positif ini, pembalap Gresini berharap bisa melanjutkan momentumnya di paruh kedua musim ini.

Perlahan Tapi Pasti

Fabio Di Giannantonio menjalani musim rookienya dengan perlahan tapi pasti. Tetap dengan ketenangannya yang biasa untuk melakoni sepanjang paruh pertama musim ini. Pada awalnya dia melaju dengan sangat hati-hati, dia maju selangkah demi selangkah untuk akhirnya menempati posisi kedua dalam kejuaraan kategori rookie, dengan menjalani sesi kualifikasi yang baik dan penyelesaian poin yang sistematis.

Namun, pada awal tahun, belum ada yang dimenangkan. Dia sakit dan karena itu absen dari hampir semua tes Shakedown sebelum tes Malaysia, pembalap Italia itu tertinggal dari pesaing rookie-nya dan harus membayar mahal dalam enam balapan pertama. Dihadapkan dengan kekuatan dan kecepatam Marco Bezzecchi dan kejutan yang diciptakan oleh Darryn Binder, Di Giannantonio masih menunggu untuk menemukan klik dengan Ducati-nya, yang akhirnya tiba di GP Spanyol. Sejak saat itu dia mulai menemukan kepercayaan dirinya.. . Posisi ke-15 disana dan melanjutkan finish di posisi ke-13 di Le Mans sebelum mengejutkan semua orang dengan mengambil posisi terdepan (Pole) di balapan kandang sendiri, di Mugello.

Namun yang jelas hal ini membuktikan bahwa GP21 adalah motor yang bisa memenangkan balapan, terutama bagi pembalap yang sudah dua tahun di Ducati seperti Bestia.. Dan tinggal menunggu tahun kedua, pasukan muda Ducati merupakan kekuatan yang menakutkan bagi lawan-lawannya ( Diggia dan Bezzecchi)..

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page