Joan Mir yang Malang… Keberuntungan Hilang!

RiderTua.com – Nasib malang menimpa Tim pabrikan Suzuki pada balapan akhir pekan MotoGP di Prancis. Mereka gagal mencetak poin, setelah dua ridernya Alex Rins dan Joan Mir crash di Le Mans. Dan bagi Mir, itu adalah DNF (tidak finis) yang menyakitkan secara mental. “Jika Anda ingin memperebutkan gelar juara, Anda harus naik podium secara teratur,” kata Joan Mir usai balapan di Le Mans. Pembalap Suzuki tersebut gagal melakukannya di salah satu dari tujuh balapan pada 2022, membuatnya hanya berada di urutan ke-9 di klasemen MotoGP. Balapan di Sirkuit Bugatti, Minggu, sangat menjanjikan hingga crash.

Kami tidak memiliki keberuntungan yang kami butuhkan saat ini. Kami memiliki beberapa nol poin sekarang, itu terlalu banyak untuk fokus saya pada balapan. Situasi dengan keluarnya Suzuki juga menyebabkan masalah bagi saya…. sangat kuat dalam balapan hingga crash, situasinya sangat menyakitkan secara mental, kata Mir mengakui secara terbuka dalam sebuah wawancara.

Pembalap Spanyol tahu dia memiliki potensi untuk posisi teratas, tetapi segalanya tidak berjalan seperti yang diharapkan. “Jika Anda ingin berjuang untuk kejuaraan, Anda harus berada di podium secara teratur. Saya mencoba sepanjang tahun untuk mengumpulkan semuanya agar berakhir di sana. Dan saya yakin itu akan segera terjadi. Itu juga akan meningkatkan kepercayaan diri.. Saya yakin saya akan dapat lebih menikmati balapan di balapan berikutnya karena gaya balap saya lebih cocok untuk saya di sana,” kata pembalap Suzuki itu.

Sulit Menyalip

“Aerodinamis membuatnya sangat sulit untuk disalip. Anda merasakan lebih sedikit udara tetapi sedikit turbulensi saat Anda membalap di belakang seseorang, vakum menarik Anda dengan sangat. Masalahnya lebih besar di Jerez daripada di Le Mans. Saya bisa lebih dekat dengan lawan saya di Le Mans,” katanya..

Bagaimana Mir ingin kembali ke pertarungan teratas dan bagaimana tim mengatasi akhir pekan setelah keluarnya Suzuki diumumkan? “Kami tidak jauh, tetapi kami telah membuat semua kesalahan yang kami bisa lakukan sejak awal musim. Kami harus tetap optimis dan memberikan hasil yang baik,” kata pembalap berusia 24 tahun itu,

Dia kemudian merujuk ke suasana hati dalam tim yang akan mundur akhir musim ini, “Situasinya tidak mudah bagi kami. Tetapi mereka sangat profesional, jadi kita tidak melihat mereka sebenarnya (terpukul).”

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page