Nah, 20 Persen Pesawat Kargo Jumbo MotoGP Grounded!

RiderTua.com – Pada tahun 1992, promotor kejuaraan dunia asal Spanyol Dorna, mengambil alih hak komersial untuk MotoGP dari asosiasi dunia FIM. GP Argentina merupakan GP ke-499 di bawah asuhan Dorna. Sekarang, untuk pertama kalinya pengiriman logistik tertunda. Sekitar 20 persen pesawat kargo yang saat ini melayani MotoGP dilarang terbang (grounded). Situasi ini memperparah masalah dengan kargo MotoGP yang beberapa saat lalu terjadi kerusakan mesin juga.

Ketika salah satu kargo jumbo ‘terdampar’ di Mombasa pada hari Rabu seminggu yang lalu, sebuah pesawat Boeing yang telah menurunkan kargonya di Tucuman dikirim kembali ke Lombok untuk mengambil peti kargo yang tersisa. Namun pesawat kargo ini juga sempat digrounded di Mombasa saat kembali dari Lombok. Itu sebabnya pada hari Rabu kemarin pesawat ini tidak bisa lepas landas ke Tucuman, di mana dia seharusnya mendarat Kamis siang disana.

Di Termas de Rio Hondo, Carmelo Ezpeleta mengatakan, “Masalah teknis muncul dengan klep di salah satu dari empat mesin. Sementara itu, dua pesawat dari London dan Timur Tengah sedang dalam perjalanan ke Mombasa untuk membawa suku cadang yang dibutuhkan ke Kenya. Mesin akan diperbaiki hari ini. Penerbangan dijadwalkan tiba di Tucuman pada malam hari sebelum pukul 10 malam waktu setempat. Itu sebabnya kami membuat jadwal baru untuk hari Sabtu dan membatalkan latihan hari Jumat.”

Sekarang, tentu saja timbul pertanyaan mengapa kargo tidak diberangkatkan 3 hari setelah balapan di Mandalika?

Namun Carmelo Ezpeleta mengungkapkan masalah pesawat kargo dan logistik yang sudah ada sejak krisis kesehatan.

Bos Dorna itu menambahkan, “Sebagian besar jumbo kargo tidak bisa lagi terbang. Tapi hanya ada 140 pesawat kargo di seluruh dunia yang sesuai dengan kebutuhan kita. Kami tidak bisa mendapatkan jumbo pengganti dalam waktu singkat.”

“Kami telah belajar banyak tentang logistik, selama lebih dari 30 tahun kami menjalankan bisnis ini. Tetapi saat ini tidak ada kemungkinan untuk menemukan jumbo kargo kosong di mana pun dalam waktu singkat. Kami sudah mencoba segalanya dalam 8 hari terakhir. Tetapi hanya ada satu solusi. Kami berharap bahwa mesin akan diperbaiki di Mombasa tepat waktu dan pesawat akan tiba di sini tepat waktu.”

“Di masa depan harus direncanakan dengan matang untuk balapan di luar negeri yang secara geografis berjauhan. Balapan 2 hari (Sabtu dan Minggu) bukanlah solusi dan tidak direncanakan,” kata Ezpeleta.

“Kali ini bahkan kami libur 1 akhir pekan di antara dua seri. Meski demikian, masalahnya tidak bisa dihindari,” tegas pembalap Spanyol itu.

Di musim gugur nanti, 3 seri diadakan pada 3 akhir pekan berturut-turut yakni di Aragon, Motegi, dan Buriram.

“Kami harus belajar menghadapi masalah ini dan menerimanya. Tujuan utama kami sekarang adalah melakukan balapan di Argentina dan kemudian balapan di Texas pada akhir pekan setelahnya,” pungkas bos asal Spanyol itu.

BTW, hal ini juga pernah terjadi di GP Motegi pada 2013 ketika tidak memungkinkan latihan pada hari Jumat. Saat itu hujan deras, kabut tebal, helikopter penyelamat tidak akan bisa naik jika terjadi crash.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives