Quartararo-Sentris: Yamaha Fokus Fabio, Permintaan Morbi dan Dovi Tidak Digubris

RiderTua.com – Sampai kapanpun Andrea dan Franky mungkin akan kesulitan, kecuali melebur dengan gaya Quartararo.. Yamaha Fokus Quartararo, permintaan Morbi dan Dovi mungkin ‘tidak digubris’ atau tidak diperhatikan, selama bertentangan dengan gaya balap Fabio.. Hal ini wajar karena posisi Fabio adalah mempertahankan gelar dan saat ini memimpin, sumber daya Yamaha dikonsentrasikan 100% untuk dukungan teknis ke El Diablo.. Dovi berujar, “Saya tidak dalam posisi untuk meminta apapun dari Yamaha. Saya hanya bisa meminta bantuan lagi untuk menyiapkan motor. Ketika saya berada di level Fabio saya baru bisa meminta sesuatu”. Senada dengan Dovi, meskipun menjadi pembalap tim resmi, Morbi hampir tidak akan menerima modifikasi yang diperlukan untuk YZR-M1-nya, selama itu bertentangan dengan gaya balap Fabio Quartararo. “Perilaku motor tidak sesuai keinginan saya. Dibutuhkan banyak usaha untuk memacu motor ke arah yang saya inginkan. Ini tidak mudah bagiku seperti yang seharusnya (sesuai gaya balap),” katanya… Quartararosentris, Honda sudah insaf, Yamaha malah semakin ke-Honda-an?

Cobaan berat berlanjut bagi Franco Morbidelli di MotoGP musim ini, setara dengan Andrea Dovizioso, mereka kesulitan dengan Yamaha M1 yang tidak sesuai dengan gaya balap mereka. Di GP Le Mans, pembalap Italia-Brasil itu finis di urutan ke-15 dengan selisih 29 detik dari pemenang (Bastianini). Dalam latihan bebas pada hari Jumat dia alami dua crash, di kualifikasi dia start di tempat ke-19. “Itu adalah balapan yang sulit karena saya start jauh di belakang. Kami tahu bahwa ketika kami tertinggal jauh (dibelakang pembalap), kami kesulitan menemukan jalan kami”.

Dalam tujuh balapan pertama musim ini Franky hanya mencapai 10 besar sekali dan tantangannya mulai berat. Morbidelli diikat kontrak dengan Yamaha yang akan berakhir pada akhir 2023. Meskipun menjadi pembalap resmi, dia hampir tidak akan menerima modifikasi yang diperlukan untuk motor YZR-M1 milik-nya, selama itu bertentangan dengan permintaan sang juara dan pemimpin klasemen Fabio Quartararo. “Motor tidak bergerak sesuai kemauan saya (gaya balapnya).. Dibutuhkan banyak usaha untuk memacu ke arah yang diinginkan. Ini tidak semudah bagiku seperti yang seharusnya”.

Dalam tujuh seri dia hanya mengumpulkan 19 poin, di Prancis Morbi hanya membawa pulang satu poin. “Itu adalah balapan yang sulit karena saya terjebak dikerumunan pembalap.. Sulit untuk bertarung dengan pembalap lainnya. Saya tidak memiliki perasaan yang sempurna dengan bagian depan motor. Itu sebabnya saya tidak bisa membangun kecepatan yang baik di tengah tikungan. Saya tidak bisa berbuat banyak,” katanya. Selama sesi pemanasan dia menemukan beberapa solusi untuk meningkatkan sensasi dengan ban yang sudah terpakai beberapa lap dan finis di posisi ke-11. “Kita harus mencari cara bagaimana menyatukan semua bagian itu,” tambahnya..

Dovizioso Juga Senasib dengan Morbi

Tetapi tidak ada perubahan besar pada motor yang akan datang dari pabrikannya, seperti yang juga ditunjukkan Dovizioso dalam beberapa hari terakhir. Insinyur Yamaha terutama berfokus pada Quartararo dan mereka tidak sepenuhnya salah. Pembalap Prancis itu berada di puncak klasemen sekaligus juara bertahan MotoGP. Harapan untuk mempertahankan kembali gelar juara dunia, “Saya tidak dalam posisi untuk meminta apapun dari Yamaha. Saya hanya bisa meminta bantuan lagi untuk menyiapkan motor. Dan mereka sudah melakukannya. Ketika saya berada di level Fabio saya akan dapat meminta sesuatu,” pungkasnya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page