Lin Jarvis: Fabio Quartararo Terbentur ‘Itu’nya Dua Kali..

RiderTua.com – Pada hari Jumat di paddock GP Jerez, Lin Jarvis selaku Managing Director Yamaha Motor Racing telah melakukan kesepakatan dengan manajer Fabio Quartararo Eric Mahe. Juara Dunia MotoGP 2021 itu akan terus bertarung dengan Yamaha M1 1000cc in-line 4-silinder untuk 2 tahun ke depan. Bos balap tim Yamaha asal Inggris itu juga berharap bahwa, pembaruan teknologi saat ini dan yang akan datang mampu mensukseskan pertarungan dalam perebutan gelar dunia.

Meski begitu, Jarvis mengaku jika dirinya tak menyangka El Diablo bisa tampil oke di beberapa balapan terakhir mengingat pembalap asal Prancis itu selalu mengeluhkan M1 yang kurang power. “Setelah tes musim dingin dan balapan pertama, saya terkejut Fabio akan memimpin klasemen setelah 6 balapan. Kami harus berterima kasih kepada Fabio untuk itu,” ujar Jarvis. Dalam gerakan lambat di TV menunjukkan bahwa, organ reproduksi Quartararo tampaknya terbentur oleh roda belakang… “Ya, mungkin dia sudah dua kali mengalaminya (terbentur anu-nya). Manajernya Eric Mahe mengatakan kepada saya,” ungkap Jarvis..

Lin Jarvis: Fabio Quartararo Terbentur ‘Itu’nya Dua Kali..

Pada musim 2021, Fabio Quartararo membukukan 5 kemenangan dan 8 podium sehingga rider berusia 23 tahun itu dinobatkan sebagai Jurdun tahun lalu. Tapi setelah finis ke-9 di Qatar, ke-2 di Mandalika, ke-8 di Argentina dan ke-7 di Texas, banyak yang menyangsikan Fabio bisa mempertahankan gelarnya musim ini. Namun setelah merayakan kemenangan pertama musim ini di GP Portugal dan finis ke-2 di Jerez, harapan pun kembali tumbuh. Seperti Joan Mir (Suzuki) yang hanya memenangkan 1 balapan tetapi berkat konsistensinya dia berhasil meraih gelar dunia pada 2020.

Jelas, Jerez adalah trek yang cocok untuk pembalap Prancis itu. Dia membukukan 4 kali pole position dalam 4 balapan MotoGP dan 2 kemenangan disana. Itu adalah rekor Jerez dari rider Yamaha itu sebelum GP Spanyol 2022.

Dalam sebuah wawancara Lin Jarvis menjelaskan kenapa dia terkejut Fabio mampu memimpin klasemen dan mengapa dia sangat yakin tentang balapan yang akan datang.

Fabio Quartararo berhasil mencetak 45 dari kemungkinan 50 poin dalam dua balapan terakhir. Balapan selanjutnya akan digelar di Le Mans yang menjadi trek favorit Yamaha. Tetapi Yamaha bisa kesulitan di Mugello dan Catalunya yang mempunyai home stretch sepanjang 1 km. Bagaimana pendapat Jarvis? “Ya, di Mugello dan Catalunya akan ada banyak Ducati dan Suzuki yang cepat,” jawab Jarvis.

Jarvis mengungkapkan, “Tapi pada musim 2021 kami bisa cepat di Barcelona. Saat itu Fabio sempat duel melawan Miguel Oliveira. Tetapi saat dia berada di posisi ke-2, ritsleting baju balapnya terbuka dan dia merosot kembali ke posisi ke-6. Setelah itu balapan di Sachsenring, penampilan Fabio sangat oke, dia finis di posisi ke-3. Lalu dia menang di Assen.”

“Akan ada lebih banyak trek balap di mana kami bisa balapan dengan sangat baik. Silverstone juga bagus untuk kami. Namun saya sedikit terkejut, kami memimpin klasemen setelah 6 balapan musim ini. Sebagai juara, saya tidak bisa menyangka situasi ini. Saya khawatir kesulitan kami akan menjadi lebih besar, karena saya pikir rival kita akan lebih konsisten. Tapi di 6 balapan pertama ada banyak pembalap berbeda di depan.”

“Ini artinya kita harus mendapatkan poin sebanyak mungkin di setiap balapan dan harus menghindari kegagalan jika memungkinkan. Di saat yang sama kita juga butuh keberuntungan, seperti yang dialami Joan Mir di Portugal saat ditabrak jatuh oleh Miller,” lanjutnya.

“Kami sukses besar di bawah kondisi teknis yang sulit. Dan itu karena Fabio. Karena dia mampu memanfaatkan potensi M1 dengan maksimal. Crash pada hari Sabtu di Jerez bisa berakibat buruk. Awalnya tampak seperti akhir yang tidak bahagia. Bagi saya sepertinya ban belakang slip di tikungan menjelang garis finis.”

Dan kemudian dalam gerakan lambat di TV menunjukkan bahwa, organ reproduksi Quartararo tampaknya terbentur oleh roda belakang. “Ya, mungkin dia sudah dua kali mengalaminya (terbentur anu-nya). Manajernya Eric Mahe mengatakan kepada saya bahwa, Fabio mungkin terbentur ketika dia terlalu terburu-buru melompat kembali ke motor dan membentur tangki saat melompat di jok,” pungkas manajer balap Yamaha itu.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: