Marco Bezzecchi: Gaya Balapku Mirip Luca Marini

RiderTua.com – Satu minggu lagi, Marco Bezzecchi akan berada di grid MotoGP untuk pertama kalinya di Doha-Qatar. Rookie MotoGP dari tim Mooney VR46 Ducati itu berbicara tentang kesan pertamanya di kelas utama. Pembalap berusia 23 tahun itu tidak mempermasalahkan meski hanya menunggangi Ducati Desmosedici GP21. Di antara pembalap Ducati ada beberapa yang dijadikan contoh.. “Setiap pembalap memiliki gaya balap yang bagus. Pecco, Bastianini, Martin. Tapi Luca juga membalap dengan sangat baik dan saya pikir saya membalap sangat mirip dengan Luca, itu sudah terjadi di Moto2, tidak ada perbedaan besar,” ujar pembalap asal Rimini-Italia itu.

Marco Bezzecchi: Gaya Balapku Mirip Luca Marini

Saat peluncuran tim Mooney VR46 Racing 2022, rekan setimnya Luca Marini berbicara tentang kesulitan yang disebabkan oleh paket teknis yang lebih rendah. Pembalap yang akrab disapa ‘Bez’ tidak peduli dengan hal ini. “Saya tidak melihatnya sebagai kerugian karena tidak dibekali motor terbaru. Saya tidak memiliki pengalaman yang cukup untuk mengendarai motor pabrikan,” jelasnya.

“Bagus bagi saya untuk mendapatkan pengalaman dengan motor tahun lalu, untuk belajar bagaimana mengendarai dan bagaimana menangani ban dan segalanya. Kemudian, ketika saya memiliki lebih banyak pengalaman, saya pasti ingin memiliki motor pabrikan. Tapi saat ini saya merasa baik, saya juga memiliki kesempatan untuk melihat data semua pembalap dan berbicara dengan orang-orang Ducati. Saya pikir saya memiliki paket yang bagus meskipun itu bukan motor pabrikan. Tapi saya rasa, saya juga tidak akan siap untuk menunggangi motor pabrikan. Tidak apa-apa seperti itu,” imbuh murid VR46 Academy itu.

Di antara rekan-rekan sesama Ducatinya, siapa yang suka dijadikannya contoh? “Setiap pembalap memiliki gaya balap yang bagus. Pecco, Bastianini, Martin. Tapi Luca juga membalap dengan sangat baik dan saya pikir saya membalap sangat mirip dengan Luca, itu sudah terjadi di Moto2, tidak ada perbedaan besar,” jawab Marco.

Pembalap VR46 Ducati itu menyelesaikan tes musim dingin di Sepang dan Mandalika sebagai rookie dengan posisi terbaik. Apa yang sejauh ini telah dia pelajari tentang kelas MotoGP? “Kita harus sangat tepat saat memberikan umpan balik, terutama dengan elektronik. Kita juga harus sebersih mungkin saat berburu waktu. Apa yang sangat saya sukai dari Ducati adalah, bagaimana bagian depan berperilaku selama fase pengereman,” kata Bez.

“Yang membuat saya terkesan dibandingkan dengan Moto2 adalah perbedaan antara merek motor. Kita benar-benar dapat melihat di trek, di mana yang satu kalah dan yang lain menang. Sayangnya saya tidak berhasil mengikuti banyak pembalap, tapi saya melihat (Joan) Mir atau Franco (Morbidelli) misalnya. Sangat keren melihat motor lain karena mereka melakukan hal yang berbeda. Levelnya sangat tinggi, itu sangat bagus,” kata Bezzecchi.

Namun secara keseluruhan, Marco menyatakan, “Perubahan dari Moto3 ke Moto2 sulit karena motornya benar-benar berbeda. Ukuran, tangki penuh, ban, itu adalah perubahan yang sangat besar. Di sisi lain, pindah dari Moto2 ke MotoGP tentu saja merupakan perubahan besar karena motornya enam kali lebih bertenaga.”

“Tapi setidaknya kita sudah tahu kira-kira cara kerjanya dengan tangki penuh dan ban berukuran sama, meskipun itu Michelin. Di atas segalanya, kita harus menyesuaikan gaya balap kita dan belajar menyetel elektronik dan segalanya, yang merupakan proses yang panjang. Tapi kita belajar banyak hal di Moto2, setidaknya itu kesan saya. Jadi saya mengalami sedikit kesulitan dibandingkan ketika saya beralih dari Moto3 ke Moto2. Saya belum membawa Ducati mencapai limit, kami sedang mengerjakannya,” pungkas Bez.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: