Tim Satelit Yamaha Setelah 2021: Petronas SRT atau VR46?

0
Tim Satelit Yamaha Setelah 2021: Petronas SRT atau VR46?

RiderTua.com – Siapa tim satelit Yamaha setelah 2021: Petronas SRT atau VR46?.. Kabarnya potensi Petronas SRT untuk tetap jadi tim satelit Yamaha setelah 2021 sangat mungkin… Setelah musim MotoGP 2021, kontrak tiga tahun antara Yamaha dan Sepang Racing Team akan berakhir. Manajer Tim Petronas SRT, Razlan Razali memiliki jawaban atas pertanyaan itu dengan jelas. Dia menegaskan, “Kami memulai pembicaraan (dengan Yamaha) pada bulan Desember lalu.” Pada pertengahan bulan Februari lalu, Lin Jarvis ditanya tentang tim satelit Yamaha pada 2022. Selain tim Petronas SRT, Direktur balap Yamaha itu membiarkan pintu terbuka untuk tim VR46 di kelas MotoGP. Tetapi sejauh ini negosiasi belum di atas meja perundingan. Petronas juga melirik Suzuki.. Siapa yang akan menjadi tim satelit Yamaha.. Beritanya akan diketahui sekitar bulan Mei atau Juni mendatang..

Tim Satelit Yamaha Setelah 2021: Petronas SRT atau VR46?

Setelah presentasi tim pada Senin (1 Maret), Razlan Razali selaku Kepala Tim dari Tim Balap Petronas Sepang, menjelaskan, “Kami memulai pembicaraan tentang perpanjangan kontrak dengan Yamaha pada bulan Desember tahun lalu. Saya sudah menerima draf pertama penawaran Yamaha selama 5 tahun ke depan. Pembicaraan masih berlangsung, tetapi kami berharap dapat menyelesaikan semuanya pada bulan Mei atau Juni. Jadi semuanya berjalan dengan baik.”

Bos asal Malaysia itu melanjutkan, “Saya tidak ingin mengomentari potensi tim milik Valentino. Kami hanya berkonsentrasi pada rencana kami. Dan tentu saja kami berniat untuk terus bekerja dengan Yamaha, karena kami melakukannya dengan sangat baik. Saya juga paham kalau Valentino sudah cukup lama bersama Yamaha, tapi saya tidak mau bicara lebih banyak tentang itu.”

Tim Satelit Yamaha Setelah 2021: Petronas SRT atau VR46?
Tim Satelit Yamaha Setelah 2021: Petronas SRT atau VR46?

Keputusan Juga Tergantung pada Sponsor Utama, Petronas

Ketika Razlan ditanya, mungkinkah Petronas SRT akan membentuk tim satelit Suzuki di masa depan? “Ketika pabrikan lain mendatangi kami dan ingin berbicara dengan kami, kami mendengarkan. Saya tidak ingin menyangkal itu,” kata Razali .

“Pintu kami selalu terbuka, kami mendengarkan dan melihat semua opsi. Keputusan pabrikan juga tergantung pada apa yang diinginkan oleh partner utama kami, Petronas. Ini adalah perusahaan yang ingin bekerja dengan merek terbesar dalam hal pemosisian pasar, pencitraan merek, kinerja, dll.”

Bagaimana dengan usaha patungan dengan VR46? “Kami sangat terbuka, kami tidak akan menutup pintu untuk kemungkinan apa pun. Tetapi yang paling penting adalah arah dan strategi dari sponsor utama kami, Petronas. Selama mereka tidak memberi tahu kami, kami akan tetap mengikuti jalur saat ini.”

Dengan kata lain, apakah niat timnya saat ini untuk terus bekerja sama dengan Yamaha? Razali menegaskan, “Apa yang telah kami raih dalam dua tahun terakhir, tidak akan kami raih tanpa dukungan penuh dari Yamaha.”

“Mereka mengakui bahwa kami adalah tim yang membangun pembalap dari Moto3 hingga Moto2 untuk MotoGP. Kini Yamaha ingin terlibat dari kelas kecil, bahkan dari kejuaraan Asia dan kejuaraan Superbike Jepang. Sejauh itulah kolaborasi yang mereka inginkan dengan kami, berjalan di tahun 2022 dan seterusnya. ”

Tim Satelit Yamaha Setelah 2021: Petronas SRT atau VR46?
Tim Satelit Yamaha Setelah 2021: Petronas SRT atau VR46?

Yakin Masih Dipercaya Yamaha

Itu juga merupakan permintaan yang jelas dari Petronas SRT. Mereka ingin dilihat lebih sebagai mitra Yamaha. Dalam hal ini Razali menegaskan, “Saat briefing dengan Yamaha pada bulan Desember lalu, kami merasa bahwa kami adalah customer yang membayar dan bukan sebagai partner. Kami merasa bahwa kami adalah orang-orang yang ingin berbuat lebih banyak. Kami sangat kecewa, ketika kami kehilangan gelar juara dunia di Valencia dan gelar konstruktor Yamaha. Sebenarnya kami lebih kecewa karena hal itu ketimbang mereka.”

“Tapi kami telah menyentuh semua ini. Saya dengan senang hati mengatakan bahwa, saya telah menyadari itu dan visi saya untuk tahun 2022 lebih dari apa yang telah terjadi dalam dua tahun terakhir. Seperti yang saya katakan, mereka tertarik dengan perkembangan pembalap, bahkan di kejuaraan yang lebih kecil. Mereka melihat pembalap kami di Moto3 dan Moto2.”

“Mereka benar-benar ingin mengoptimalkan hubungan kami, dan harus memastikan bahwa kami mengembangkan pembalap dengan cara terbaik agar mereka tetap berada di keluarga Yamaha. Kami sudah bisa melihat niat ini dan itu sangat positif. Kami berharap kolaborasi baru ini bisa diperbaiki pada Mei atau Juni. Dan kami tidak lagi disebut sebagai ‘independent team’, saya benci istilah itu,” kata bos Petronas SRT itu sambil tersenyum.

Pada tingkat teknis, Razali juga ingin melihat kemajuan di tahun ketiga MotoGP dan di tahun ketiga bersama Yamaha. Dia menambahkan, “Jika ada peningkatan, maka kami ingin mempercepatnya untuk motor kami. Saya pikir itu poin terpenting. Mereka memberi kami peningkatan tahun lalu, tetapi itu bisa lebih cepat.”

“Misalnya, ketika Valentino absen untuk dua balapan, ada bagian penting yang bisa kami gunakan. Pada akhirnya seperti itu. Oleh karena itu muncul pemikiran bahwa, kami sebagai tim satelit harus bekerja lebih baik dengan pabrikan. Kami menandatangani kontrak dengan motor yang kami miliki sekarang di awal tahun lalu. Hanya saja kami ingin peningkatan lebih cepat jika bisa dilakukan. Selain itu, Yamaha juga luar biasa.”

Leave a Reply