Peluncuran Nissan Kicks e-Power Tinggal Menghitung Hari !

Produksi mobil Nissan ditingkatkan

RiderTua.com – Tanggal peluncuran Nissan Kicks e-Power sudah diumumkan oleh Nissan Motor Indonesia (NMI). Mobil crossover ramah lingkungan ini akan dirilis pada tanggal 2 September mendatang. Meski kemungkinan peluncuran Nissan Kicks e-Power hanya diadakan secara virtual. Mengingat semua pameran mobil di Indonesia sudah dibatalkan karena kondisi sekarang.

Baca juga: Nissan Kicks e-Power Muncul di Singapura, Indonesia ?

Peluncuran Nissan Kicks e-Power Secara Virtual

Mobil ini pertama kali dirilis di Thailand, sekaligus menjadi debut perdananya secara global. Setelah sukses di Negeri Gajah Putih, Nissan membawanya ke kampung halamannya dan mendulang hasil yang sama. Kicks e-Power sempat terlihat sudah dijual di Singapura, dan kini model tersebut akan hadir di Tanah Air.

Ada yang unik dari penampilannya, dimana versi e-Power ini memiliki tampang yang jauh berbeda dengan Kicks di Amerika Utara dan India. Grille-nya dibuat jauh lebih besar, sekilas agak mirip dengan grille Serena Highway Star Facelift di Jepang. Hanya saja dengan lampu yang tak bertingkat dan sudah ber-LED.

Peluncuran Nissan Kicks e-Power di Indonesia

Teknologi Turunan

Meski berjenis mobil hybrid, tapi teknologi e-Power pada Kicks berbeda dengan model hibrida kebanyakan, karena mengandalkan mesin bensin dipadu generator, inverter, baterai, dan motor listrik. Teknologi semacam ini ternyata adalah turunan dari Leaf, mobil listrik Nissan yang paling laris. Model tersebut juga direncanakan masuk ke Indonesia jika tak ada halangan.

Spesifikasi mesinnya yaitu 1,2 liter DOHC 12-katup tiga silinder, dan jika dipadu dengan e-Power, maka menghasilkan tenaga sebesar 129 ps dan torsi 260 Nm. Memang tenaganya tak terlalu cukup besar untuk mobil seukuran Kicks, tapi namanya juga hybrid. Soal fiturnya, berharap saja takkan ada fitur yang menghilang.

Kalau Kicks e-Power di Thailand dibanderol mulai Rp 421 juta hingga Rp 497 jutaan, maka di Indonesia kemungkinan bisa lebih mahal. Tentu saja karena mobil hybrid dan jenis ramah lingkungan lainnya belum mendapat insentif dari pemerintah. Bisa jadi NMI akan menawarkan harga diantara banderol tersebut, meskipun nantinya mereka harus ‘mengorbankan’ sebagian kecil fitur yang ada.

Be the first to comment

Leave a Reply