Jika Tekanan Ban Pecco Ilegal, Maka Ada 18 Pembalap Juga Tidak Sah

RiderTua.com – Pecco Bagnaia merayakan kemenangan pertamanya dengan GP22 di MotoGP Spanyol, setelah melakoni awal musim yang sulit. Namun, awal minggu ini dihebohkan dengan masalah tekanan ban Pecco yang turun di bawah batas minimum yang direkomendasikan oleh Michelin selama 25 dari 25 lap balapan di Jerez. “Itu hal yang sudah cukup jelas. Kita menentukan tekanan ban dan mempertimbangkan bahwa ada kemungkinan tidak mencapai nilai ini, jika kita start dari depan. Namun jika kita tertinggal, bisa dipastikan tekanannya akan meningkat. Sulit untuk diprediksi dan di trek panas seperti Jerez, itu adalah pekerjaan yang sulit bagi kepala kru,” tegas rider berusia 25 tahun itu.

Tekanan ban minimum untuk roda depan slick adalah 1,9 bar. “Dan saya menjalani balapan di Jerez dengan terkanan ban antara 1,85 dan 1,89 bar. Jadi itu bukan perbedaan yang besar. Apakah (tekanan ban) kami ilegal? Kalau iya, maka ada 18 pembalap lainnya juga ilegal…” jelas Pecco.

Jika Tekanan Ban Pecco Ilegal, Maka Ada 18 Pembalap Juga Tidak Sah

Ducati langsung membela diri terhadap tuduhan penipuan tekanan ban itu. Pada hari Kamis di Le Mans, tentu saja Bagnaia sendiri juga menanggapi soal isu sensitif tersebut. “Saya membaca, bahwa kemenangan saya ilegal. Tapi itu berarti ada 18 pembalap yang membalap secara ilegal sejak awal musim. Tapi tidak ada yang mendapat penalti. Jadi kami tidak mau membicarakan apa pun,” tegas pembalap asal Italia itu.

Dalam konferensi pers, Pecco juga merujuk pada rekan-rekan sesama pembalapnya. “Jika media bertanya kepada teman-teman yang lain, saya yakin mereka setuju. Karena itu sangat sulit. Lebih mudah dengan ban belakang tapi lebih sulit dengan ban depan. Michelin memberi kita rekomendasi dan saran untuk tekanan ban. Tapi itu tidak wajib dilakukan,” ungkap murid Valentino Rossi itu.

Tekanan ban minimum untuk roda depan slick adalah 1,9 bar. “Dan saya menjalani balapan di Jerez antara 1,85 dan 1,89 bar. Jadi itu bukan perbedaan yang besar,” jelas Pecco.

Tapi apakah Fabio Quartararo dan rekan-rekan lain benar-benar setuju atas pernyataan Pecco? “Saya setuju. Hal yang sama terjadi pada saya di Portimao. Saya pikir saya berada di bawah standart itu untuk seluruh balapan. Itu sulit. Karena jika kita memulai balapan dengan tekanan ban yang terlalu tinggi, balapan kita bisa menjadi sangat buruk atau sangat bagus. Ban belakang jauh lebih mudah dikendalikan, tetapi ban depan sulit. Kami harus menemukan jalan tengah yang tepat dengan Michelin, sehingga tidak ada banyak kesulitan tergantung pada apakah kita slipstream atau sendirian,” tegas Juara Dunia asal Prancis itu.

Sementara itu rider Aprilia Aleix Espargaro mengatakan, “Saya pikir itu hal yang cukup penting. Menurut saya, itu memiliki dampak yang sangat kuat. Ketika saya berada di belakang Jack dan Marc di Jerez, saya kesulitan dengan getaran roda dan berbelok. Saya punya jalur yang jelas. Saya 0,5 detik lebih cepat, bahkan jika saya hanya nge-push setengahnya. Perilaku motor berubah secara dramatis, setidaknya itu yang saya alami. Jadi saya pikir akan adil untuk menetapkan batas. Jadi, semua orang bertarung dengan senjata yang sama.”

Pembalap berusia 32 tahun itu menambahkan, “Tapi itu sangat sulit, baik untuk tim dan untuk Michelin. Karena seperti yang dikatakan Pecco dan Fabio, apa yang kamu lakukan? Bagaimana kita memulai balapan? Bagaimana kita tahu jika ada 3 motor di depan kita. Ini hal yang sulit.”

Marc Marquez menegaskan, “Saya sangat setuju dengan Pecco. Tekanan ban depan yang rendah tidak berarti performa yang lebih baik. Bahkan kadang-kadang lebih buruk.”

“Dengan aerodinamika baru dan filosofi yang sekarang sedang dihadapi MotoGP, lebih sulit untuk menyalip dan lebih sulit untuk balapan di belakang pembalap lain serta lebih kritis untuk tekanan udara di ban depan,” ujar juara dunia MotoGP 6 kali itu.

“Saat kita membalap sendirian, kita menggunakan elemen aero sendiri dan kita tidak memberi banyak tekanan pada ban depan. Jika kita berada di belakang pembalap lain, kita akan kekurangan downforce yang berarti kita akan menambah beban pada ban dan suhu akan naik. Ini semakin kritis setiap tahun. Itu adalah sesuatu yang harus kami perhatikan untuk masa depan, tetapi bukan tekanan ban, itu tergantung pada banyak hal,” imbuh rider Repsol Honda itu.

Johann Zarco juga setuju dengan Bagnaia. Pembalap Pramac Ducati mengatakan, “Itu membuat perbedaan besar jika kita berada di depan atau di belakang. Saya juga tidak memiliki feeling yang baik di Jerez. Saya cukup dekat di belakang Bezzecchi, tapi kemudian saya crash. Jika kita menetapkan batas, maka jangkauannya perlu ditingkatkan menjadi sedikit lebih besar.”

“Michelin membuat rekomendasi karena mungkin mereka mengutamakan keselamatan. Tapi saya pikir kami memiliki beberapa kelonggaran dalam hal keselamatan. Kami harus sangat-sangat aman. Saya rasa, tidak akan pernah mencapai titik itu,” pungkas rider asal Prancis itu.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives