Mobil LCGC dan Niaga Tetap Bertahan Dalam Kondisi Sekarang

Pikap Carry jadi andalan lagi

RiderTua.com – Dari sekian jenis yang ada, mobil LCGC dan niaga terpantau masih tetap bertahan dalam kondisi seperti ini. Padahal sebagian besar jenis mobil ada yang kena imbas dari kondisi tersebut, walau tak semuanya kena dampaknya. Seperti mobil LCGC dan niaga yang penjualannya masih cukup bagus. Sehingga produsen ada yang menggantungkan hasil penjualannya dari kedua jenis model tersebut.

Mobil LCGC dan Niaga yang Penjualannya Bagus

Sebenarnya terlepas dari apapun kondisinya, penjualan mobil LCGC maupun niaga terbilang cukup tinggi. Tentu saja karena kedua jenis model ini menjadi incaran banyak konsumen di Indonesia, terlebih bagi konsumen fleet. Dengan harga yang terjangkau, tentu kendaraan niaga dan LCGC menjadi favorit masyarakat Tanah Air.

Selama beberapa bulan terakhir, penjualan baik mobil niaga dan LCGC juga terpengaruh, hanya saja tak sebesar jenis lainnya. Malahan angkanya tetap tinggi meski tak setinggi tahun-tahun sebelumnya, contohnya Daihatsu Sigra dan Gran Max Pikap. Masing-masing terjual sebanyak 19.918 unit dan 16.231 unit, itupun dihitung dari awal tahun 2020.

Mobil LCGC dan niaga

Makin Digemari

Dengan hasil yang didapat Sigra dan Gran Max, Astra Daihatsu Motor (ADM) yakin kalau pasar LCGC dan niaga masih tetap berkembang walau dalam kondisi yang belum pulih 100 persen. Hasil tersebut membuktikan kalau masih ada daya beli konsumen Indonesia ditengah situasi seperti ini. ADM berharap kondisi tersebut bisa dipertahankan hingga akhir tahun nanti.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Suzuki Indomobil Sales (SIS), hanya saja Carry yang menjadi mobil niaga paling diandalkan. Meski performa penjualan Karimun Wagon R tak sebaik Carry, setidaknya mobil ini masih bisa mendapat perhatian setelah kebagian edisi spesial. Lini produk Carry bertambah dengan model van dan blind van yang lebih dikenal sebagai Every.

Baik Daihatsu maupun Suzuki dan produsen lainnya bisa merasakan peningkatan pasar LCGC dan niaga di Indonesia. Sepertinya untuk sekarang bisa lebih stabil, entah apakah itu tetap bertahan seterusnya atau harus tumbang karena kondisi pasar yang naik-turun.

Be the first to comment

Leave a Reply