Enea Bastianini: Masih Banyak yang Harus Dibuktikan

RiderTua.com – Hingga saat ini, Enea Bastianini belum pernah naik podium di Mugello. Setelah meraih tiga kemenangan dalam 7 dari 20 balapan musim ini, pembalap Gresini MotoGP itu tidak bisa lagi dianggap underdog. “Bukan itu, tapi kami masih mencari dari balapan ke balapan. Kami masih harus banyak membuktikan. Kami merayakan tiga kemenangan, tetapi ada juga balapan yang hasilnya biasa-biasa saja. Saya ingin lebih efisien di trek mana pun tanpa membuat terlalu banyak kesalahan,” ujar rider yang menunggangi Desmosedici GP21 itu.

Enea Bastianini: Masih Banyak yang Harus Dibuktikan

Menjelang GP Mugello, Enea Bastianini datang sebagai peringkat 3 dalam klasemen. Mengenai tekanan tambahan, dia mengatakan, “Tidak selalu ada tekanan. Mungkin akan lebih baik di sini. Karena kami balapan di kandang dan ada banyak penggemar Italia dan teman-teman saya bersama kami. Mugello selalu istimewa.”

BTW, selama balapan 3 hari di Le Mans tercatat ada 225.000 penonton di GP Prancis. Dan pada balapan akhir pekan ini di Mugello, diperkirakan jumlah penonton tak sebanyak itu. “Tapi pasti akan ada lebih banyak penonton dari tahun lalu,” kata Bestia sambil nyengir mengingat di ‘balapan hantu’ (balapan tanpa penonton) di Mugello tahun lalu.

Juara Dunia Moto2 2020 itu belum pernah naik podium di GP Italia. “Tidak ada penjelasan teknis untuk ini, hanya belum terjadi. Di Moto3, kita selalu harus berada di slipstream. Pada 2017, di lap kedua saya berada di urutan kedua dari belakang dan di lap terakhir saya hanya di posisi ke-18. Di Moto2 saya berada di peringkat 6 di tahun pertama saya, itu tidak buruk. Balapan dibatalkan pada tahun 2020 dan tahun lalu saya bahkan tidak bisa start,” ujarnya merujuk pada insiden aneh dalam perjalanan ke grid start, ketika dia menabrak bagian belakang Johann Zarco.

Apa yang Bastianini harapkan tahun ini? “Saya memperkirakan balapan yang sulit karena ini bukan hanya tentang kecepatan murni. Kita harus konsisten dan balapan dengan bersih. Saya senang dengan pencapaian Fabio dan Aprilia. Dengan kecepatan tikungan mereka, mereka bisa sangat cepat di sini. Tapi kami di Ducati akan memberikan perlawanan,” jawab rider berusia 24 tahun itu.

Ketika ditanya tentang start-finish lurus sepanjang 1.141 m, sambil tersenyum rider Ducati itu berkata, “Tahun ini akan berbeda bagi saya karena saya mempunyai Rear Ride Height Device. Tahun lalu, saya hanya mendapatkannya di Austria. Tapi saya juga ingin mencoba tapi tidak terlalu banyak.”

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page