Mercedes-Benz EQC Dikeluhkan Investor Daimler, Ada Apa ?

RiderTua.com – Nama Mercedes-Benz EQC mungkin belum setenar seri lainnya. Tapi mobil SUV ini hanya satu dari dua produk EQ Series yang dimiliki merek mewah tersebut. Meski dengan fitur dan performa yang cukup, tapi ternyata Mercedes-Benz EQC tak membuat investor Daimler puas. Bahkan ada yang mengeluhkan mobil listrik tersebut.

Baca juga: Ketika Mercedes-Benz Tak Puas Dengan Mobil Listrik di Thailand…

Mercedes-Benz EQC Tak Membuat Investor Daimler Puas

EQC seharusnya bisa terjual banyak, mengingat mobil SUV kini menjadi primadona di dunia otomotif global. Tapi ternyata model ini hanya menghasilkan angka penjualan yang begitu kecil. tahun 2019 saja EQC hanya menjual 397 unit dan tahun ini sebanyak 276 unit.

Hasil ini mungkin menjadi sesuatu yang biasa, karena EQC tergolong mobil SUV mewah dengan segala kecanggihan yang dimilikinya. Namun model ini disebut masih punya banyak kekurangan. Bahkan Kepala Tata Kelola dan Keberlanjutan Perusahaan dari Deka Investment, Ingo Speich, menyebut EQC sebagai mobil yang terlalu telat, mahal, dan membosankan. Waduh!

Mercedes-Benz EQC 400 4MATIC

EQC Produk Gagal?

Mungkin apa yang dikatakan Speich ada benarnya, karena dilihat dari pengembangannya, ada sesuatu yang keliru. Selama masa pengembangan EQC, entah apakah Mercy lupa membuat mobilnya tampil bagus atau tidak, tapi itulah kekurangan dari model ini. Mereka membuat EQC terlalu unik tanpa memperhatikan ‘estetika kecantikan’ produknya.

Mercy ternyata sudah lama menyadari kesalahan mereka pada EQC, dan berjanji takkan mengulanginya lagi. Mereka tengah menggarap model EQ lainnya berupa model hatchback, yaitu EQA. Berharap saja yang ini takkan mengecewakan seperti EQC.

Ngomong-ngomong soal EQC, apakah mobil ini bisa dikatakan sebagai produk gagal? Sepertinya begitu, dengan hasil penjualan yang tak secemerlang model Mercy lainnya, serta model yang tak begitu menarik. Tapi setidaknya Mercedes-Benz sudah berusaha, ya…

Be the first to comment

Leave a Reply