Yamaha Akan Menerapkan Eksternal Flywheel Seperti Honda dan Ducati, Apa Kelebihannya?

Inersia mempengaruhi perilaku mesin. Itu sebabnya Ducati dan Honda memakai eksternal flywheel, dan Yamaha kini berusaha menyesuaikannya..

RiderTua.com – Di MotoGP ada 6 pabrikan dengan tipe mesin inline-4 (Yamaha dan Suzuki) dan lainnya mesin V-4 ( Honda, Ducati, KTM dan Aprilia). Dan dibagi lagi dalam dua kelompok mesin dengan internal flywheel (Yamaha, Suzuki dan Aprilia) dan external flywheel ( Honda, Ducati, KTM). Yamaha akan menerapkan Eksternal Flywheel seperti Honda dan Ducati, apa kelebihannya?

Yamaha Akan Menerapkan Eksternal Flywheel Seperti Honda dan Ducati, Apa Kelebihannya?

Pemilihan antara tipe internal dan external flywheel ini ada hubungannya dengan tipe mesin inline-4 dan V-4, sehubungan dengan ruang. Dimana mesin V4 memungkinkan penerapan eksternal flywheel karena ruangan yang lebih luas dibanding mesin inline4. Namun kenapa Aprilia tidak memakai external flywheel?… Nah infonya untuk mesin baru Aprilia RS-GP 2020 mereka akan memakainya…

Inersia mempengaruhi perilaku mesin. Itulah sebabnya Ducati dan Honda menerapkan desain external flywheel, dan sepertinya Yamaha berusaha menyesuaikannya… Romano Albesiano, direktur teknis Aprilia di MotoGP, baru saja mengumumkan: mesin V4 90 ° yang baru pada tahun 2020, akan memiliki roda gila eksternal.

Apa Itu Inersia

Inersia atau kelembaman adalah kecenderungan benda dalam mempertahankan keadaannya apakah dalam kondisi diam ataupun bergerak.. Contoh paling mudah adalah ketika sepeda motor yang melaju cepat kemudian di rem secara tiba-tiba.. Maka ada kecenderungan sepeda motor mempertahankan geraknya.

Apa Itu Flywheel

Flywheel (roda gila) adalah massa berputar yang melekat pada poros mesin, yang tujuan utamanya adalah menyimpan energi kinetik dalam bentuk inersia. Inersia roda gila adalah energi yang disimpan, dan tidak berbanding lurus dengan bobot roda gila. Dengan roda gila ringan akan memiliki inersia yang jauh lebih banyak daripada roda gila yang lebih berat. Dimana parameternya dapat mempengaruhi akselerasi atau pengereman.

Flywheel adalah massa logam yang berputar bersamaan dengan poros motor. Berkat kelembamannya, fungsinya adalah untuk meredam variasi kecepatan mesin yang kecil tetapi tidak dapat diabaikan akibat ledakan di ruang bakar, sebuah fenomena yang semakin ditekankan oleh adopsi big bang oleh semua pabrikan MotoGP yang menggunakan konfigurasi mesin V4 .

RedRider2k2

Saat ini, terlepas dari elektronik, bagian ini telah menjadi area yang sangat sensitif. Dimana pengaruhnya pada daya cengkeraman terbaik, untuk meningkatkan akselerasi, atau untuk memiliki mesin yang dapat dikendalikan selama pengereman. Jika flywheel (roda gila) terlalu ringan, mesin menjadi galak, memengaruhi performa ban dan menyulitkan pengendalian. Jika terlalu berat, daya dorongnya akan memperburuk.

Kekurangan Internal Flywheel

Dalam kondisi umum internal flywheel memiliki inersia yang lebih kecil dari external flywheel standar. Kekurangan lainnya dari internal flywheel adalah di MotoGP jika mesin sudah disegel, tim tidak bisa mengubah massa flywheel sesuai dengan karakter sirkuit. Sementara kelompok mesin dengan external flywheel memungkinkan dalam hal apa pun untuk dapat mengubahnya tanpa merusak paking karter (segel mesin), dan karenanya dapat memasang massa yang berbeda sesuai dengan sirkuit.

Kesalahan Yamaha dan Suzuki

Bobot flywheel ( meliputi ketebalan dan diameter roda gila) menjadi sangat penting untuk tidak salah memilih massa atau bobot yang bergerak ini. Dua tim Jepang dengan mesin inline-4 pernah melakukan kesalahan. Hal inilah yang terjadi pada Yamaha pada tahun 2017 dan Suzuki pada tahun 2018. Yamaha mengadopsi roda gila terlalu ringan, sementara Suzuki terlalu berat. Jika roda gila ada di dalam mesin( internal flywheel), seperti dalam kasus dua merek ini, itu tidak dapat diubah selama musim berjalan, karena mesin disegel untuk seluruh musim.

Baik Suzuki dan Yamaha tidak menggunakan roda gila eksternal karena mereka tidak punya cukup ruangan. Mesin mereka akan menjadi terlalu lebar, dan menyebabkan masalah ground-clearance (jarak mesin ke tanah) saat motor rebah di tikungan.

Menguntungkan Honda dan Ducati

Ducati, Honda dan KTM ( tahun 2020 Aprilia) semuanya menggunakan flywheels eksternal pada mesin V4 mereka. Sehingga mereka dapat mengubah massa roda gila (flywheel) dan inersia untuk meningkatkan stabilitas pengereman, cengkeraman, stabilitas saat menikung dan traksi tanpa merusak segel engine mereka….!

Mereka yang menggunakan V4 dapat lebih mudah memasang roda gila di luar blok mesin. Ducati telah mengelolanya sejak zaman Valentino Rossi. Sebelum 2012 roda gila Ducati lebih kecil dan tersembunyi di balik penutup, dibangun pertama kali dengan bahan baja dan kemudian karbon. Memasang roda gila di bagian luar tidak hanya memungkinkan untuk memperbaiki kesalahan, mampu mengubah berat selama kejuaraan. Namun untuk menghitung roda gila dengan bobot yang berbeda yang dikalibrasi sesuai dengan karakteristik trek yang berbeda dalam kalender balap. Bisa dilihat bagaimana kepentingan strategis apa yang dimiliki komponen ini …

Honda Juga Mengadaptasinya

Honda dipastikan memakai roda gila eksternal pada V4 mereka. Namun karena roda gila Honda dipasang di belakang alternator, jadi tidak terlihat. Tetapi ini memungkinkan untuk dapat mengubahnya tanpa merusak paking karter, dan karenanya dapat memasang massa yang berbeda sesuai dengan karakter sirkuit. Demikian juga dengan KTM, akan aneh jika tim Austria itu tidak beradaptasi dengan solusi terbaik ini.

Solusi Yamaha dan Suzuki Bagaimana?

Apakah Yamaha dan Suzuki ditakdirkan untuk menderita kelemahan ini dari pesaingnya?.. belum pasti. Rumor yang beredar di sekitar paddock disinyalir mereka akan menyesuaikan diri. Yamaha khususnya akan mempelajari kemungkinan pemasangan roda gila eksternal, bahkan jika proyek ini sangat rumit pada mesin inline-4 silinder mereka. Secara teoritis, mereka dapat memasang roda gila di ujung poros engkol, tetapi tidak disarankan, karena dalam posisi ini roda gila akan terlalu menekankan poros, terutama karena lebar motor akan bertambah. Mempengaruhi saat menikung.

Karenanya, yang ideal adalah menempatkan massa ini dalam putaran di poros sepeda motor, sehingga dapat diganti tanpa merusak segel yang menghubungkan bagian-bagian dari crankcase, kepala silinder, dll. Namun, mungkin ada tempat yang cocok di mesin Yamaha yaitu: di belakang silinder, di bawah throttle body, dekat generator. Untuk mesin inline-4 Yamaha, roda gila tidak perlu besar.

Dengan flywheels eksternal, Yamaha dapat mengubah bobot sesuai dengan sirkuit. Dengan demikian Yamaha akan memiliki kekuatan di semua jenis sirkuit dalam kalender MotoGP… Karena ini adalah kelebihan mesin V4, jika Yamaha berhasil membuat flywheels eksternal maka salah satu kelemahan mesin inline-4 bisa tertutupi. Dimana yang lain adalah masalah top speed, pekerjaan rumit lain yang harus dipecahkan Yamaha dan Suzuki.

Referensi: paddock-gp.com

Trending Artikel Minggu Ini ( TOP7):

  1. Kenapa Fans Valentino Rossi Tetap Setia Meskipun Dia Tidak Menang Lagi?
  2. Ketika Livery Suzuki Motocross Nempel di Suzuki GSX-RR MotoGP, Bagaimana Menurutmu?
  3. Tes Shakedown Sepang: Pedrosa Menguji Sasis Hybrid KTM, Nakasuga Fokus Top Speed Yamaha M1
  4. 5 Berita Utama yang Akan Menjadi Pusat Perhatian dan Kejutan di MotoGP 2020
  5. MotoGP 2020: Senjata Rahasia Baru Ducati, Swingarm dengan Proses Selective Laser Melting
  6. Valentino Rossi Pindah Tim Satelit Yamaha, Jadi Bahan Tertawaan atau Langkah Cerdik?
  7. Motor yang Dirindukan Rossi adalah Honda RC211V ‘Big Bang’ 5 Silinder!

1 Comment

Leave a Reply