RiderTua.com – Giovanni Mattarollo merupakan kepala mekanik Ai Ogura di tim Trackhouse Aprilia. Kolaborasi keduanya terbukti tokcer. Di GP Prancis kemarin, rider asal Jepang tersebut berhasil meraih podium pertamanya di MotoGP setelah finis di posisi ke-3 di Le Mans. 2026 merupakan tahun keduanya di kelas utama, sejauh ini penampilan Ogura sangat mengesankan. Juara dunia Moto2 2024 itu sering bertarung untuk memperebutkan podium, meski pada akhirnya di finis di 5 besar atau di 10 besar.
Banyak yang bilang, masalah terbesar Ogura adalah memanaskan ban belakang di awal balapan. Apakah itu bisa diperbaiki? “Ya. Sebenarnya dia sudah meningkat secara signifikan dibandingkan tahun lalu. Namun Ai punya pendekatan yang sangat unik. Dia selalu meluangkan waktu untuk memahami situasi sebelum gas pol hingga batasnya. Bahkan ketika dia sudah menghabiskan berhari-hari di lintasan yang sama, dia membangun kepercayaan diri selangkah demi selangkah di setiap sesi,” jawab Mattarollo.
Giovanni Mattarollo: Di Lap-lap Awal Ai Ogura Lebih Sering Menganalisis Situasi Ketimbang Langsung Gas Pol

Apakah pendekatan seperti ini memengaruhi Ai Ogura dalam balapan? “Ya, tentu saja. Di lap-lap awal, dia sering menganalisis situasi ketimbang memberikan 100 persen kemampuannya. Itulah sesuatu yang sedang kami perbaiki saat ini. Yang menarik adalah pendekatan ini juga membantunya menghemat ban dengan sangat baik, bahkan terkadang justru terlalu hemat. Ada beberapa balapan, di mana kami terkejut melihat betapa banyak performa ban yang masih tersisa di akhir balapan,” jelas Giovanni Mattarollo.
Jadi tujuan Ogura agar dia bisa menyerang sejak awal balapan? “Tepat sekali. Dia sudah menunjukkan banyak kemajuan. Saya yakin jika dia belajar untuk ngepush lebih keras sejak awal, dia akan tetap memiliki performa ban yang lebih baik di akhir balapan dibandingkan kebanyakan pembalap,” ujar insinyur asal Italia itu.
Selain itu, Ogura punya satu ciri yakni setelah mengalami crash dia akan butuh waktu yang cukup lama untuk membangun kembali rasa percaya dirinya. “Itu benar. Beberapa pembalap seperti Marco Bezzecchi, ketika terjatuh, bangkit lalu kembali naik motor dan langsung cepat lagi. Berbeda dengan Ai. Dia harus membangun kembali kepercayaan dirinya sebelum dia dapat mencapai performa maksimalnya lagi. Hal yang sama terjadi dalam wet race. Dia tidak lambat dalam hujan, tetapi dia membutuhkan lebih banyak waktu untuk menilai tingkat cengkeraman dan membangun kepercayaan diri,” jelas Mattarollo.

Apakah itu sudah membaik? “Ya. Tahun lalu sulit karena dia mengalami beberapa crash dan cedera, yang berarti dia harus selalu memulai proses lagi dari awal. Tetapi jika melihat hasilnya, kemajuannya jelas terlihat. Musim lalu, dia langsung lolos ke Q2 di 2 balapan terakhir. Tahun ini, dia langsung lolos ke Q2 di 4 balapan pertama. Dia terus membangun kepercayaan diri dan semakin kuat setiap balapan akhir pekan,” ungkap Mattarollo.
Target apa yang ditetapkan Mattarollo untuk Ogura? “Target saya sederhana, menyelesaikan setiap sesi di 10 besar. Untuk kualifikasi, target minimum adalah start dari baris kedua. Karena jika Ai start dari depan, kita tahu persis apa yang mampu dia lakukan dalam balapan,” pungkas Giovanni Mattarollo.

Saat ini Ogura berada di peringkat 6 dengan perolehan 105 poin dalam klasemen atau tertinggal hanya 3 poin dari Marc Marquez yang berada di peringkat 5 atau terpaut 75 poin dari pemimpin klasemen Marco Bezzecchi.






