RiderTua.com – Pedro Acosta menegaskan bahwa baginya, MotoGP bukan sekedar memenangkan balapan atau merebut juara dunia, melainkan lebih soal pembuktian pribadi bahwa dirinya juga bisa sukses di kelas utama seperti halnya di kelas Moto2 dan Moto3. Rider Red Bull KTM itu mengaku bahwa film Gladiator sangat menginspirasinya terutama soal mentalitas bertarung dan bangkit dari kegagalan.
“Saya akan mendapatkan ‘hasil’ di kehidupan ini atau kehidupan selanjutnya. Saat ini saya merasa, jika ‘hasil’ itu belum bisa saya raih maka saya harus mengubah hidup saya untuk mencapainya. Dari semua gelar dunia yang pernah saya perjuangkan, saya rasa gelar dunia MotoGP ini, jika saya bisa memperjuangkannya, akan menjadi pertarungan paling pribadi yang pernah saya hadapi. Ini bukan lagi soal mengalahkan orang lain, ini soal membuktikan kepada diri sendiri bahwa saya punya kemampuan untuk melakukannya,” jelas Acosta.
Pedro Acosta: Jika Marc Marquez Bukan yang Terbaik dalam Sejarah MotoGP, Maka Dia Setara dengan Valentino Rossi

Pedro Acosta memuji kemampuan Marc Marquez yang bisa kembali balapan di level tertinggi meskipun mengalami cedera parah dan menghadapi masa-masa sulit dalam beberapa tahun terakhir.
“Menurut saya, kalau Marc bukan pembalap terbaik sepanjang sejarah, maka dia setidaknya berada di level yang sama dengan Valentino Rossi. Bukan cuma karena pencapaiannya, tetapi karena saya benar-benar terkesan dengan caranya bangkit kembali. Setelah memenangkan 8 gelar dunia di usia 31 atau 32 tahun, berada di pabrikan motor terbesar di dunia, dan secara finansial dia tidak perlu kembali balapan, tapi dia justru ingin meninggalkan Honda untuk bergabung dengan tim satelit dan mempertaruhkan segalanya dalam satu pertaruhan. Itu adalah salah satu comeback terbesar yang pernah dilakukan seorang atlet ke puncak olahraga mereka,” tegas Acosta.

Tahun depan Acosta akan berbagi garasi dengan Marc Marquez di tim Ducati Lenovo. Dia mengaku bahwa berbagi garasi dengan Marquez adalah impiannya sejak kecil. Ketika Marquez memenangkan gelar dunia MotoGP pertamanya pada 2013, Acosta pernah bertemu dengannya di sebuah acara gala Federasi dan berfoto bersamanya.
Acosta melanjutkan, “Selalu menyenangkan melihat impian masa kecil akhirnya menjadi kenyataan. Pada akhirnya berbagi garasi dengan salah satu pembalap terbaik dalam sejarah, di fase akhir karirnya, ketika pengalamannya benar-benar berada di level tertinggi, begitu pula pengetahuannya tentang kejuaraan, motor, dan segala hal lainnya, itu adalah sesuatu yang sangat berharga.”
“Meskipun hanya untuk 1 tahun, itu akan lebih memuaskan ketimbang berbagi garasi dengan seseorang seumur hidup kita. Saya hanya ingin bertarung untuk memperebutkan gelar dunia melawan Marc, bahkan meskipun saya kalah, itu tidak masalah. Tetapi setidaknya saya pernah berada di sana untuk bertarung melawannya. Itu bikin saya tenang. Itu akan memberi saya gambaran nyata, seperti apa levelnya,” pungkas rider berjuluk Hiu Mazarron itu, yang saat ini menempati peringkat 4 dengan perolehan 92 poin atau tertinggal 50 poin dari pemimpin klasemen Marco Bezzecchi (Aprilia).







