Franco Morbidelli Bagai Cerita David dan Goliath, Ketika si Lemah Menang Melawan Raksasa!

0
Franco Morbidelli Bagai Cerita David dan Goliath

RiderTua.com – Perjalanan Franco Morbidelli di 2020 ( dan mungkin ke depan) akan seperti sebuah kisah: David and Goliath… Ketika si lemah menang melawan raksasa, David adalah Franco Morbidelli yang berada di tim satelit Petronas yang lemah ( dengan motor tua) melawan pembalap pabrikan raksasa dengan spek resmi.. Namun berhasil mengalahkannya meskipun sebagai runner-up. Franky menutup tes MotoGP di Losail dengan percaya diri, tetapi Yamaha M1 miliknya belum mengalami evolusi apa pun sebagai motor ‘spek-A’. Musim ini dia tetap berperan sebagi ‘si kecil David‘ lagi, dengan melawan raksasa yang semakin besar ukurannya yaitu Ducati.. Faktanya Zarco mencetak rekor top speed absolut baru di 357,6 km / jam. Jack Miller telah merobek rekor lap baru tanpa ampun di lintasan Qatar, jelas si raksasa semakin kuat, besar dan ganas!…

Franco Morbidelli Bagai Cerita David dan Goliath

Meskipun ada pembaharuan kecil pada motor Franky, namun bisa dikatakan tidak ada evolusi pada Yamaha M1-nya. Sementara kondisi trek di hari Jumat tidak memungkinkan untuk melanjutkan uji coba.. “Kami melakukan semua yang kami inginkan. Kondisinya sulit dan sulit pada hari Jumat, jadi kami memutuskan untuk tetap di pit. Tapi saya yakin kami bisa memperebutkan posisi teratas pada balapan akhir pekan. Saat ini saya merasa siap dan penuh energi. Saya ingin segera memulai “.

Tim Satelit melawan Pabrikan Besar

Dua minggu lagi musim perdana tahun ini akan dimulai di Qatar.. Saat ditanya wartawan, Apakah Yamaha berhasil menyelesaikan masalahnya di liburan musim dingin?.. “Saya pikir kami berada di jalur yang benar. Itu relatif mudah untuk diperbaiki. Saya juga berpikir bahwa pekerjaan yang telah kami lakukan di sini akan berdampak positif di trek lain, ” kata Morbidelli.

Franco Morbidelli: Saya Tak Punya Motor Bagus untuk Melawan Rival, Tapi Punya Peluang!

Franco Morbidelli tidak mendapatkan frame baru, juga fairing aerodinamis baru. Di musim MotoGP berikutnya, sedikit perubahan di dapatkan murid VR46 Academy tersebut, setidaknya pada level teknis. Situasi yang sulit dipahami, meskipun menjdai pembalap terbaik tahun lalui, tetapi dukungan teknis Yamaha tidak dapat diubah untuk saat ini.

Dibutuhkan satu musim lagi ketika Yamaha melihat level tinggi yang akan ditunjukkan Morbidelli untuk mendapat dukungan penuh dari Yamaha. Dengan asumsi bahwa Petronas SRT memperbarui kontraknya dengan pabrikan saat ini. Bagi Franky, fokusnya hanya pada balapan… Dan waspada dengan apa yang ditunjukkan lawan seperti Ducati yang mampu meningkatkan top speed meskipun mesinnya dibekukan. Johann Zarco mencetak rekor kecepatan absolut baru dengan 357,6 km / jam. Jack Miller mencetak rekor lap baru di trek Qatar.

“Waktunya (lap time) Ducati sangat mengesankan dan kecepatan (top speed) di straights sangat kuat. Jack menyelesaikan pramusim dengan kecepatan yang bagus dan saya yakin dia salah satu penantang gelar”.

Mampukah kali ini Morbidelli menumbangkan sang ‘raksasa kecepatan’ dengan motor ‘tua’nya?

Leave a Reply