Speed Ducati GP22 Kalah 9 Km/jam dari GP21 di Trek Lurus, Namun Enak di Tikungan

RiderTua.com – Top speed adalah salah satu kelebihan Ducati dan ditakuti lawan-lawannya. Namun anehnya motor versi terbaru GP22 justru semakin ‘lambat’ dibanding predesornya. Luca Marini dan Jorge Martin yang kini menunggangi Desmosedici GP22 terbaru merasakan perbedaan itu.. Masalah yang dialami Jorge Martin di Texas, di mana dia mengeluhkan perbedaan level 8-9 km/jam dibandingkan dengan Ducati milik Enea Bastianini di trek lurus. Meskipun mengakui motor terbaru lebih enak buat menikung, namun kurangnya top speed dibanding versi GP21 mengurangi kelebihan motor, “Tahun lalu top speed adalah keuntungan besar kami,” kata Martin.. Bisa jadi Ducati salah ‘meracik ramuan’ untuk GP22 (belum sempurna atau fix), ingin motor yang lincah ditikungan namun keseimbangan motor malah ambyar, dan sektor yang paling sensitif adalah daya tahan ban.

Ducati GP22 Kalah 9 Km/jam dari GP21 di Trek Lurus

Sementara itu Pecco Bagnaia menjelaskan start buruknya pada 2022.. “Bagian depan motor terasa lebih tinggi dari tahun lalu. Kami memperbaikinya di (Termas) pada sesi pemanasan, dengan keseimbangan yang berbeda, sekarang kami memiliki keyakinan lebih.”

Jorge Martin yang juga geber GP22 mengatakan kelebihan motor adalah jauh lebih mudah dikendarai di tikungan. Tapi top speed menurun, tahun lalu top speed adalah keuntungan besar kami..

Luca Marini Banyak Masalah

Sementara itu pembalap VR46 Luca Marini, selain masalah motor GP22 ditambah lagi dengan terlalu banyaknya masalah di pit: kurangnya keselarasan antara pembalap dan spesifikasi motor terbaru. “Saya selalu kekurangan akselerasi dan kecepatan di trek lurus dibandingkan dengan Ducati lainnya. Kami harus menganalisis dan memahami persis mengapa hal itu bisa terjadi”.

“Saya kalah dari gigi pertama hingga kelima, yang keenam baik-baik saja. Saya sangat tinggi tetapi saya sangat berhati-hati dengan posisi saya di atas motor. Saya tidak berpikir itu tergantung pada tinggi badan. Mungkin ini masalah berat badan, saya mungkin kelebihan bobot 4 atau 5 kg,” pungkas kata rekan setim Marco Bezzecchi itu..

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives