Herve Poncharal: Stefan Bradl Hebat….Nyindir Nih?

0

RiderTua.com – Herve Poncharal: Stefan Bradl hebat! Nyindir Nih?… Tak seperti tes rider dari pabrikan lain, performa Stefan Bradl patut diacungi jempol pada tes IRTA di Qatar. Pembalap asal Jerman itu finis di tempat ke 1, 2 dan 5 dalam tes MotoGP selama 3 hari (5-7 Maret) di sirkuit Losail. Performa Stefan Bradl jelas mengungguli semua tes rider dari pabrikan lain. Mulai dari Michael Pirro (Ducati), Cal Crutchlow (Yamaha) hingga Dani Pedrosa (KTM).. Pencapaiannya ini bahkan mendapat pujian dari bos tim lawan, termasuk pemilik tim Tech3 Herve Poncharal. Muncul pertanyaan, adakah kemungkian Bradl kembali sebagai ‘pembalap reguler’? Pembalap berusia 31 tahun itu menjawab tegas, “Siapa yang tahu.”  KTM adalah salah satu tim yang mengkritik tentang Bradl yang mengendarai terlalu banyak balapan sebagai tes rider…

Herve Poncharal: Stefan Bradl Hebat, Nyindir Nih?

Di Sirkuit Internasional Losail sepanjang 5.380 km (10 tikungan kanan, 6 tikungan kiri), Stefan Bradl mampu bersaing ketat dengan pembalap reguler MotoGP. Dalam tes selama 3 hari pertama, dia mampu masuk 5 besar. Lalu pada tes hari Rabu, pembalap Honda itu mengalami crash di tikungan 2. Meski begitu, dia mampu finis di tempat ke-13 dalam klasemen keseluruhan selama tes Qatar.

Tak seperti pembalap lain yang lebih memilih untuk tetap tinggal di Qatar sampai balapan pembukaan musim pada 28 Maret nanti, Bradl memutuskan pulang kembali ke Munich-Jerman pada Sabtu pagi. Alasannya, karena dia tidak ingin tinggal selama 36 hari berturut-turut di Timur Tengah.

Herve Poncharal: Stefan Bradl Hebat

Performa Stefan Bradl jelas mengungguli semua tes rider dari pabrikan lain. Mulai dari Michael Pirro (Ducati), Cal Crutchlow (Yamaha) hingga Dani Pedrosa (KTM). Tentunya pencapaian Bradl ini mendapat banyak rasa hormat dari manajer tim lawan, dan tentunya sangat memuaskan bagi tim HRC (Honda Racing Corporation).

Dalam sebuah wawancara, pemilik tim KTM Tech3 Herve Poncharal mengatakan, “Saya secara terbuka memberi selamat kepada Stefan atas penampilannya. Terus terang, saya tidak berpikir dia bisa mencapai catatan waktu ini.”

Maklum saja, pencapaian Bradl itu diatas keempat pembalap plus tes rider KTM yang semuanya tidak masuk dalam 15 besar. Miguel Oliveira duduk di posisi ke-16, Brad Binder 17, Danilo Petrucci 19, Iker Lecuona 23 dan tes rider Dani Pedrosa 24.

Stefan Bradl merasakan rasa hormat dari tim dan pembalap lain di paddock Sirkuit Losail, di mana dia naik podium pertamanya pada tahun 2008 setelah finis ketiga di kelas 125 cc bersama Kiefer-Aprilia. Pada tahun yang sama dia memenangkan dua balapan pertamanya di Brno dan Motegi.

“Ya, saya sudah sering mendengar kata-kata pujian di sini beberapa hari terakhir ini,” kata Juara Dunia Moto2 2011 itu.

Kritikan Terhadap Bradl

Saat ini, tidak ada yang mengkritik tentang Bradl yang mengendarai terlalu banyak balapan sebagai tes rider. Mungkin karena kembalinya Marc Marquez sudah dekat. Bagaimanapun, aliansi tim MSMA belum menanggapi kritikan dari pabrikan lain.

Stefan Bradl-HRC
Stefan Bradl- HRC

“Saya benar-benar melihat fakta bahwa, KTM mengajukan kritik ini sebagai pujian dan pengakuan atas pekerjaan yang baru saja saya lakukan,” kata Bradl.

Pasalnya, ketika Bradl tidak pernah finis dalam perolehan poin pada Agustus dan September musim 2020, tidak ada yang protes dan kesal dengan perannya sebagai pembalap pengganti Marquez. “Persis seperti itulah saya melihatnya,” katanya.

Stefan Bradl kini sudah menginjak tahun keempat sebagai tes rider Honda MotoGP. Akhir-akhir ini dia tidak terlalu memikirkan untuk kembali sebagai pembalap reguler, bahkan setelah pemenang MotoGP seperti Jorge Lorenzo, Andrea Dovizioso dan Cal Crutchlow pensiun sebagai pembalap reguler dalam 1 tahun kedepan.

Tetapi dengan beberapa tim top (Pramac, Tech3, dll.) Pembalap hanya menandatangani kontrak satu tahun. Apakah Bradl diam-diam tergoda dengan kontrak sebagai ‘pembalap kontrak’ untuk 2021? mengingat kualitas tes rider diperlukan di setiap pabrik, dan kecepatan tidak akan berkurang.

Ingat, Dovi dan Crutchlow juga mencapai puncak karirnya pada usia 30 tahun lebih. “Siapa tahu,” jawab Bradl sambil tersenyum saat ditanya mengenai hal itu. Kemudian dia menambahkan, “Saat ini tidak bisa diperdebatkan. Tetapi terkadang banyak hal terjadi dengan sangat cepat dalam bisnis ini.”

Leave a Reply