Kenapa Trek Tersulit Marquez Justru Bisa Menang?

RiderTua.com – Kondisi Marc Marquez infonya kini masih 80%, namun faktanya dia bisa menang seri lagi. Panas, gundukan yang tak terhitung jumlahnya, dan 20 lap dari 20 tikungan, sangat menuntut fisik di Grand Prix di Circuit of the Americas (COTA) dengan panjang 5,5 km. GP Texas adalah salah satu yang paling sulit dan menuntut fisik di kalender MotoGP. Dan bagi rider Repsol Honda itu, Austin menuntut segalanya. Pembalap berusia 28 tahun itu sempat hampir jatuh di lap ke-17. “Ya, itu adalah balapan yang sulit, terutama karena lintasan bergelombang,” ujar Marc setelah kemenangannya yang ke-58 di MotoGP, dan yang ke-7 dari 8 balapan di Austin. Tapi kenapa justru dia bisa menang di trek paling sulit dalam kalender MotoGP ini? Berikut trik Marquez menjinakkan Austin..

Kenapa Trek Tersulit Marquez Justru Bisa Menang?

Ini adalah kemenangan Honda pertama di Texas sejak 2018 (Marc Marquez), dan 19 dari 25 balapan kelas utama di AS sejak awal era 4-tak MotoGP pada tahun 2002. Yamaha berkompetisi dalam 9 balapan di Texas dan tidak pernah menang. Tapi setelah Valentino Rossi (2017 dan 2019), Maverick Vinales (2018) dan Jorge Lorenzo (2016), Fabio Quartararo adalah pembalap Yamaha ke-5 berturut-turut finis di tempat ke-2.

Rekor Marc Marquez di Amerika hampir sempurna. Dia telah menyelesaikan 12 balapan Kejuaraan Dunia di ketiga kelas di Amerika Serikat, dan memenangkan 11 balapan di antaranya. Satu-satunya kegagalan yakni pada 2019 karena crash.

Setelah 3 lap, Marquez unggul 0,446 detik dari Quartararo, setelah 10 lap dia memimpin 2,825 detik. Dan setelah 14 lap, pembalap asal Prancis itu tertinggal 3,876 detik. Sang ‘Captain America’ ​​melintasi garis finis setelah 20 lap, unggul 4,679 detik dari pemimpin klasemen berusia 22 tahun itu.

Trik Menjinakkan Trek Bergelombang

“Saya tahu, jika kita sedikit mengurangi gas, motor akan lebih goyah di gundukan. Itu pasti terlihat bodoh (menjadi pelan) di beberapa lap terakhir, karena saya memperlambat kecepatan, tapi itu membuat motor semakin goyah. Sulit untuk menjaga konsentrasi. Dengan 3 lap tersisa, saya hampir jatuh di Tikungan 6, roda depan mulai selip. Di tikungan 12 kita juga harus sangat fokus. Setiap kali saya menginjak rem, saya ingat kecelakaan tahun 2019. Tapi saya tetap fokus karena saya sangat percaya pada kemenangan saya,” ungkap Marc Marquez.

Usai finis, Marquez memperingati juara dunia asal Amerika Nicky Hayden, yang meninggal dalam kecelakaan sepeda di jalan raya di Misano pada tahun 2017. Dan di podium dia dengan senang hati makan donat karena dia telah berjanji pada Juara Outdoor Motocross AS Jett Lawrence (Honda).

“Ya, senang bisa menang di Austin. Terutama karena Nicky adalah salah satu pembalap yang selalu saya hargai. Saya juga harus sangat memikirkan keluarga Vinales di podium. Saya sudah mengenalnya sejak saya berusia 8 tahun ketika kami berkendara di trek karting. Itu adalah tahun yang sulit untuk balap motor,” kata Marc.

“Tapi kami harus terus maju, kami harus mengenang semua rider yang telah meninggal, tetapi kami masih harus merayakan kemenangan,” kata juara dunia enam kali MotoGP itu.

“Itulah sebabnya saya menebus taruhan donat di Jett Lawrence. Tim membeli donat tepat waktu, jujur ​​saja Dorna juga membeli donat, Jett juga membawanya, itu adalah ciri khasnya. Itu sangat menghibur,” pungkas Marc sambil tersenyum.

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives