RiderTua.com – Belakangan ini makin banyak produsen yang berjualan mobil listrik, dan kebanyakan berupa merek asal China. Dengan banyaknya model BEV yang laris manis di pasar global, nampaknya ada merek yang mulai panik karena ini.
▶Daftar Isi
Mobil Listrik Makin Banyak Dicari di Seluruh Dunia
Sebenarnya Toyota juga ikut jualan mobil listrik di pasar global, hanya saja jumlahnya nggak begitu seberapa kalau dibandingkan dengan mobil konvensional, entah itu bensin atau diesel. Mereka juga menjual sejumlah mobil hybrid dan PHEV di pasarnya, tetap saja jumlahnya belum melampaui mobil bermesin konvensionalnya. Tentu ada yang heran mengapa mereka ngotot berjualan mobil jenis ini meski pasarnya terus mencari mobil ramah lingkungan.

Dalam beberapa tahun terakhir, makin banyak merek mobil yang berjualan mobil listrik, dan tidak sedikit diantaranya merupakan merek asal China. Dari BYD, Chery, sampai Geely membawa mobil BEV unggulannya dan ini cukup untuk memperluas jaringan penjualannya secara agresif, dan memberikannya keunggulan telak atas kompetitornya. Seharusnya Toyota juga nggak boleh kalah dengan kompetitornya tersebut, tapi mereka lebih memilih bertahan menjual mobil konvensional.
Bos Toyota, Akio Toyoda, mengaku ia sudah khawatir dengan pesatnya tren mobil listrik di seluruh dunia. Alasannya? Ia lebih menyukai mobil bensin karena aroma, suara, dan performa mesinnya, sesuatu yang tidak bisa ditemukan pada mobil listrik. Selain itu, Toyoda juga ingin mempertahankan lapangan kerja bagi pemasok mesin konvensional, tapi dengan memilih cara ini mereknya merasa sendirian di pasar global.

Tetap Kembangkan Mobil Sport
Dengan ini, mereka juga tetap membuat mobil sport bermesin bensin, dan lini model GR masih dijual sampai sekarang. Disebutkan mereka sudah menyiapkan GR Yaris generasi terbaru, meski untuk sekarang jadwal peluncurannya masih menjadi misteri. Selain itu, mereka juga akan menghidupkan kembali sejumlah mobil legendarisnya, yaitu Celica, MR2, dan GR GT yang menggendong mesin V8 twin turbo.
Kelihatannya mereka benar-benar belum menyerah berjualan mobil konvensional di tengah banyaknya mobil listrik baru yang dirilis. Meski begitu, merek asal Jepang ini masih tetap membuat mobil hybrid dan PHEV, jelas karena keduanya memakai mesin bensin tapi dipasangkan teknologi ramah lingkungan. Mereka juga tetap mengembangkan mobil listrik, termasuk hidrogen fuel cell atau FCEV.

Line-up Mobil Listrik
Soal mobil listrik, ada sejumlah model BEV yang dikembangkannya, tapi kebanyakan masih dijual di negara tertentu saja. Seperti di China, dimana beberapa model dalam bZ series hanya dijual di sana, setidaknya sampai Toyota memutuskan untuk membawa salah satu diantaranya ke luar negeri. Jadi untuk sekarang hanya bZ4X yang dijual di pasar global, itupun modelnya masih dibanderol lumayan mahal di Indonesia meski sudah dirakit lokal.
Selain bZ4X, ada juga Urban Cruiser EV yang menjadi model BEV keduanya disini, tapi banderolnya sedikit lebih mahal ketimbang bZ4X. Jelas ini membuatnya kalah saing dari kompetitornya yang dibanderol lebih murah lagi, bahkan ada yang dijual dengan harga kurang dari Rp 500 jutaan. Memang mereka belum bisa merakit mobil yang satu ini, tidak seperti bZ4X, mungkin karena mereka tahu peminatnya lumayan sedikit disini.

Sebenarnya Toyota tengah mengembangkan Kijang Innova versi BEV di Indonesia, dan seharusnya model ini bisa dijual setelah pengembangannya selesai. Tapi entah mengapa pengembangan modelnya masih belum selesai meski sudah terlihat menjanjikan, namun hasilnya berupa bZ4X yang dirakit lokal. Tapi untuk Kijang Innova sendiri masih belum jelas, mungkin saja modelnya tidak bisa diproduksi massal seperti model bermesin bensinnya.
Yang jelas, mereka ngotot bertahan di pasar mobil konvensional demi memenuhi permintaan yang ada di pasarnya. Walau kini sejumlah merek mulai menjual mobil hybrid dan sejenisnya ketika mobil listrik mulai berkurang peminatnya, tapi penurunannya sepertinya tidak terlalu signifikan. Sementara sebagian besar merek China juga berjualan mobil PHEV.






