Pol Espargaro: Motor Honda Terlalu Panas!

RiderTua.com – Pol Espargaro pada akhirnya harus menyerah dalam balapan karena merasakan sakit pada dadanya di GP Sachsenring. GP Jerman musim 2022 menandai ‘black day’ dalam buku sejarah Honda. Itu adalah balapan pertama sejak GP Spanyol di Jarama tahun 1982, di mana tidak ada satu pun pembalap Honda yang mendulang poin. Kali ini hanya Stefan Bradl satu-satunya dari empat pembalap yang berhasil mencapai garis finis, tetapi finis di urutan ke-16 tanpa poin. Baik Bradl maupun Pol sama-sama mengeluh, bahwa motor Honda-nya tidak dapat dikendarai dengan baik karena terlalu panas. Suhu motor RC213V meningkat saat balapan berlangsung,”Saat balapan kaki saya terasa sangat panas, masalah sudah terjadi sejak tahun 2021 lalu. Balapan yang menyakitkan, di mana saya akhirnya memutuskan untuk menyerah,” kata Pol.. Berarti solusinya harus mendatangkan hujan..? 😁

Pol Espargaro: Motor Honda Kepanasan

Pol Espargaro harus masuk pit setelah 22 lap dan mengakhiri balapan sebelum waktunya. Setelah dua kali crash pada hari Jumat, pembalap berusia 31 tahun itu mengeluh tulang rusuknya sakit sehingga memaksanya untuk berhenti dalam balapan.

“Itu adalah akhir pekan yang sulit, saya sangat kesakitan sepanjang waktu, yang semakin buruk setiap hari. Saya mendapat suntikan sebelum balapan, tetapi panas menyebabkan infeksi menjadi sangat buruk sehingga saya tidak bisa bernapas secara normal,” keluh Pol Espargaro.

Namun cederanya bukan satu-satunya alasan, mengapa pembalap Repsol Honda itu mundur dari balapan. Sama seperti Stefan Bradl, dia harus melawan panas yang meningkat dari RC213V-nya. “Saat balapan kaki saya terasa sangat panas, masalah sudah diketahui sejak saya tiba di Honda dan itu juga terjadi di sini tahun 2021 lalu. Itu adalah balapan yang menyakitkan, di mana saya akhirnya memutuskan untuk menyerah,” ungkap adik Aleix Espargaro (Aprilia) itu.

Mengenai partisipasinya dalam balapan berikutnya di Assen, peringkat 15 dalam klasemen itu mengatakan, “Saya mengalami cedera tulang rusuk setelah crash di Valencia pada tahun 2021. Itu sebabnya saya tahu langkah apa yang harus saya ambil untuk menyembuhkannya. Libur hanya 3 hari memang tidak cukup, tetapi saya akan melakukan segalanya untuk meningkatkan kondisi saya di Assen.”

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page