Franco Morbidelli: Saya Tidak Bodoh!

RiderTua.com – Untuk MotoGP 2022 ini Franco Morbidelli akan mencoba segalanya dan memberikan yang terbaik. Saat ditanya apakah musim ini akan menjadi tahun terbaik bagi dia, Franky menjawab sesuai fakta yang dia alami tahun lalu. Franco Morbidelli melakoni tes IRTA terakhir dengan baik di Mandalika dengan menempati posisi ke-5 secara keseluruhan. Setelah menderita cedera lutut yang berkepanjangan dan masalah kondisi yang terkait dengannya, torehannya ini mengejutkan beberapa pengamat, meskipun tidak semua rider MotoGP mengejar waktu tercepat di 3 hari tes terakhir di Mandalika. “Saya memperkirakan adanya kejutan dari MotoGP tahun ini (Marini, Aleix Espargaro, Rins, Honda dan Suzuki). Musim ini akan menjadi balapan MotoGP yang fantastis,” ujar rider murid VR46 Academy itu.

Franco Morbidelli: Saya Tidak Bodoh!

Pembalap Monster Energy Yamaha itu menjelaskan, “Marini juga tampil mengejutkan di tes Mandalika dengan catatan waktu 1:31,2 menit. Ada banyak pembalap yang sangat kuat. Jadi akan ada banyak kejutan. Aleix Espargaro juga sangat kuat, begitu pula Honda. Kemudian Suzuki, Rins juga sangat-sangat kuat.”

Setelah hasil akhir pencatatan waktu, Juara Dunia Moto2 2017 dan runner-up MotoGP 2020 itu berhenti sejenak, menggelengkan kepalanya dan berkata sambil tersenyum, “Mamma mia! Bagus sekali.”

Ketika Morbido ditanya, bisakah 2022 juga menjadi tahun Morbidelli? “Saya mencoba segalanya, saya memberikan yang terbaik dan melakukan pekerjaan saya dengan cara terbaik. Jika sekarang saya mengatakan setelah apa yang saya lakukan tahun lalu (karena spek motor dan masalah dengan kondisi fisiknya), bahwa tahun ini akan menjadi tahun saya, itu adalah hal yang bodoh. Saya tidak berpikir saya ‘bodoh’, jadi saya tidak akan mengatakannya (bahwa tahun ini adalah miliknya),” jawab Franky.

Pasalnya, setelah meraih 3 kemenangan dan gelar runner-up pada 2020, pembalap berusia 27 tahun itu mengawali musim tahun lalu sebagai salah satu favorit. Namun, dia hanya sekali naik podium dengan Yamaha A-spec M1(spek lama), kemudian merosot untuk waktu yang lama setelah menjalani operasi ligamen dan meniskus pada bulan Juni. Dan akhirnya mengakhiri Kejuaraan Dunia di peringkat 17 secara keseluruhan setelah dipromosikan ke tim pabrikan.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives