Iker Lecuona: Dengan Honda Saya Merasa Seperti Pembalap Pabrikan

Team HRC WSBK RiderTua.com – Sejauh ini, Iker Lecuona berhasil menjalani musim rookie-nya di Kejuaraan Dunia Superbike dengan sangat baik. Bahkan rider berusia 22 tahun itu berhasil naik podium dengan Honda, yang merupakan hal baru baginya. Kini Lecuona menempati peringkat 5 dalam klasemen. Di sisi lain, dia ingin melupakan kenangan buruk saat bergabung dengan KTM MotoGP yang hanya dilakoni selama 1 musim. Setelah berada di tim resmi WSBK dia sekarang bisa merasakan bagaimana menjadi pembalap pabrikan yang sebenarnya.. Meskipun dulu katanya di KTM MotoGP bagai tim satelit rasa pabrikan..

Di Valencia 2019, saat itu Iker Lecuona yang baru berusia 19 tahun melakukan debut di kelas MotoGP. Dia menggantikan Miguel Oliveira yang cedera di KTM Tech3 tetapi gagal finis karena crash dalam balapan. Pada 2020 dia menjadi pembalap reguler di tim balap asal Prancis itu. Setelah 14 balapan, dia menyelesaikan musim dengan hanya mencetak 27 poin di peringkat 20 secara keseluruhan.

Pembalap asal Spanyol itu punya rencana besar untuk 2021, tetapi Lecuona gagal membuat peningkatan yang signifikan. Itu sebabnya dia harus meninggalkan tim di akhir musim, seperti halnya rekan setimnya Danilo Petrucci. Kemudian Lecuona bergabung dengan tim pabrikan Honda di Kejuaraan Dunia Superbike, di mana dia berhasil menunjukkan balapan yang layak sejauh ini. Dia berada di peringkat 6 secara keseluruhan setelah 15 dari 36 balapan musim ini.

Lecuona menjelaskan, “Saya belum siap. Tetapi ketika saya mendapat kesempatan untuk membalap di MotoGP, saya langsung menyambarnya karena kita tidak pernah tahu apa yang bisa terjadi di masa depan. Dalam hal ini, KTM memberi saya kesempatan lalu saya mengambilnya.”

“Saya yakin, jika KTM memberi saya sedikit lebih banyak waktu, saya bisa belajar lebih cepat dan bertarung untuk mencapai puncak. Pada tahun 2021 saya beberapa kali masuk 10 besar. Di Austria saya bertarung melawan Valentino (Rossi), saya finis di urutan ke-6 dalam wet race. Saya juga berada di urutan ke-6 dengan dua lap tersisa di Misano,” imbuhnya.

Tapi kemudian Lecuona crash di Misano. Tahun lalu dia hanya mengumpulkan 39 poin dalam 18 balapan dan hanya cukup untuk peringkat 20 secara keseluruhan.

Lecuona melanjutkan, “Secara umum ini adalah filosofi yang sama sekali berbeda. Di MotoGP, sebagai pembalap kita membutuhkan waktu. Dan dalam kasus saya, saya tidak mendapatkan banyak waktu. Saya masih muda, saya ingin mencapai puncak secepat mungkin, tapi saya membutuhkan lebih banyak waktu.”

“Saya menguji banyak suku cadang baru di KTM. Pada beberapa test ride saya mencoba part yang berbeda karena saya punya feeling yang baik untuk perubahan. Bahkan saya bisa merasakan perubahan kecil pada motor, jadi saya banyak mencoba. Sayangnya, saya selalu sangat terlambat menerima suku cadang ini untuk balapan,” keluh pembalap berusia 22 tahun itu.

“Karena saya bukan pembalap pabrikan, mereka pertama kali memberikan part-part ini kepada rider lain. Ketika pabrikan bergerak, saya adalah orang terakhir yang mendapatkan part untuk lebih dekat dengan motor pabrikan lagi. Itu sangat membuat frustrasi,” jelas Lecuona.

Lecuona membandingkan pekerjaannya di MotoGP dengan WorldSBK. “Saya mendapat dukungan pabrikan di KTM, misalnya para insinyur di pit. Tetapi feeling itu tidak sama dengan yang dimiliki pembalap pabrikan. Sekarang dengan Honda saya merasa seperti pembalap pabrikan. Ini memberi saya sikap yang sama sekali berbeda terhadap pekerjaan.”

Lecuona menambahkan, “MotoGP ada di level lain. Tapi mereka juga motor yang sama sekali berbeda, ini adalah kejuaraan dunia, jadi kita harus bertarung dan terus belajar. Setelah tahun lalu di MotoGP, dengan semua masalah di KTM, saya mengubah filosofi saya. Saya mencoba menikmati setiap momen, untuk menjaga pikiran tetap positif. Sejak itu saya menjadi cepat.”

Mengenai tahun-tahunnya di MotoGP dengan Tech3 KTM, Lecuona mengatakan, “KTM benar-benar buruk bagi saya. Pertama dengan Remy (Gardner) dan Raul (Fernandez), lalu juga dengan Danilo dan saya. Saat itu saya tahu bahwa saya tidak ingin bertahan dengan KTM. Bahkan Raul mengatakan ketika dia masih di Moto2 bahwa dia tidak ingin bergabung ke KTM di MotoGP.”

“Hal ini mungkin membuat pabrikan KTM terlihat sangat buruk, tapi saya tidak peduli. Begitulah hidup, saya sekarang berada di Kejuaraan Dunia Superbike bersama tim pabrikan Honda. Saya pikir saya memilih jalan terbaik,” pungkas Lecuona.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page