Pecco Mengakui Debut Bastianini Lebih Bagus!

RiderTua.com – Bintang-bintang Italia mulai bermunculan di MotoGP, mengenai rekan senegaranya, Pecco Bagnaia berujar… “Debut Bastianini lebih bagus ketimbang saya”… Pada 2022, sepertiga dari 24 pembalap MotoGP akan menunggangi motor Ducati. Francesco ‘Pecco’ Bagnaia melihat ini sebagai keuntungan. Pembalap pabrikan Ducati itu mengatakan, “8 motor tentu bukan pekerjaan mudah bagi Ducati. 2 tambahan lagi mungkin tampak kecil, tetapi sebenarnya banyak. Tetapi saya percaya bahwa mereka akan mengelola situasi dengan baik. Ini juga berarti lebih banyak data bagi kami dan ada lebih banyak pembalap yang akan bertanya tentang berbagai hal. Jadi saya percaya itu akan baik untuk kita.” Selain itu, murid VR46 itu juga mengomentari debut pembalap Gresini Enea Bastianini di MotoGP.

Pecco Bagnaia: Debut Bastianini Lebih Bagus Ketimbang Saya

Dalam skuat Ducati terdapat 2 pendatang baru yakni Marco Bezzecchi dan Fabio Di Giannantonio, yang melakukan debut mereka di Desmosedici dalam tes Jerez selama 2 hari pada bulan November lalu. “Mereka membuat kesan yang baik, mereka sudah kuat saat melakukan pengereman,” puji Pecco.

Sebagai murid VR46, Pecco juga sangat senang memiliki rekan Akademi lainnya di Ducati. “Saya sangat senang bersama Luca (Marini) dan Bez (Marco Bezzecchi) di Ducati. Sekarang kami memiliki lebih banyak cerita untuk diceritakan satu sama lain,” ujar Bagnaia sambil tersenyum.

Luca Marini akan menunggangi Desmosedici terbaru di Mooney VR46 Racing Team pada 2022, sementara Bezzecchi akan mengunakan motor 2021 di tahun rookie-nya seperti juga Di Giannantonio. Rekan setimnya di Gresini, Enea Bastianini beralih dari GP19 ke GP21 selama tes di Jerez. Juara dunia Moto2 tahun 2020 itu berbicara tentang kemajuan besar pada motor yang ditungganginya.

Bagnaia yang juga memulai karir MotoGP bersama Pramac Racing pada 2019 dengan motor yang lebih tua, dapat memahami hal itu. “Saya mulai dengan hibrid, motor 2018 dengan beberapa part yang lebih tua. Perbedaannya dengan motor 2020 saat itu sangat besar, saya tidak pernah mengendarai motor 2019,” kenang pembalap berusia 24 tahun itu.

“Tentu itu membuat perbedaan besar, tetapi menurut saya perbedaan terbesar adalah di motor. Di sisi lain, Enea sangat kompetitif dan sangat cepat di tahun pertamanya. Jadi dia lebih cepat terbiasa melakukan hal-hal tertentu, ketika saya membutuhkan lebih banyak waktu,” imbuhnya.

Faktanya, musim debut Pecco di kelas utama sangat sulit. Finis di posisi ke-4 di Phillip Island adalah satu dari hanya 3 hasil 10 besar di tahun rookienya pada 2019. Baru pada tahun 2020 dia berhasil naik podium untuk pertama kalinya di Misano. Di sisi lain, The Bestia langsung 2 kali mendarat di podium pada tahun 2021.

“Pada akhirnya, setiap orang membutuhkan waktu. Enea sangat bagus pada tahun 2021. Saya yakin itu akan terus berkembang kuat dengan motor baru ini, karena motor ini benar-benar motor yang sangat bagus, cepat, konsisten, dan performanya juos.”

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: