Stoner Soroti Potensi Bakat Murid VR46 Rossi

RiderTua.com – Setelah 3,5 tahun, Casey Stoner kembali berada di paddock MotoGP untuk pertama kalinya di balapan terakhir musim 2021 di Valencia. Meski begitu, pria berusia 36 tahun itu selalu mengamati dengan cermat perkembangan yang terjadi di lintasan balap. Juara dunia 2 kali itu berbicara tentang talenta paling mencolok di paddock MotoGP. Tak hanya menyebut juara dunia Moto3 Pedro Acosta, tetapi juga seorang murid Valentino Rossi. Stoner juga selalu mengamati perkembangan di kelas Moto2. “Raul dan Remy hebat. Bezzecchi, memiliki kekuatan yang belum kita lihat. Tapi tahun lalu saya melihat ‘sesuatu’ dalam dirinya, sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh pembalap lain di Moto2.” (Artikel ini bukan untuk narasi konten Youtube..!)

Stoner: Acosta Luar Biasa, Bezzecchi Punya Kekuatan yang Belum Dikeluarkan

Mantan rider asal Australia itu melihat ada banyak bakat di kelas kecil (moto3). “Tidak ada yang bisa mengabaikan Pedro Acosta, apa yang dia tunjukkan tahun ini sungguh luar biasa. Dalam 4 balapan pertama, dia sangat mengesankan. Dia juga menunjukkan tingkat kedewasaan yang tinggi untuk anak laki-laki seusianya, itu fantastis untuk ditonton,” ujar Stoner tentang bintang muda Red Bull KTM Ajo itu.

Sebagai pengingat, juara dunia Moto3 Pedro Acosta memulai musim dengan awal yang cemerlang saat berusia 16 tahun, dengan finis di posisi ke-2 dan merayakan 3 kemenangan. Belum pernah seorang pembalap berdiri di podium 4 kali berturut-turut dalam 4 balapan Kejuaraan Dunia pertamanya. (Artikel ini bukan untuk narasi konten Youtube..!)

“Garcia juga bagus, tapi kemudian dia mengalami cedera di Austin,” kata Stoner, mengacu pada peringkat 3 di Kejuaraan Dunia Sergio Garcia (GASGAS), yang akan tetap berada di kelas Moto3 untuk 1 tahun lagi. Di sisi lain, Acosta naik ke Kejuaraan Dunia Moto2 dengan mengantongi gelar dunia.

“Masih ada beberapa rider yang belum saya sebutkan. Tetapi pada saat yang sama, hanya karena kita cepat di Moto3 tidak berarti kita harus langsung naik ke kelas berikutnya. Secara pribadi, saya memiliki lebih banyak masalah di kelas yang lebih kecil ketimbang di MotoGP,” imbuh pemenang GP 45 kali (38 kali di MotoGP, 5 kali 250 cc, 2 kali 125 cc).

Moto2: Bezzecchi

Stoner juga melihat perkembangan di kelas Moto2. “Tahun ini (Raul) Fernandez, Remy (Gardner) juga melakukan pekerjaan yang fantastis. Keduanya hebat. Dan Bezzecchi, saya pikir dia memiliki sedikit kekuatan yang mungkin belum kita lihat atau tidak cukup tahun ini. Tapi tahun lalu saya melihat ‘sesuatu’ dalam dirinya, sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh pembalap lain di kategori ini.”

“Saya senang melihat apa yang bisa dia lakukan di MotoGP, dengan motor yang lebih besar dan tenaga yang jauh lebih besar,” lanjut pembalap asal Australia itu mengenai murid Rossi, Marco Bezzecchi yang akan melakukan debut MotoGP di VR46-Ducati tahun depan setelah menempati peringkat 3 di Moto2.

Total, ada 5 rookie MotoGP pada tahun 2022. Selain 3 teratas Kejuaraan Dunia Moto2 yakni Gardner, Fernandez dan Bezzecchi, ada Fabio Di Giannantonio dan Darryn Binder juga berani naik ke kelas utama. Terutama Darryn yang bahkan langsung dari kelas Moto3.

Stoner menambahkan, “Tetapi sangat sulit untuk memprediksi masa depan. Kami melihat banyak talenta muda yang bagus, tetapi seiring kemajuan mereka bertarung dalam berbagai aspek. Ini dunia yang sulit dan persaingannya sangat ketat.”

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page