Franco Morbidelli: Saya Tak Dapat Membandingkan Data dari Vinales atau Quartararo

0

RiderTua.com – Franco Morbidelli: Saya tak dapat membandingkan data dari Vinales atau Quartararo… Di awal Kejuaraan Dunia MotoGP musim 2021 yang digelar di sirkuit Losail-Qatar, Franco Morbidelli mengalami mimpi buruk. Mengenai situasinya itu, pembalap berusia 26 tahun itu berkata, “Kami hanya mengerti sedikit.” Morbidelli tampil sangat mengesankan di musim 2020. Pembalap Petronas Yamaha itu berhasil memenangkan 3 balapan, menjadi runner-up di belakang juara dunia Joan Mir (Suzuki) dan menjadi pembalap terbaik Yamaha. Dia pun dijagokan untuk merebut mahkota Kejuaraan Dunia MotoGP 2021. Meskipun dia tidak dibekali motor pabrikan seperti ketiga rekannya. Pembalap Blasteran Italia-Brasil ini hanya menunggangi M1 A-Spec yang mengambil basic dari motor 2019. Namun ada sesuatu yang aneh dengan keseimbangan motornya tahun ini yang tetiba ambyar, ngebul dan ngesot (suspensi belakang yang misterius)..

Franco Morbidelli: Saya Tak Dapat Membandingkan Data dari Vinales atau Quartararo

Setelah melakoni dua balapan pertama musim 2021, Franky hanya mendulang 4 poin dan menempatkannya di posisi ke-15 di klasemen sementara Kejuaraan Dunia. Terpaut 36 poin di belakang pemimpin klasemen, Johann Zarco. Fluktuasi tidak dapat dijelaskan dalam performa antara sesi siang dan malam. Masalah teknis dengan peredam kejut dan perangkat start serta dua mesinnya yang mengeluarkan asap, bikin murid VR46 Academy kecewa. Tapi sejauh ini dia masih merasa santai.

Pembalap berusia 26 tahun itu sempat mengkritik YamahKasus 'Aneh' Mesin Morbidelli: 'Ada Asap Belum Tentu Ada Api'a atas pencapaiannya yang buruk. Namun kemudian dia mengklarifikasi pernyataannya. Dimana dia sempat ngomong, “Itu wajar dan tidak apa-apa, kalau memang saya tidak menjadi prioritas Yamaha.”

Pada akhirnya Franco Morbidelli bertarung di GP Qatar-2, dengan menggunakan konfigurasi dari balapan awal tahun 2020 lalu. Hasilnya di finis di posisi 12. Sementara itu, mantan rekan setimnya tahun lalu, Fabio Quartararo meraih kemenangan untuk tim pabrikan Yamaha di balapan kedua musim ini.

Jadi seharusnya Franky kini lebih bahagia, karena balapan malam GP Qatar telah usai. Tetapi apakah dia akan menemukan M1-nya lagi di Portimao? Dimana dia selalu dibayangi oleh pembalap pabrikan seperti tahun lalu?

“Saya ingin sekali bisa menjawabnya, tapi saya tidak bisa karena saya tidak tahu jawabannya. Dalam 9 hari di Qatar, kami hanya mengerti sedikit. Kami memahami bahwa kami sangat cepat dalam situasi tertentu, tetapi sangat-sangat lambat dalam situasi lain. Di balapan kedua kami berhasil menjadi cukup cepat, tetapi tidak konstan. Kami meninggalkan Qatar dengan situasi ini dengan cepat, tetapi tidak konsisten,” jawab murid sekaligus rekan setim Valentino Rossi itu.

“Apa yang bisa kami petik adalah, kami sangat cepat dalam beberapa sesi. Dan bagaimana kami bekerja untuk bangkit kembali. Kami membawa dua hal ini bersama kami,” ujar pembalap Petronas Yamaha itu mencoba tetap melihat sisi positif.

Rencana Baru untuk GP Eropa

Pada dasarnya untuk menghadapi GP Eropa yang akan dimulai di Portimao, Franky punya sebuah rencana baru, dia berkata, “Penampilan saya dan cara pendekatan baru saya, akan saya mulai di Portimao. Tetapi hal ini masih harus saya bicarakan dengan tim saya. Saya ingin memulai kembali dengan selembar kertas kosong. Dan mencoba untuk memulai kembali dengan cara yang tidak berhenti di sini, tetapi di akhir musim 2020.”

“Kami akan mencoba, lalu kami akan lihat. Karena kami sudah balapan di sana dan motornya pada dasarnya tidak berubah dari tahun lalu. Jadi kita harus mendapatkan imbal balik yang serupa. Jika bukan itu masalahnya, itu jelas akan mengkhawatirkan. Kemudian kami harus bergerak, seperti yang kami lakukan di Qatar, untuk menulis ulang sejarah kami, level kami, dan kekuatan kami dengan cara yang berbeda dari tahun lalu.”

Sejauh ini, perbandingan dengan data pabrikan dari pemenang Yamaha (Vinales dan Quartararo) tidak membantu Franky. “Tidak, saya tidak dapat membandingkan atau memahami apa pun karena motornya berbeda. Negatif. Meski begitu, sangat menggembirakan dan menyenangkan melihat Yamaha menang. Lalu setidaknya, aku bisa menekan untuk mendapatkan sesuatu yang digunakan orang lain,” pungkasnya.

Leave a Reply