Luca Marini: Tidak Jatuh dan P-13, Masih Jauh dari Target

RiderTua.com – Luca Marini: Tidak jatuh dan mengumpulkan 3 poin (P13) dengan motor GP22 yang masih bermasalah (elektronik) tidak lantas membuat ‘Maro’ puas.. Rider Mooney VR46 itu mengatakan bahwa, hasil dari balapan pembuka musim di Qatar masih mengecewakan. Meski begitu adik Valentino Rossi itu cukup senang dengan kemajuan yang dicapainya pada race hari Minggu kemarin. Setelah berganti Desmo GP22, Luca Marini berhasil menjadi pembalap tercepat ke-3 pada tes pra-musim di Mandalika. “Podium adalah target realistis musim ini,” tegas direktur tim Alessio ‘Uccio’ Salucci dan manajer tim Pablo Nieto pada presentasi tim resmi beberapa waktu lalu. Untuk itulah Luca dan tim sangat optimis menghadapi balapan musim ini. Masalah yang harus segera diselesaikan adalah setup untuk mempertajam feeling dengan roda depan, yang membuatnya kurang pede saat melibas tikungan..

Luca Marini: Tidak Jatuh dan P-13, Jauh dari Target

Jalannya musim 2022 masih panjang dengan total 21 seri. Tetapi balapan perdana di Qatar merupakan kemunduran besar bagi Marini. Mulai latihan bebas pada hari Jumat, dia mengeluh tentang kurangnya feeling untuk bagian depan, crash parah di Tikungan 1 di FP2 dan kehilangan catatan waktu yang berharga pada motor pertamanya.

Pada hari Sabtu, pembalap berusia 24 tahun itu hanya lolos di posisi ke-17, menempatkan dirinya start di belakang rekan setimnya dan rookie MotoGP Marco Bezzecchi. Namun pada race hari Minggu, ‘Bez’ crash dalam balapan. Sementara Marini finis di urutan ke-13 dan hanya mengumpulkan 3 poin.

Luca Marini mengatakan, “Balapan akhir pekan ini adalah bencana. Saya pikir itu adalah yang terburuk dari seluruh karir saya. Pada hari Jumat dan Sabtu tidak ada yang bekerja dengan sangat baik. Feeling saya pada motor sangat aneh dan saya merasa sangat sulit menikung.”

“Mengingat bagaimana akhir pekan dimulai, saya tidak bisa berharap lebih banyak lagi pada race hari Minggu. Sisi positifnya, setidaknya untuk balapan adalah kami berhasil memecahkan masalah yang kami alami sejak hari Jumat. Kami membuat perubahan dan saya menemukan feeling yang normal dan alami lagi dalam balapan. Saya merasa seperti mengendarai motor lagi, seperti sebelumnya di Indonesia. Itu yang paling penting,” imbuh putra Mama Stefania itu.

Pembalap asal Italia itu menambahkan, “Kami jelas masih tertinggal, terutama dalam hal elektronik, saya masih kehilangan sesuatu. Tapi seperti yang saya katakan, yang penting adalah menyelesaikan balapan, mengumpulkan informasi, mencoba pemetaan dan mencoba memahami. Sehingga kami siap untuk menunjukkan akhir pekan yang normal mulai hari Jumat hingga Minggu di Indonesia, tanpa hal-hal aneh yang terjadi seperti akhir pekan ini.”

Masalah Elektronik

“Kami harus menghadapi masalah baru yang belum muncul di Malaysia dan Indonesia. Itu adalah hal yang sangat aneh, tetapi sekarang mereka tampaknya baik-baik saja. Saya, tim saya, dan Ducati sedikit lebih mengerti setelah balapan pertama, kami harus melanjutkan ke arah ini. Dan di atas semua itu, yang terpenting memperbaiki elektronik untuk meningkatkan performa. Kami harus mengambil langkah besar di Indonesia. Tentu bukan hanya dengan tim saya, tapi mungkin juga bersama Ducati, dengan mesin baru.”

“Jelas kami masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan. Ini adalah motor baru dan saya tahu bahwa Ducati juga melakukan yang terbaik untuk kembali ke tempat mereka tahun lalu dan memiliki motor terbaik di grid. Saya yakin bahwa kita bisa melakukannya.”

“Kami harus bekerja dan tetap tenang, jalannya musim masih panjang. Kita akan sampai di depan. Pembalap lain sangat cepat, tapi saya juga jauh lebih kuat dari tahun lalu. Saya hanya butuh akhir pekan yang normal, mulai hari Jumat hingga Minggu seperti yang lainnya,” pungkas pembalap VR46 Ducati itu.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives