Stoner: Pindah Pabrikan adalah Sebuah Seni

RiderTua.com – Pindah pabrikan bagi Stoner seperti sebuah seni menjinakkan motor.. Dalam karir MotoGP-nya, Casey Stoner dua kali membuktikan dengan cara yang mengesankan, bahwa pindah pabrikan tidak menyebabkan kesulitan besar. Pada tahun 2007 rider asal Australia itu memenangkan debutnya bersama Ducati di Qatar, dan merebut gelar pertama dan satu-satunya pabrikan asal Borgo Panigale itu dengan 10 kemenangan dan total 14 podium. Setelah 4 tahun bersama, Stoner pun meninggalkan Ducati. Dia memulai awal yang buruk di Repsol Honda pada 2011. Meski begitu, dia berhasil memenangkan balapan pembuka, total merayakan 10 kemenangan, 16 podium dalam 17 balapan dan merebut gelar dunia keduanya di musim itu. Juara dunia MotoGP 2 kali itu menjelaskan, bagaimana dia berhasil langsung mencapai puncak dalam karir aktifnya dengan merek yang berbeda. Menurut dia pembalap yang harus menyesuaikan dengan motor, bukan motor yang harus banyak diubah.. “Kita sering mendengar banyak pembalap komplain, ‘Motor tidak cocok untuk saya, tidak sesuai dengan gaya balap saya, tidak sesuai dengan apa yang saya inginkan,” kata Stoner… (Artikel ini bukan untuk narasi konten Youtube..!)

Stoner: Pindah Pabrikan adalah Sebuah Seni

Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi perubahan merek di kelas utama. Di mana pembalap mengalami kesulitan yang jauh lebih besar setelah pindah ke merek yang berbeda. Misalnya, Jorge Lorenzo yang gagal pada 2019 di pabrikan Honda. Juga Andrea Dovizioso yang belakangan ini tampaknya terlambat membuat kemajuan setelah comeback ke Kejuaraan Dunia bersama Yamaha.

“Saya tidak bisa melihat ke dalam pikiran mereka, setiap orang memiliki cara dan sistem mereka sendiri,” kata Casey Stoner ketika ditanya tentang dua mantan rekannya di MotoGP.

Kemudian pembalap berusia 36 tahun itu menjelaskan, “Banyak rider yang suka melakukan banyak lap untuk menemukan feeling. Mereka ingin perasaan itu datang dengan cara tertentu. Saya tidak pernah menginginkan itu. Saya tahu bagaimana melaju sangat cepat di hampir semua motor..” (Artikel ini bukan untuk narasi konten Youtube..!)

“Saya pikir yang paling penting adalah saya lebih suka beradaptasi (dengan motor). Kita sering mendengar banyak pembalap mengeluh, ‘Motor tidak cocok untuk saya, tidak sesuai dengan gaya balap saya, tidak sesuai dengan apa yang saya inginkan’. Tetapi apakah kita bisa membuat motor seperti yang kita inginkan, atau kita melakukan apa yang diinginkan motor,” lanjut Stoner.Valentino Rossi- Casey Stoner- LagunaSeca- Corkscrew - 2008

“Setiap motor memiliki aspek positifnya. Setiap orang melaju secara berbeda, setiap orang memiliki kekuatan dan kelemahan. Ini semua tentang kompromi. Kompromi dalam set-up, kompromi dalam bagaimana kita menginginkan motor dan bagaimana ingin dikendarai. Ada banyak aspek dan ada banyak elemen yang membuatnya sulit untuk beradaptasi.”

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page