Tim Lama, Ancaman Baru: Gresini Ducati

RiderTua.com – Sabtu (15 Januari), Gresini Racing secara resmi akan melakukan presentasi tim MotoGP bersama dua pembalapnya, Enea Bastianini dan Fabio Di Giannantonio untuk musim 2022. Tahun 1997 di kelas 500cc dengan tim Fortuna Honda Gresini dan motor Honda NSR500V serta diperkuat oleh Alex Barros. Gresini adalah tim senior’ di MotoGP. Meskipun sekarang tanpa pendirinya.. Kemudian setelah 7 tahun bekerja sama dengan Aprilia, tim milik mendiang Fausto Gresini itu akan memasuki musim 2022 sebagai tim satelit Ducati. “Babak baru, tantangan baru. Semuanya terlihat bagus, kami sangat menantikannya,” tegas Carlo Merlini. Kita tunggu penampakan motornya tahun ini..

Tim Lama, Ancaman Baru: Gresini Ducati

Proses peralihan dari Aprilia ke Ducati sangatlah tidak mudah dan butuh perjuangan, jelas semakin sulit ketika Fausto meninggal dunia pada Februari 2021 lalu. “2021 adalah tahun yang sangat sulit bagi kami. Dimulai dengan meninggalnya Fausto, yang meninggalkan kami dengan kesenjangan yang sangat besar secara emosional dan profesional,” kata Merlini.

“Kesenjangannya begitu besar, sehingga terkadang kami sempat berpikir bahwa kami tidak akan berhasil. Tetapi keluarga Fausto terutama istrinya Nadia, ingin segera mewujudkan semua proyek, impian, dan warisan Fausto. Dan saya pikir, sekarang semua orang senang melihat Gresini bertahan di paddock. Dukungan di seluruh paddock juga sangat penting bagi kami, terutama dari Dorna, serta para sponsor.”

Gresini Racing hanya mundur dari kelas Moto3. Direktur Pemasaran dan Komersial Gresini Racing itu menambahkan, “Kami masih berpikir, kalaupun Fausto masih hidup, selain proyek MotoGP yang berada di bawah kendali kami lagi, melanjutkan dengan 4 kelas mungkin terlalu banyak. Jadi kami memutuskan untuk menghentikan proyek Moto3. Itu bukan hal yang mudah karena kami banyak menorehkan kesuksesan di kelas tersebut, termasuk memenangkan gelar bersama Jorge Martin pada 2018. Namun untuk alasan strategis, kami ingin bertahan di Moto2. Karena itulah pintu gerbang menuju MotoGP.”

Fabio Di Giannantonio dipromosikan dari tim Moto2 Gresini ke kelas utama. Rookie berusia 23 tahun itu akan menjadi rekan setim Enea Bastianini. Keduanya pernah berbagi garasi Gresini di kelas Moto3 dan saling mengenal dengan baik.

Sementara ‘Diggia’ harus terlebih dulu ‘menemukan jalannya’ di kelas MotoGP, ‘Bestia’ membangkitkan harapan yang lebih tinggi dengan 2 kali finis di tempat ke-3 di musim debutnya. Bastianini mengakhiri musim 2021 dengan 6 kali masuk 10 besar berturut-turut (6-3-6-3-9-8).

“Ini pencapaian yang cukup luar biasa untuk seorang rookie, dan saat itu dia tidak menunggangi motor 2021. Tentu saja, itu memicu banyak antisipasi bagi kami untuk memilikinya di line-up,” tegas Merlini.

Terlepas dari performa yang kuat, Bastianini tidak akan menunggangi Desmosedici GP22 terbaru di tahun kedua MotoGP-nya. Tetapi setidaknya juara dunia Moto2 2020 itu pindah dari GP19 ke GP21 di tes Jerez.

“Dia terikat kontrak langsung dengan Ducati. Dan jika hasilnya tepat, maka saya yakin Ducati akan membantunya. Motor 2021 sangat kompetitif dan kami sangat senang dengan motor itu,” pungkas ‘tangan kanan’ mendiang Fausto Gresini itu.

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives